
Malam hari yang sangat indah bintang-bintang di langit terlihat sangat bersinar indah , seperti sepasang dua insang yang sedang menikmati hidangan yang tersaji di meja dengan tersusun rapih .
Dimana malam ini mereka menghabiskan waktu bersama-sama hari dimana yang tidak akan terlupakan , Nanda tak henti-henti tersenyum pada Alex yang memperlakukan diri nya selembut mungkin belum pernah ia merasakan nya walaupun hati nya belum sepenuh nya percaya tapi Nanda akan terus mencoba untuk membuka hati nya .
"hmm..boleh aku tanya sesuatu?" tanya Alex ragu , ia tak ingin menyakiti perasaan perempuan di depan nya .
"boleh" jawab Nanda tersenyum
"Jika aku meminta kamu berhenti bekerja di sana apa kamu mau" tanyanya ragu-ragu
Nanda menghentikan aktifitas makan nya di letakan sendok beserta garpu nya , ia menatap lekat mata bewarna biru tersebut dan ..
"Tentu , karena sebenarnya aku terpaksa bekerja disana" ucap Nanda jujur
Alex lega mendengar nya .
"bagaimana habis ini kita ke sana untuk mengundurkan diri"ajak Alex yang langsung di angguki Nanda tanda setuju
Alex dan Nanda melanjutkan aktifitas makan nya yang tertunda , mereka makan dengan tenang dan damai .
Tak jauh dari mereka duduk ada sepasang mata yang tengah menatap nya tajam , tatapan yang sangat mengerikan siapapun yang melihat nya .
" Ck..bahagialah tuan muda , tapi hanya untuk hari ini"ucap nya yang langsung meninggalkan restoran itu
Nanda dan Alex sudah tiba di Club , mereka langsung masuk ke ruangan Manager dan sudah ada Angga dan Debora di sana yang menunggu kedatangan nya .
Debora menatap curiga pada Nanda , karena tidak biasa nya anak buah nya itu meminta izin libur di malam ini yang lebih curiga lagi dia datang bersama tuan muda nya .
*ada hubungan apa Nanda dengan Alex
batin Angga dalam hati*
"Mih.." panggil Nanda tersenyum
Debora langsung menatap Nanda saat ia di panggil , tatapan yang meminta penjelasan secara detail .
__ADS_1
Nanda yang tahu , menarik nafas panjang nya .
"Begini tuan dan Mamih , saya datang ke sini untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saya bukan karena saya tidak betah tapi saya memang.." Nanda menjeda ucapan nya , ia menoleh ke arah Alex meminta bantuan untuk menjelaskan nya .
Alex yang tahu langsung tersenyum dan mengangguk tanda mengerti .
"Nanda ingin menikah , jadi dia ingin berhenti bekerja" ucap Alex tegas
Angga dan Debora saling pandang sejenak , 'Menikah' ? dengan siapa ? mereka tidak percaya padahal Nanda baru saja bekerja .
"Nanda akan menikah dengan saya dua minggu lagi" ucapnya lagi yang mengerti pemikiran mereka
"yakin ?" tanya Angga pada Alex
Angga ragu dengan ucapan Alex sebab belum pernah Alex serius itu dengan wanita tapi dengan Nanda ? yang belum lama mengenal memutuskan untuk menikah ? sungguh mencurigakan .
"apa saya bercanda ?" tanya Alex pada Angga
Angga menggeleng kepala nya , dia memang tidak melihat Alex sedang bercanda tapi benar-benar terlihat serius di bola mata nya .
"boleh saya berbicara berdua dengan Nanda sebentar"izin Debora pada Alex
Debora dan Nanda duduk berdua di ruangan Debora yang bernuansa biru muda , tataan yang sangat rapih bersih dan wangi menandakan pemilik nya sangat apik dan untuk pertama kali nya Nanda masuk ke dalam ruangan ini .
Debora menatap lekat bola mata bulat itu , ia mencari kebohongan di sana tapi ia tidak mendapatkan nya .
"kamu yakin ingin menikah dengan tuan muda" tanya Debora
"yakin mih , walaupun hati ini masih belum sepenuh nya percaya" ucap Nanda jujur
"apa tuan tahu semua masa lalu kamu ? keadaan kamu ?" tanya Debora , ia dia khawatir Nanda hanya untuk di permainkan saja
"dia tahu semua , mau menerima saya dan kekurangan saya" ucap Nanda
Debora mengangguk , bukan dia tidak ingin Nanda menikah tetapi ada hal lain yang ia takuti ia tahu betul ibunda Alex yang akan menentang pernikahan anaknya dengan seorang pelayan Club .
__ADS_1
Nanda dan Alex langsung meninggalkan Club malam itu , setelah mereka berbincang-bincang dengan Angga , Debora dan Melisa .
Sebenarnya Alex bisa saja lewat telfon namun ia juga harus butuh mengobrol dengan Angga dua mata tanpa ada yang mendengar , Alex juga meminta bantuan nya Angga untuk mengurus Club nya dan tidak membongkar identitas nya pada Nanda .
Walaupun nanti nya akan ketahuan dan membuat Nanda marah , tapi Alex akan memikirkan itu semua nanti .
Alex dan Nanda tiba di kost Nanda , Alex mengantarkan Nanda sampai ke depan pintu .
"Sudah malam , lebih baik kamu masuk dan istirahat" titah Alex yang langsung di angguki Nanda
Alex langsung melesat pergi meninggalkan kost Nanda setelah Nanda sudah masuk ke dalam .
"inikah rasanya mencintai seseorang penuh , aku tidak pernah segila ini dengan seorang wanita dengan Helen ? jelas berbeda , di saat bersama Nanda aku bisa tertawa , tersenyum , menurunkan ego dan merendah , tapi dengan Helen tidak ada tawa hanya ada uang uang saja yang selalu menjadi bahasan ketemu nya"ucapnya
Alex tiba di mansion , keadaan mansion sudah gelap hanya ada sedikit cahaya dari arah dapur .
Alex menaiki tangga dengan sedikit pelan agar tidak membangunkan penghuni mansion yang sudah terlelap , saat tiba di atas ia melihat kamar adik nya terbuka bukankah adik perempuan nya sedang di singapura menjalankan studi nya .
" Lho , kamu pulang de , memang studi kamu sudah selsai"tanya Alex yang mendapati adik perempuan sedang rebahan sambil memainkan laptop nya .
"belum , kemarin aku di kasih tahu mamih kalo kaka mau nikah sama perempuan yang bekerja di Club malam , tadinya aku mau nanya lewat telfon tapi karena aku penasaran jadi pulang untuk 2hari" ucapnya
Alex memijat pelipis nya yang terasa pusing , mamih benar-benar membuat nya kesal .
"kamu mau tanya apa" tanya Alex
"kenapa kaka memilih perempuan seperti itu ? apa tidak ada wanita lain selain dia ?" tanyanya
Alex mengelus kepala adik nya dengan sayang , ia tahu jika adik nya sudah menanyakan itu pasti ada alasan .
"memang kenapa kalau kaka nikahin perempuan seperti dia ? dia hanya pelayan bukan wanita malam" ucap Alex
"Benarkah ? tapi kemarin mamih.."
"jangan dengarkan apa kata mamih mu , cari tahulah sebelum kamu membencinya" ucap Alex yang langsung meninggalkan sang adik
__ADS_1
Adik nya jelas berbeda , dia tidak akan membenci seseorang sebelum tahu kebenaran nya adiknya wanita yang sangat baik yang tidak pernah memandang status orang lain yang menjadi temannya .
Kenapa Adiknya bertanya calon istri nya ? karena dia tidak ingin kakaknya memliki istri seperti Helen yang hanya tahu uang dan uang , karena itulah sejak dulu adik tidak pernah suka dengan Helen walaupun Helen mencoba mendekati nya tapi adiknya akan terus menghindari nya .