
"Selamat menikmati tuan" ucap Nanda yang langsung buru-buru berjalan keluar namun belum sempat ia keluar sebuah tangan kekar memegang lengan nya .
"tunggu"ucap Alex
Nanda berbalik menatap pria yang ada di depan nya , Nanda sangat benci dan jijik melihat wajah itu .
"ada apa lagi tuan ? kita sudah tidak punya urusan apapun lagi" ucap Nanda
"Oke , saya tahu tapi saya hanya ingin kamu menemani saya untuk malam ini saja" pinta Alex
Untuk pertama kalinya Alex meminta seorang wanita untuk menemani nya biasanya tanpa ia minta para wanita langsung menghampiri nya , tapi dengan Nanda dia yang meminta nya langsung sungguh di luar dugaan .
Nanda berfikir sejenak , untuk pertama kalinya ia menemani tamu yang ingin menghabiskan malam di club .
"hanya menemani saja ? tidak ada yang maksud lain kan tuan ?" tanya Nanda , ia ingin memastikan nya terlebih dahulu .
"iya , tidak akan terjadi apapun" ucap Alex meyakinkan Nanda
Nanda mengangguk cepat , tidak masalah untuk malam ini ia menemani pria tersebut Nanda mencoba percaya dengan kata-kata pria itu .
Alex dan Nanda duduk bersantai , Alex terus meminum minumannya sangat rakus sedangkan Nanda hanya terdiam dan melihat Alex menikmati minuman tersebut .
Alex menatap gadis di sebelah nya , wajah yang cantik kulit mulus dan putih hidung yang tidak mancung bulu mata lentik bibir mungil lekuk tubuh bak gitar spanyol ciptaan tuhan yang sangat sempurna .
"Apakah kamu sudah memiliki kekasih atau calon" tanya Alex sambil menatap lekat manik mata Nanda
"Aku tidak memiliki siapapun , calon ataupun kekasih" ucap Nanda
"kenapa kamu tidak mencari kekasih ?" tanyanya
"untuk apa ? hanya untuk menggoreskan luka saja percuma lebih baik saya hidup sendiri tanpa kekasih" ucapnya
"bisakah kita berdamai tanpa keributan saat bertemu" tanyanya
"untuk apa berdamai ? bukan nya tuan yang meminta saya menjauh dari anda? terus kenapa hari ini tuan meminta berdamai?"
"saya hanya ingin kenal kamu lebih dekat , apa boleh?"
"boleh saja , tapi hanya sebatas berteman tidak lebih"
__ADS_1
"hmm.. apa aku boleh bertanya sesuatu"
"Silakan , selagi pertanyaan itu wajar"
"apa kamu bisa ceritakan masa lalu kamu , kalo kamu tidak ingin cerita sekarang it's ok"
Nanda menatap Alex dalam-dalam kenapa pria itu selalu saja ingin tahu dengan masa lalu nya , jelas-jelas ia tahu dengan masa lalu nya kenapa harus mempertanyakan nya lagi .
"untuk apa ? untuk anda hina lagi ?"
"saya tidak akan menghina kamu , saya minta maaf atas kata-kata saya kemarin"
Alex merutuki dirinya sendiri sejak kapan dia meminta maaf pada seseorang , sungguh di luar dugaan nya .
"masa lalu ku sudah saya kubur dalam , bahkan saya tidak akan pernah mau membahas nya sampai kapan pun"
Alex mengangguk cepat ia mengerti perasaan wanita di sebelahnya , pasti sangat sulit untuk melupakan masa lalu nya bahkan dirinya saja tidak mampu untuk melupakan nya .
Hening pun terjadi di ruangan tersebut namun tiba-tiba pintu terbuka dengan menampakan seorang wanita yang sangat cantik , hidung mancung kulit mulus dan putih rambut yang panjang lekuk tubuh bak model papan atas .
Alex memicingkan matanya saat melihat seseorang masuk kedalam ruangan nya , dengan tatapan dingin dan tajam ia menatap wanita yang baru saja masuk .
Nanda yang melihat pemandangan itu dengan buru-buru ia berdiri dan berpamitan .
"saya permisi tuan , mohon maaf menganggu waktunya" pamit Nanda tanpa menghiraukan siapapun .
Alex menghempaskan tangan wanita yang bergelanjut manja di lengan nya , wajah nya menampakan kemarahan dan jijik .
"untuk apa ke sini ?" tanya Alex sinis
"untuk ketemu kamu sayang" ucapnya
wanita itu mendekati kembali Alex dengan menggoda Alex dengan tubuhnya , kancing baju nya sengaja ia buka demi menampakan gunung kembar .
"Cukup Helen , sampai kapan pun saya tidak akan tertarik lagi dengan dirimu keluar dari sini atau saya panggil security untuk menyeret kamu dari sini"bentak Alex
" aku minta maaf Lex , aku masih sayang kamu . aku benar-benar menyesal meninggalkan kamu"ucap Helen , ia Helen seorang dj yang sengaja datang ke negara jepang dan mengajukan ke pemilik club untuk ia manggung di club ini dan ia juga ingin menemui Alex .
"sayang ? menyesal ? kemarin kamu kemana ? apa kamu peduli dengan perasaan aku ? apa kamu tahu betapa tersiksanya aku?"
__ADS_1
"aku minta maaf Lex , aku tahu aku salah" Helen memegang lengan Alex sambil mengeluarkan air mata nya .
"Ck..tidak usah drama , keluar sekarang atau aku seret paksa"
"Tapi Lex.."
"KELUAR" Bentak Alex
Helen dengan cepat keluar dari ruangan tersebut dengan cepat .
Alex mengusap wajahnya dengan kasar , ia menatap kosong entah apa yang ia pikirkan .
Nanda sibuk mengantar pesanan para pengunjung , pengunjung yang semakin padat membuat Nanda sesak harus melewati beberapa gerombolan orang-orang yang sudah mabuk .
Saat Nanda ingin berbalik tak sengaja matanya menangkap sosok wanita yang tadi bersama pria yang ada di ruangan VIP , Nanda menebak bahwa wanita itu mantan kekasih pria tersebut karena Nanda melihat tatapan Alex pada Helen .
Tatapan yang memancarkan kebemcian dan jijik , Nanda sedikit penasaran tapi ia tidak ada hak untuk itu .
Waktu terus berjalan tak terasa Club sudah mulai sepi satu-persatu para pengunjung meninggalkan club , Nanda dan Melisa langsung mengganti kostum nya dan membersihkan wajahnya sudah rutinitas Nanda saat pulang ia membersihkan make up nya terlebih dahulu agar saat pulang nanti ia cukup mengganti pakain tidur nya .
Saat Nanda dan Melisa berjalan keluar Club tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik lengan nya , mau tak mau Nanda berhenti dan membalikan tubuhnya melihat siapa yang menahan nya .
Dengan tatapan mengejek dan jijik .
"ada yang bisa saya bantu tuan" tanya Nanda sopan
"lebih baik kalian kami antar , dimana alamat tinggal kalian" tanya Alex
Nanda dan Melisa saling tatap , Melisa terkejut mendengar sedangkan Nanda merasa jijik .
"mohon maaf tuan , lebih baik kami pakai taxi online tidak baik jika di lihat kekasih tuan" ucap Nanda yang langsung menafik lengan Melisa dengan buru-buru masuk kedalam taxi online .
Alex menatap kepergian Nanda yang sudah tak terlihat , ia mengusap wajah nya dan menghembuskan nafas kasarnya .
Sedang kan di tempat lain seorang wanita melihat Alex yang memegang dan menawarkan tumpangan dengan gadis itu , wanita itu mengepalkan tangan nya .
"siapa wanita itu ? aku baru melihatnya disini , kenapa Alex sangat ingin sekali mengantarnya" tanya Helen diri sendiri
Helen tersenyum miring dan langsung meninggalkan tempat persembunyian .
__ADS_1