
" bang, Bris meneleponku untuk ke sana sekarang " Indri
" kalau gitu Abang antar" Dika
" nggak usah bang, Indri udah mesan taxi online " Indri
" cancel aja " ucap Dika namun Indri tetap kekeh untuk naik taxi online yang sudah di pesannya dan pada akhirnya Dika mengalah.
" ya udah kalau gitu kamu hati hati, hubungi Abang kalau butuh bantuan " Dika
" pasti " ucap Indri dan segera berlalu dari sana tapi sebelum itu dia mencium pipi sang Abang terlebih dahulu.
dan hal itu membuat seseorang yang sejak tadi memperhatikan nya makin mengeraskan rahangnya.
" ****, bahagia sekali dia menerima ciuman dari wanita ku. " umpat Chiko marah dan segera beranjak dari sana untuk menghajar Dika, namun langkahnya terhenti sebab ada telpon masuk dan itu dari Jo asisten nya.
" bicaralah, jika informasi yang kau berikan tak ada gunanya maka bersiaplah untuk mati " ucap Chiko dingin.
" i.i.iya, sebaiknya tuan segera keluar dari kafe, di sana ada bom" ucap Jo sekali tarikan nafas
dor
dor
dor
__ADS_1
Chiko segera menembakan tiga peluru kea atas , dan itu membuat semua pengunjung berlari keluar, sengganya dalam
waktu 5 menit, itu bisa membuat kafe kosong.
" kosongkan tempat ini dalam waktu tiga menit dari sekarang" teriak Chiko menggema dan itu membuat seluruh staf yang ada di sana berlari ketakutan, takut kena tembak oleh Chiko.
setelah di rasa sudah tak ada seorang pun di sana Chiko ikut keluar dan baru saja beberapa meter Chiko berlari, kafe langsung meledak, untung saja puing puing dari bangunan tersebut tidak mengenai Chiko walaupun Chiko cukup terpental jauh akibat ledakan itu.
semua pengunjung dan para staf kafe kini sangat berterimakasih kepada Chiko yang sebelumnya mereka mengira bahwa Chiko adalah seorang perampok.
"tuan, terimakasih banyak, berkat bantuan dari anada kami semua dapat selamat dari ledakan itu, " ucap salah seorang pengunjung di sana.
dan Chiko hanya menanggapi nya dengan anggukan kecil dan langsung pergi dari sana.
" mohon maaf tuan, saya terlambat " ucap Jo merasa sangat bersalah sebab di saat tuannya sedang sangt membutuhkan nya dia tidak berada di sana.
" Jo, apa kau tau gadis ku kemana ?" tanya Chiko saat mengingat kalau dia sempat menugaskan Jo untuk mengikuti Indri.
" maaf tuan . saat Glen menelponku bahwa ada bom di kafe yang bos tempati , saya berhenti mengikuti nona MH dan segera ke sini setelah menelpon tuan " ucap Jo dengan sedikit rasatakut.
" temukan dia secepatnya " ucap Chiko dan langsung menutup matanya, saat ini ia merasa sangat lelah.
" Jo, cari tau untuk siapa bom itu dinpasang " ucap Chiko lagi.
" baik tuan ' Jawab Jo dan segera melajukan mobilnya.
__ADS_1
.
.
.
" Riel , aunty minta tolong dong " pinta Indri pada Briel yang saat ini sedang bermain
" bilang aja aunty, Briel pasti mau kok " ucap Briel
" ambilin handphone aunty dong sama mommy kamu tu " Indri
" Dengan senang hati " ucap Briel membuat Indri senang, sebab sejak tadi ia sampai di sana handphone nya langsung di sita oleh Bris dengan alasan, tidak ingin di ganggu oleh kegiatan Indri yang sok sibuk.
" ya udah sana, tunggu apa lagi " ucap Indri heran melihat Briel yang belum juga beranjak dari duduknya.
" aunty tau kan kalau di jaman sekarang ini nda ada yang gratis " ucap Briel membuat Indri mencekik ,
" pcik, terbyat kau sama saja dengan mommy mu, ya udah sana nanti aunty beliin eskrim " ucap Indri namun Briel langsung menolaknya.
" aunty, Riel nggak mau eskrim "
" lah terus kamu maunya apa, lagian anak kecil kan sukanya eskrim "
" no aunty, Riel ingin aunty ........…" ucap Briel dan di kalimat terakhirnya di bisiskan langsung.
__ADS_1
" what !!!!"