Gadis Seksi Bar Bar

Gadis Seksi Bar Bar
part 17


__ADS_3

setelah menyelesaikan acara Makan sore yang menegangkan bagi Jo, Chiko langsung mengajak Indri untuk menyaksikan penyiksaan kepada pria pria kesayangannya.


ceklek


saat Jo membuka pintu, tercium aroma atur yang sangat tajam.


" sepertinya ini ruangan penyiksaan, dan jika ini memang ruangan penyiksaan. fix kalau tuan CK. Company alias situan Chiko rese ini adalam seorang gengster atau .." batin Indri mengira ngira dan seketika ia melototkan matanya ketika berfikir kalau Chiko adalah salah satu tipe Prie yang di carinya.


" ohhh,.astagah apa jangan-jangan Chiko adalah seorang ketua mafia, aaaaahhh jika itu memang benar maka aku orang yang paling beruntung, karena doa doa aku terkabulkan " batin Indri sambil senyum senyum sendiri dan hal itu tidak lupuk dari penglihatan Chiko walaupun dalam ruangan tersebut cukup gelap .


" tersenyum lah, karena sebentar lagi kau akan teriak ketakutan, dan sebentar lagi mau tidak mau kau pasti dan harus menjadi milikku." batin Chiko menatap Indri.


" Jo, bangunkan mereka semua " ucap Chiko dingin sedangkan Indri mulai menajamkan penglihatannya untuk melihat siapa pria pria yang di hadapannya dan alangkah terkejutnya dia saat mengetahui siapa mereka .


" chiko apa kau gila ?" teriak Indri marah.


" kenapa apa kau takut kehilangan mereka ? " tanya Chiko lagi tersenyum miring.


" Jo, lanjut cambuk mereka sampai aku mengatakan stop " lanjut Chiko.


" sedangkan beberapa di antara mereka mulai sadar, menyadari di sana ada Indri.


" Sar, kau kah itu ?, tolong tolong kami ini sangat menyiksa." ucap salah satu dari mereka bagaimana tidak sekujur tubuh mereka terdapat luka cambukan dan tidak hanya itu setelah mereka terluka mereka di siram menggunakan air garam.

__ADS_1


" Chiko, plees lepaskan mereka, mereka itu teman teman aku " ucap Indri yang merasa kasihan melihat para mantan kencan buta nya yang kemudian menjadi temannya di Amerika terlihat sangat mengenaskan karena dirinya.


" teman kau bilang ?" tanya Chiko lagi memastikan


" iya, mereka dulu memang teman kencan aku, tapi setelahnya kami semua berteman " ucap Indri berusaha menjelaskan sedangkan Chiko kini mulai melirik ke arah Jo, sebab mereka tidak menggali informasi nya terlebih dahulu.


" benarkah itu ?" tanya Chiko memastikan pada teman teman Indri di sana.


" iya tuan, kami semua hanya berteman dengan nona Sar selain itu kami juga mitra bisnis " ucap salah satu dari mereka lagi.


Chiko terus memperhatikan raut wajah mereka untuk mencari sebuah kebohongan di sana, namun sepertinya mereka semua Jujur.


" mmmm baiklah kalau begitu kalian semua akan kulepaskan, dengan satu syarat " ucap Chiko dengan seringai liciknya.


" setelah keluar dari tempat ini kalian harus melupakan semua kejadian ini jika tidak kalian akan tau akibatnya " ucap Chiko lagi


" baik tuan" ucap mereka semua.


" Jo lepaskan mereka terkecuali dua orang di sana " ucap Chiko sambil menunjuk 2 orang di belakang.


" sontak hal itu, semua mata tertuju pada 2 orang yang di tunjuk Chiko.


" Jo berikan pisau 🗡️ kesayanganku " ucap Chiko dan Jo langsung memberikan apa yang di minta sang atasan.

__ADS_1


" Babby apa mereka juga temanmu ?" tanya chik pada Indri,


Indri memperhatikan wajah kedua orang tersebut karena sulit untuk mengenali wajah mereka yang sudah babak belur.


" hmmm, mereka bukan temanku dan mereka berdua adalah pria brengsek yang pernah di atur oleh mommyku untuk ku kencani " ucap Indri tidak suka melihat mereka berdua.


" baiklah kalau begitu kalian semua, lihat dan perhatikan baik-baik mereka berdua ini adalah orang yang berniat untuk balas dendam kepadaku dan juga orang yang sudah membuat wanitaku marah. " ucap Chiko mendekati dua pria tersebut.


dan


srek


arghh


empat jari tangan salah satu pria itu harus terpotong karena ulah Chiko.


" itu karena kau sudah berani menyentuh pundak wanita saya " ucap dingin Chiko dengan aurah mengintimidasi nya yang kuat. sedangkan semua teman Indri di sana dengan susah payah menelan Saliva nya takut.


gluk


" astaga, semoga dia tidak tahu kalau aku pernah memegang tangan nona Sar." batin mereka takut sebab jika mereka melakukan meeting pasti mereka akan bersalaman dengan Indri.


" stop" teriak Indri saat Chiko yang ingin memotong tangan pria yang satunya lagi.

__ADS_1


membuat Chiko semakin kesal dan marah sebab Indri membela 2 pria tersebut, sedangkan teman teman nya merasa bersyukur karena Indri menghentikan kegiatan psiko Chiko, sebab mereka sebenarnya tidak kuat melihatnya.


__ADS_2