Gadis Seksi Bar Bar

Gadis Seksi Bar Bar
part 7


__ADS_3

" kenapa kau lama sekali ?" tanya Bryan pada sahabatnya yang baru tiba setelah satu jam dia menunggu.


" sorry, tadi ada meeting mendadak " bohong Chiko, ia sangat terkejut mendapati telpon dari sang sahabat yang sudah lama ia temui.


Bryan yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya saja.


" oh ya, kau tiba ?" basa basi Chiko


" pagi tadi, bersama istri dan anak-anakku " ucap Bryan


" terus di mana mereka, kenapa akau tak melihatnya "ucap Chiko


" mereka ada di mansion sahabatnya " Bryan


" bukanya Bris hanya punya satu sahabat ???" tanya Chiko, karena seingatnya dulu Bris hanya memiliki 1 orang sahabt.


" iya dan or." ucapan Bryan terputus saat handphone nya berbunyi.


" sebentar " ucap Bryan pada Chiko


" baiklah, nanti malam kami berangkat " ucap Bryan dan langsung mematikan sambungan telepon sepihak


" MMM, Chiko sepertinya saya tidak bisa berlama-lama, saya hanya mau bilang Minggu depan pernikahan Babby saya harap kamu bisa hadir " ucap Bryan dan Chiko hanya menggelengkan kepalanya saja, sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan tapi karena melihat sang sahabat yang sepertinya terburu-buru maka semua itu ia urungkan.

__ADS_1


dan setelahnya Bryan segera pergi dari sana.


setelah kepergian Bryan kini Chiko kepikiran dengan sahabat Bris yang dulunya sempat ia suka, walau itu hanya sesaat. namun semua lamunannya nya buyar saat teringat kegiatannya semalam.


" owhhh **** aku jadi merindukannya " ucap Chiko dan segera berlalu dari sana dan memutuskan untuk kembali ke apartemennya tapi sebelum itu ia ke Hotel terlebih dahulu.


.


.


.


" what !!!, aku rasa kamu udah gila Ndri " ucap Bris setelah mendengar penjelasan tentang bercak merah di lehernya.


" apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan ha ?, kau bisa saja hamil Indri " ucap Bris lagi dengan suara yang sedikit meninggi.


" astagah, terus aku harus bagaimana ?, apa aku harus meminta pertanggung jawabannya ?" ucap Indri, ada sedikit rasa takut dalam dirinya saat melihat sosok sahabat nya yang saat ini terlihat sangat marah dan kecewa.


" iya, dan kau secepatnya harus menikah " ucap Bris lagi


" tapi, aku belum siap untuk menikah " ucap Indri lagi


" tapi kalau kamu hamil gimana Indri, kasian nanti anak kamu lahir tanpa ayah " ucap Bris mencoba meredam emosi nya.

__ADS_1


" kalau masalah itu tenang saja, setiap kali pergi ke Club, aku selalu meminum pil KB untuk berjaga jaga karena setiap kali aku mabuk aku tidak akan bisa mengendalikan diriku." ucap santai Indri dan Bris yang mendengarnya dibuat geleng kepala dengan tingkah sahabatnya itu.


" owhhh astaga beruntung sekali pria itu mendapatkan first kiss dan first ML dari mu." ucap Bris


" untuk first ML iya, dia yang pertama tapi kalau untuk first kiss kurasa tidak karena itu sudah diambil terlebih dahulu oleh asisten suami kamu " ucap Indri.


" ohh iya aku hampir lupa dengan itu " Bris


" btw, dimana tuan Bryan bukankah dia ikut bersamamu?" Indri


" dia pergi menemui sahabatnya, yang asis.." ucapan Bris terputus saat pintu kamar tiba-tiba terbuka


" maaf mom, aunty. Daddy menyuruhku untuk memanggil mommy" ucap Briel


skip malam hari


" padahal aku belum puas melepas rindu padamu " ucap lebay Indri saat mengantarkan keluarga Bris di bandara


" u' um aku juga " balas Bris tak kalah lebay.


" kalau begitu, kenapa aunty tidak ikut kami saja " ucap Brian yang sejak jengah melihat tingkah mommy dan aunty nya yang lebay.


" ummm ide yang bagus " ucap Indri dan di sambut senyum senang dari Bris

__ADS_1


malam itu juga Indri memutuskan untuk ikut dengan keluarga sahabatnya pulang ke Indonesia, itung itung Indri akan membuat kejutan untuk sang mommy dan abangnya yang selalu mengkhawatirkan dirinya. tapi sebelum berangkat tidak lupa ia menelpon orang kepercayaannya untuk menghendel perusahaannya selama dua Minggu.


__ADS_2