
" kamu siapa, mengapa berada di dalam ruangan suami saya ? tanya seorang wanita yang baru saja masuk.
deg
" aku Hapsari Maheswara, anda siapa ?" tanya Indri balik dengan raut wajah setenang mungkin.
" owhhh jadi anda ****** itu, lumayan sih " ucap wanita itu memandang rendah Indri tanpa menjawab pertanyaan Indri.
" anda sangat tidak tau diri nona, di sini yang ****** siapa ? aku atau kamu ?" ucap Indri lagi yang mulai terpancing emosi sebab di katai ******.
" , berani sekali kau "
plak
aowssss
teriak wanita itu dan ingin menampar wajah Indri namun dengan cepat menangkap tangannya dan menampar balik wanita itu dengan punggung tangan kirinya.
" cihh, wanita seperti mu sangat tidak pantas menjadi saingan ku " ucap Indri dengan berdecih.
ahahahahaahah
" tapi sayangnya aku sudah menang satu langkah darimu " ucap wanita sambil tertawa.
" kau mau itu apa ?" tanya wanita itu lagi
" karena kau sudah mengandung anaknya ?" ucap Indri membuat wanita sedikit terkejut namun sesaat kemudian dia kembali tertawa
ahahahahha
" memang benar aku sedang hamil, tapi bukan anak si pria dingin itu. aku heran kenapa dia begitu percaya kalau aku hamil anaknya padahal untuk mendekati nya saja begitu sulit " ucap wanita membuat emosi Indri yang sejak tadi di tahannya kini meluap tak tertahan lagi.
plak
plak
__ADS_1
plak
plak
Indri menampar wanita itu sampai di kedua ujung bibirnya mengeluarkan darah.
" tampar, tanparlah sepuasmu dan setelah ini Chiko akan membunuhmu " ucap wanita itu
" kau salah mencari masalah denganku ***** " ucap Indri meraih rambut wanita itu dan membanting di lantai.
bagh
bagh
bagh
tidak puas dengan itu Indri kembali menamparnya
plak
plak
plak
pintu di buka dengan keras dari luar membuat Indri mengalihkan atensinya.
" t.o.l.ong " ucap wanita itu dengan suara lemahnya saat melihat Chiko dan Jo masuk dalam ruangan
" cihh, tidak tahu malu " ucap Indri dan kembali membanting kepala wanita
bagh
" Indri, cukup dia sudah pingsan " teriak Chiko pada Indri membuat Indri melihat suaminya yang begitu bodoh bisa di kelabui dengan wanita lain.
plak
__ADS_1
bugh
Indri menampar dan meninju perut Chiko yang lumayan sakit di rasakan oleh Chiko.
awsss
" honney, kenapa kau juga memukulku " tanya Chiko dengan memegang perutnya yang di tinju oleh Indri
" itu adalah bagian mu, karena kau begitu bodoh " ucap Indri dan berlalu dari sana meninggalkan mereka semua.
" Jo, urus semuanya dengan bersih " ucap Chiko dan berlalu dari sana mengejar Indri.
" honney, wait honney " panggil Chiko menyusul Indri yang akan memasuki mobil.
" jalan " perintah Indri pada bodyguard yang merambah sebagai supir itu.
" tapi nona, tuan Chiko "
" jalan atau aku akan menendang mu keluar dari sini " ucap Indri dengan suara galaknya.
" baik, nona " pasrah bodyguard itu
" tuan maafkan aku, ternya nona tidak hanya cantik tapi nona juga mengerika jika sedang marah " batin bodyguard itu
" astaga, ternyata nona memiliki aura yang kuat itu artinya ia bukan orang biasa pada umumnya " batin bodyguard yang lainnya.
" ****, " gumam Chiko melihat kepergian mobil Indri
ia segera ke parkiran mobil nya di sana,
" mana kuncinya, aku akan menyetir sendiri " ucap Chiko pada salah satu penjaga di sana.
saat di perjalanan, Chiko melihat mobil yang di gunakan Indri berhenti di pinggir jalan. dia segera menepikan mobilnya dan mengecek di dalam namun tak ada siapapun di sana
deg
__ADS_1
" di mana mereka, apa jangan jangan ?"