
suara musik terus menggema, dan banyak orang yang sedang menikmati nya dengan berjoget ria di sana.
" Chali, aku ingin menari jika kau ingin kamu boleh ikut tapi kalau tidak, no problem " ucap Indri yang sudah mabuk dan kini ia akan menggila di tengah tengah manusia yang sedang berjoget dengan pasangan mereka masing-masing.
banyak pasang mata mengarah pada Indri yang menari dengan lincahnya, pakaiannya yang seksi dan tubuh proporsional nya banyak pria menatapnya dengan tatapan lapar.
sedangkan di lantai di dalam Club tersebut ada sepasang mata menatap tajam kearah Indri dengan mengeraskan rahangnya.
" Jo, seret siapapun yang coba mendekati nona Hapsari " ucap Chiko dingin saat ada seorang pria yang ikut berjoget dengan Indri, namun sebelum Jo pergi, Chiko sudah berdiri dan menuju di mana Indri berada.
krekk
" akhhh," teriak pria yang menyentuh pinggang Indri yang sedikit terbuka
" berani sekali kau menyentuh wanitaku " ucap Chiko dingin, dan kini banyak orang yang mulai ketakutan sebab mereka sangat mengenal siapa Chiko, pengusaha terkenal di negaranya, dingin dan tidak segan pada siapapun yang menyinggungnya.
__ADS_1
sedangkan Jo yang mendengar tuannya mengakui seorang gadis sebagai wanitanya begitu terkejut.
" sepertinya aku saat ini sedang mabuk" gumam Jo berfikir ia sedang mabuk, hingga tidak mendengar secara jelas apa yang di katakan tuannya.
" tuan maafkan saya, saya tidak tau kalau dia adalah kekasih tuan " ucap pria tersebut beegwtar ketakutan.
Indri yang sedang mabuk parah, tidak begitu peduli dengan sekitarnya selagi tidak ada yang mengusiknya maka ia tak hiraukan.
Chiko menatap tajam semua orang pria yang melihat ke arah Indri, dan setelahnya ia langsung menarik tangan Indri namun baru saja ia memegang tangannya, ia merasakan gerakan dari wanitanya seperti akan menyerangnya. dia segera mengangkat Indri dan tidak peduli dengan Indri yang berteriak.
" Jo, urus wanita itu " ucap Chiko dan segera keluar dari sana.
di dalam mobil, Chiko meletakkan Indri di kursi penumpang.
" apa yang kau lakukan di tempat seperti ini dengan pakaian terbuka " ucap Chiko dingin
__ADS_1
" bukan urusanmu, dan siapa kau aku tidak mengenalmu dan kenapa kau mengganggu kesenanganku " ucap Indri yang sudah mabuk
" kau cukup menjawab pertanyaan ku " ucap Chiko mencekram keras pipi Indri, membuat Indri meringgis sakit.
" shhh, aku mencari pria untuk di jadikan kekasih ku " ucap Indri asal, Chiko yang mendengarnya kini ia kembali mengeraskan rahangnya. dan ia langsung menarik tengkuk indri, dan menciumnya dengan kasar.
Indri yang di parlakukan seperti itu, membulatkan matanya kaget, ia memberontak dan berusaha mendorong Chiko, namun ia kalah tenaga bahkan kini Chika makin menekan tengkuk indri, ciuman yang awalnya kasar kini berubah menjadi lembut dan kian menuntut Bahakan Indri yang sejak tadi memberotak kini ia terbuai dan ikut membalas apa yang di lakukan Chiko kepadanya.
ciuman Chiko berpindah ke leher dan bahkan menghisapnya membuat satu ******* lolos dari mulut Indri.
" ahhh, shhh " desah dan Ringgis Indri saat ia merasakan sensasi dan sedikit rasa perih. sedangkan Chiko yang mendengar ******* Indri kini makin semangat untuk menelusuri tubuh wanitanya. tangannya yang tidak ingin kalah, kini mulai merambah keperutnya yang terbuka dan mulai masuk dalam pakaian Indri namun sesaat kemudian Chiko sadar dimana sekarang mereka berada dan segera menghentikan kegiatannya dan merapikan kembali pakaian Indri, sedangkan Indri kini diam , ia sedang merasakan seperti ada rasa yang hilang.
" kenapa berhenti " ucap Indri dengan tatapan matanya yang sayu dan hal itu membuat birahi Chiko semakin memuncak.
ia segera melajukan mobilnya ke hote 5 menit jarak dari mereka.
__ADS_1
sesampainya di sana Chiko segera mengendong dan membawa Indri ke kamar pribadinya yang ada di hotel tersebut.