Gadis Seksi Bar Bar

Gadis Seksi Bar Bar
part 15


__ADS_3

" tuan Jo, ada apa dengan mu,kau terlihat begitu pucat dan terlihat seperti vampir " tanya Indri pada Jo


'' ahh tidak apa nona, saya hanya kurang tidur saja " jawab Jo dengan kepala menunduk takut apa lagi saat melihat tatapan tajam sang atasan.


" Jo, jalankan mobilnya " ucap dingin Chiko


" ba.baik tuan " ucap Jo dsn langsung melajukan mobilnya.


selama perjalanan tidak seorang pun diantara mereka mengeluarkan suara, sehingga suasana di sana begitu canggung dan suasana yang seperti itu sangat dibenci oleh seorang Indri Hapsari Maheswara yang bar bar.


huffff


" apa perjalanan nya masih lama ?" tanya Indri yang sudah merasa sangat bosan.


" tidurlah, kumpulkan tenagamu untuk melihat para priamu kehilangan nyawa mereka." ucap Chiko melirik Indri.


" baiklah, lagian aku sudah mengantuk " ucap Indri sambil menguap dan tak butuh waktu lama dia tertidur dengan menjadikan bahu Chiko sebagai sandaran nya.


30 menit kemudian, terlihat mobil mereka berhenti di sebuah rumah di tengah hutan atau lebih tepatnya sebuah gubuk.


eughhh


" apa kita sudah sampai ?" tanya Indri sambil mengumpulkan nyawanya yang sebagian masih berada di alam mimpi.


" iya nona, dan tuan Chiko sudah menunggu di dalam " ucap Jo menunjuk gubuk di dekat mobil mereka.

__ADS_1


" apa di dalam ada orang, kenapa gubuknya terlihat sangat kecil, bahkan untuk kita bertiga saja itu sudah sangat kecil dan sempit " tanya Indri karena dia berpiki ia akan di bawah di suatu tempat, di mana ada beberapa pria yang di maksud olehq Chiko.


" sebaiknya nona masuk sekarang, kerena tuan Chiko tidak suka menunggu " ucap Jo dan langsung di angguki oleh Indri.


" di mana tuanmubitu bukankah tadi dia masuk kesini ?" tanya Indri saat masuk kedalam gubuk namun tidak menemukan siapapun di sana.


" nona, mari ikut saya " ucap Jo membukakan pintu rahasia di sana dan itu membuat Indri begitu takjub dengan gubuk kecil itu yang mampu menyimpan ruangan lain di dalamnya.


" wuahhh, kenapa kau tidak mengatakan kalau di sini banyak pria tampan " ucap Indri summuringah melihat banyak pria tampan yang memiliki body sixpack di sana.


sedangkan Jo yang mendengarnya hanya bergumam sedih.


" astaga nona, apa kau sadar tindakan nona itu bisa melayangkan nyawa kami " batin Jo miris .


" ummm, tentu " balas Indri dan tentunya itu hanya di bibir saja karena saat ini Indri terus berjalan menelusuri tempat tersebut bangunan luas layaknya mansion dan jangan lupa lapangan juga yang begitu luas. setelah puas berkeliling Indri hendak kembali pada Jo namun itu semua ia urungkan saat mendengar suara beberapa orang seperti sedang bertarung.


" wuahh, kukira tempat ini hanya memiliki sedikit penghuni, ternyata orang orangnya pada ngumpul di sini " ucap Indri mengintip di balik pohon.


" aku rasa ini seperti sebuah markas '' gumam Indri dan sesaat kemudian dia di kejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba menarik nya keluar dari persembunyiannya.


" eh eh eh apaan sih lepasin nggak " ucap Indri tak suka tangan di sentuh orang yang tak di kenalinya.


" aka kau seorang mata mata " tanya pria tersebut tanpa melepaskan tangannya dan hal itu membuat Indri semakin kesal.


" sudah ku bilang lepaskan tanganku dan aku juga bukan mata mata " ucap Indri dan langsung membanting pria tersebut

__ADS_1


bughhh.


" auwsss, kurang ajar beraninya kau " ucap pria itu dan langsung menyerang Indri dan Indri menyambut nya dengan senang hati. dan pertarungan mereka mengundang orang orang yang sedang melakukan rapat penyambutan bos besar mereka yaitu Chiko. dan yang pastinya mereka belum tau kalau Chiko sudah ada di sana karena perjanjian nya nanti malam baru ia kesana.


" hey dia seorang mata mata, serang dia " ucap pria yang mengarang Indri yang terlihat tidak baik baik saja.


" dasar tidak tau malu " ucap Indri kesal karena kini lawannya bukan hanya satu melainkan 15 bahkan lebih.


bugh


bugh


bugh


krak sheet


bugh sheit


tak butuh waktu mereka semua di sana tumbang .


" berhenti, tau saya akan menembak anda " ucap salah seorang di sana menodongkan pistol kearah Indri, yang Indri yakini mereka adalah tetua mereka.


" aaaahhhh sial aku membeci situasi ini '' teriak kencang indri dan teriakan nya berhasil membuat Jo menemukan nya, dan begitu paniknya Jo saat melihat Indri tidak ada di tempat nya hingga ia lupa kalau di sana ada CCTV.


" turunkan senjata mu "

__ADS_1


__ADS_2