
" apa yang sedang kalian lakukan ?" tanya Bris yang baru saja datang.
" kami hanya merencanakan liburan khusus untuk kami berdua " ucap Indri berbohong
" begitu kah ?" Tanya Indri memastikan
" ya mommy, aunty mengajakku untuk liburan, apa boleh ?" tanya Briel
" tentu saja boleh, tapi itu semua nggak gratis " ucap Bris membuat Indri jengah dengan tingkah sahabatnya itu.
" apa syaratnya,?" to the point Indri
" good girl , kamu harus memperlihatkan padaku, siapa pria yang bersamamu malam itu " ucap Bris.
ko di rp
" itu mah gampang, tapi tunggu aku balik ke Amrik ya " Indri
" deal , kalau begitu sekarang kita ke meja makan semua sudah menunggu di sana " ucap Bris lagi dan di ikuti oleh Indri dan Briel.
" mommy kapan uncle datang " tanya Briel pada sang mommy yang menggandeng tangannya menuyju meja makan.
" uncle ada di sana " tunjuk Bris pada Chiko.
" yeeee uncle sudah datang " teriak senang Briel dan segera berlari menuju Chiko.
" uncle ....!!!?" teriak Briel lagi dan langsung berlari ke pelukan sang uncle saat Chiko berbalik dan merentangkan tangannya untuk Briel.
" hey my sweetie, kau sudah tumbuh besar " ucap Chiko saat Briel ada dalam pelukannya.
__ADS_1
" tentu lah Uncle " ucap Briel sedangkan Indri kini hanya terdiam bahkan untuk melangkah saja ia sudah tak sanggup lagi.
" Indri apa yang kau lakukan di sana, kemarilah " ucap Bris dan Chiko yang mendengar Bris memanggil nama Indri wanita yang sempat membuat nya tertarik segera menoleh dan betapa terkejutnya dia.
deg.
"apa dia Indri sahabatnya Bris ?" tanya Chiko memastikan
" ya dia Indri yang pernah membuatmu menginap di RS selama seminggu " bisik Bryan dan entah mengapa saat mengetahui bahwa wanita yang di kejarnya saat ini adalah wanita yang sama dengan gadis yang membuat nya masuk RS ia merasa senang dengan hal itu.
tanpa banyak bicara.
Chiko beranjak dari sana dan menuju tempat di mana Indri masih stay di tempatnya.
" ikut aku " ucap Chiko dan langsung menarik tangan Indri.
" gak mau " Indri
dan dengan terpaksa Chiko memaksa Indri masuk ke dalam mobilnya.
" kamu mau bawa aku kemana sih ?" kesal Indri. namun Chiko hanya diam dan terus melajukan kecepatan mobilnya.l
sedang Bryan dan Bris di buat bingung memikirkan hubungan Chiko dan Indri. dan mereka memutuskan untuk bertanya secar langsung dari pada menerka nerka.
" kita mau ke mana ?" tanya Indri kesal sebab dari tadi Chiko hanya diam. dan seperti sebelumnya Chiko tak menjawab pertanyaan darinya dan karena bosan dia memilih untuk memejamkan matanya.
stelah menempu 4 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah perkebunan teh dan buuah yang sangat luas, Chiko memarkirkan mobilnya di depan sebuah villa mewah, Chiko mengendong Indri yang tertidur, sedangkan seluruh penghuni villa sudah tertidur dan satu satunya orang yang masih terjaga hanyalah satpam yang menyambut kedatangan nya.
" besok pagi, hidangkan makanan khas daerah ini " ucap Chiko dan tanpa menunggu jawaban dari satpam yang mengarnya dia langsung masuk di dalam kamar dengan membawa Indri.
__ADS_1
eughh
lenguh Indri saat Chiko meletakkan nya diatas tempat tidur.
setelah membersihkan diri nya, Chiko ikut bergabung dengan Indri tapi sebelum itu ia mengganti pakaian Indri terlebih dahulu menggunakan kaos kebesarannya,
skip pagi.
eughh,
" ini apaan sih kok berat banget " gumam Indri saat merasakan beban di atas nya " bagaimana tidak tangan besar Chiko berada di atas perutnya.
dan setelah melihat apa yang ada di atas tubuhnya, Indri begitu kesal dengan apa yang di lakukan Chiko kepadanya. dia bangun dan menoleh ke arah Chiko yang sedang tertidur.
" kalau di liat liat shi kamu memang mirip dengan tuang Chiko, bahkan sama tapi kenapa aku tidak kepikiran kalau kamu itu tuan Chiko " gumam Indri sambil memandang wajah damai Chiko.
dan tiba tiba Indri teringat dengan kelakuan Chiko terhadapnya, dia menjadi kesal sendiri dan dengan kejamnya dia menampar wajah Chiko, membuat saang empu terbangun dengan merasakan sakit di pipinya.
" ohh ****, kau menamparku ?" tanya Chiko dengan tatapan tajamnya.
" ya, kenaap marah ?" tanya Indri menantang.
" kau,!"
" apa " tantang Indri.
sedangkan Chiko kini mengeram kesal karena tidak mungkin ia memukul wanita apalagi itu wanitanya sendiri.
" hmmmm baiklah, sepertinya kau sedang marah karena aku tidak memberikan yang kau inginkan " ucap Chiko sambil tersenyum miring.
__ADS_1