
" tuan, bagaimana dengan persiapan nya ?" tanya salah satu pelayan pada Chiko,
" Jo, urus semuanya "
" baik tuan " ucap Jo lemah, karena sungguh saat ini dia sangat lelah mengerjakan tugas yang di berikan bosnya itu semalam dan la kini ada tugas baru lagi yang harus ia selesaikan. yaitu menangani persiapan kejutan untuk nona barunya itu yang gagal.
" kenapa wajahmu seperti itu, apa kau tidak suaka aku memerintahkan mu ?" tanya Chiko dingin
" tidak tuan, tidak sama sekali " ucap tegas Jo, sebenarnya dia bingung dengan apa yang terjadi selama dia pergi, sehingga membuat atasan nya ini mudah sekali marah.
" bagus " ucap Chiko dan langsung pergi dari sana.
huffff
Jo menghela nafasnya legah saat Chiko pergi dari sana.
" hey kau ke sini " panggil Jo pada salah satu pelayan pria di sana.
" iya tuan, ada apa ?"
" bereskan semuanya, terserah kalian makanannya mau di apakan, " ucap Jo memerintah.
__ADS_1
" ET tunggu dulu, satu jam lagi antarkan makanan untuk tuan Chiko dan nona Hapsari. " ucap Jo dan langsung di iyakan oleh sang pelayan.
" kamu boleh pergi " ucap Jo lagi dan langsung bergegas dari sana, menuju tempat yang sangat di rindukannya, yaitu tempat tidur, karena jujur saat ini ia sangat mengantuk sebab semalam ia harus bekerja lembur untuk mencari semua pria yang pernah dekat dengan Indri.
" akhirnya,..." gumam Chiko dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasurnya dan tak menunggu waktu lama ia pun tertidur.
sedangkan di sisi kamar lain terlihat sepasang insan yang saling menatap tajam.
" i hate you Chiko " ucap Indri menatap tajam kearah Chiko.
" kau tidak di izinkan untuk membeciku, kau hanya bisa mencintai ku " ucap Chiko tak kalah menatap tajam Indri.
" hey aku tau di bawah ada kolam, dan kau tidak akan mati bahkan lecetpun tidak " ucap Chiko lagi yang itu membuat Indri kesal dan marah. dia langsung berdiri memberikan Bogeman mentah di rahang tegas Chiko.
bugh
" ohh ****, mengapa pukulanmu begitu kuat " ucap Chiko menyesal tidak menahan pukulan dari Indri, dia berfikir pukulan Indri akan sama dengan pukul wanita yang lainnya.
" apa kau lupa tuan Chiko, akulah yang membuat mu masuk rumah sakit " ucap Indri mengingatkan Chiko, yang sepertinya lupa dengan kejadian beberapa tahun yang lalu.
" baiklah kalau begitu aku akan mengingatkan mu " ucap Indri dan baru saja ia mengangkat kakinya untuk menendang si Jhoni, sayang seribu sayang kakinya sudah di tangkap terlebih dahulu oleh Chiko.
__ADS_1
bahkan dengan sengaja Chiko membawa tubuh Indri lebih dekat dengan nya hingga tercipta lah posisi yang begitu intim dengan posisi satu kaki Indri ada di pinggang Chiko.
" aku suska posisi ini, sepertinya ko ta harus mencobanya " ucap Chiko dannlagi lagi itu membuat Indri marah.
" are you cr..." ucapan Indri terputus karena lagi lagi Chiko membungkamnya dengan ciumannya.
" sepertinya kau sudah tidak sabar untuk memulainya " ucap Chiko dan langsung menggendong Indri dan membaringkan nya di atas kasur.
" kau tidak membutuhkan ini " ucap Chiko menarik kimono yang di pakai oleh Indri hingga terpampang lah tubu polos Indri.
" dengar ya tuan Chiko yang terhormat, aku tidak akan pernah mau melakukan hubungan lagi dengan mu karena kau bukanlah tipe ku " terima Bris dan menutup tubuh polosnya dengan selimut.
" aku sudah memperingatkan mu sebelumnya, jadi jangan salahkan saya kalau pria priamu itu akan mati malam ini juga " marah Chiko lagi lagi Indri berucap seperti itu. dia langsung keluar melupakan birahi yang sudah berada di atas ubun-ubun.
namun baru beberapa menit Chiko kembali.
" pakai ini, kau harus menyaksikan kematian para priamu itu " ucap Chiko dingin namun Indri tidak bergerak sedikit pun karena jujur dia masih bingung pria mana yang di sebut oleh Chiko.
dan karena dia kepo, dia langsung meraih paper bag dan memakainya.
dan mengikuti langkah Chiko, menuju garasi mobil yang sudah ada Jo di sana dengan wajah vampirnya.
__ADS_1