Gadis Seksi Bar Bar

Gadis Seksi Bar Bar
part 47


__ADS_3

Chiko yang sedang sibuk menelepon Jo yang tak kunjung mengangkat panggilan darinya, begitu emosi apalagi saat Indri belum juga kembali ke tempat di mana mobilnya di parkir.


" ****, lihat saja aku akan memotong bonus bulanan mu, berani sekali dia mengabaikan telpon dariku " gumam Chiko saat lagi lagi tidak mendapatkan respon panggilan nya ke Jo.


saat sedang sibuk mengumpati Jo ,Chiko tiba-tiba kepikiran dengan chip yang di pasang pada setiap earphone bodyguard. tanpa membuang waktunya lagi dia segera mengecek di mana lokasi terakhir mereka saat ini.


" 100 meter dari sini " gumam Chiko dan langsung mengikuti arah petunjuk di mana lokasi bodyguard yang bersama Indri saat ini.


" HONNEY !!!" teriak Chiko terkejut saat melihat Indri saat ini sedang memanjat pohon mangga,


" honney, turun lah biarkan mereka saja yang memberikan buah mangga itu " mohon Chiko karena sungguh ia takut Indri jatuh apalagi pohon yang di panjat Indri saat ini sangat tinggi sekitar 10 meter.


" tidak, sebentar Mereka akan memiliki tugas lain. jadi biarkan aku saja yang memetik buahnya " ucap Indri lagi dengan berteriak.


" honney, kalau begitu biarkan aku saja yang memetik buahnya " ucap Chiko lagi


" tidak, kamu juga akan memiliki tugas yang sama dengan mereka jadi biarkan aku saja " teriak Indri lagi.


" no honney, kamu turun lah " ucap Chiko lagi dengan memohon, dan itu membuat mood Indri yang mulai membaik kini menjadi buruk kembali lagi.

__ADS_1


bugh


bugh


bugh


Indri begitu kesal dan langsung melempari Chiko dengan mangga mudah yang sudah di petiknya namun Chiko selalu berhasil menghindari lemparan Indri


bugh


" aouwsss " ringgis Chiko saat Indri dengan sengaja melemparkan tiga buah mangga muda sekaligus, dan karena Chiko yang tidak siap menerima serangan bertubi itu yang akhirnya salah satunya tepat mengenai jidatnya.


" ahahahahahahahaha, ini lucu Skali. " ucap Indri tertawa senang karena akhirnya pada lemparan kesekian kalinya ia dapat mengenai sasarannya.


karena terlalu asik dengan tawanya, kaki Indri terpeleset dan akhirnya jatuh dari ketinggian. untungnya Chiko dengan sigap menangkap Indri dan sebelum Indri sampai ke bawah ia perutnya sempat terbentur di dahan pohon yang cukup besar.


akhhhh


" bawah aku ke rumah sakit sekarang, cepat!!!" ucap Indri lemah

__ADS_1


" honney, are you ok ?" tanya Chiko saat melihat Indri akan memejamkan matanya


" Chiko cepatlah, aku tidak ingin terjadi apa apa dengan bayiku " ucap Indri lagi dengan suara lemahnya. dan Chiko tidak mendengar jelas apa yang di katakan Indri. yang jelas saat ini ia sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


sesampainya di rumah sakit, Chiko langsung membawa Indri ke ruang emergency.


" cepat tangani istriku Sekarang " teriak Chiko frustasi melihat wanitanya yang mulai menutup matanya.


" baik tuan, tapi mohon maaf tuan, anda harus di luar biarkan kami fokus untuk menangani istri tuan " ucap dokter paru baya wanita dengan tenang yang sebenarnya ia cukup taku dengan Chiko mengingat Chiko adalah pemilik Ruman sakit itu.


sebenarnya Chiko Sangat enggan untuk meninggalkan Indri, Namun ia juga tidak ingin Indri terlambat di tangani karena egonya, sehingga ia memilih keluar agar Indri cepat di tangani oleh dokter.


lama Chiko menunggu, sampai dokter keluar dengan peluh keringat membasahi wajahnya.


" dokter bagaimana dengan istri saya ?" tanya Chiko khawatir.


" istri anda saat ini sudah tidak apa apa, begitu juga dengan bayinya " ucap dokter membuat Chiko terdiam dan sesaat kemudian


brak

__ADS_1


__ADS_2