
" Indri, !!!! . kau di mana aku dan anak anak sekarang ada di mansion mu ?" teriak Bris melalui sambungan telepon sebab sudah beberapa kali ia mencoba menelpon sahabatnya itu namun tak diangkatnya hingga panggilan ke 17 baru diangkat nya.
"_"
" cepatlah, karena sepertinya nanti malam kami akan balik ke Indonesia " ucap Bris lagi sedikit kesal, sebab rencana yang sudah di susunnya untuk berlibur beberapa bulan di Amrik semuanya sirna. sebab beberapa menit yang lalu ia di telpon oleh mertuanya bahwa saudara iparnya Babby Minggu depan akan segera menikah dan itu semua sangat mendadak.
" apa tenggorokan mommy tidak sakit ?" tanya Brian yang malas melihat mommy nya yang suka sekali berteriak.
" sayang, tenggorokan mommy tidak akan sakit, apa lagi rasanya mommy sudah sangat lama berteriak seperti tadi " jawab Bris sambil melihat ke arah anaknya Briel yang terus terus menjahili pelayan yang ada di sana.
" Riel, jangan nakal " ucap Bryan yang sudah sejak tadi melihat anaknya yang sangat nakal,
" iya dad " jawab lesu Briel dan segera duduk di samping abangnya.
.
.
.
__ADS_1
" astaga apa dia vampir ?, hampir di seluruh tubuhku ada bercak merah seperti ini " gumam Indri sambil memoles foundation di bagian leher jenjangnya untuk menutupi karya Chiko semalam dan pagi tadi. setelah di rasanya cukup ia segera pergi meninggalkan Chiko yang sedang tertidur dan tidak lupa juga ia meletakkan surat yang sudah di tulisnya di atas nakas.
" aku menyukai tubuhmu, tato mu , semua yang ada pada tubuhmu aku suka, tapi sayangnya kau bukanlan seorang pria mafia seperti yang ku inginkan " gumam Indri dan setelah itu ia segera pergi dari sana.
setelah menempuh perjalanan selama setengah jam lamanya menggunakan taxi online akhirnya ia sampai di mansion nya, dia berlari kecil, di dorongnya pintu utama dan terlihatlah sang sahabat beserta ke dua anaknya yang menoleh ke arahnya.
aaaaaaa Indri, Bris
teriak Bris dan Indri bersamaan membuat Brian dan Briel menutup kuping masing-masing.
" aku merindukanmu " ucap Indri sambil memeluk sahabatnya itu
" aku hampir tidak mengenalmu " ucap Bris sambil melihat tampilan Indri yang seksi berbeda dengan Indri yang dulu yang sangat sederhana.
" oh ayolah, ini Amrik, kan aneh Seorang Indri Hapsari Maheswara, CEO MH. group dan pemilik butik serta salon kecantikan terkenal di negara ini berpenampilan sederhana ?" ucap Indri dengan gaya sok anggunnya.
Bris yang mendengarnya hanya menganggukkan kepalanya.
" oh ya itu tidaklah penting, aku ingin tau apa sekarang kamu sudah mempunyai kekasih ?" tanya Bris antusias
__ADS_1
Indri hanya menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya
" aku belum menemukan pria mafiaku " ucap Indri sambil memikirkan pria idamannya namun yang terlintas dipikirannya adalah Chiko dan kegiatan mereka yang semalam, membuat pipinya merona malu, dan semua itu tidak lupuk dari pengamatan Bris.
" ada apa denganmu, apa kamu sakit ?" tanya Bris sedikit khawatir
" ahh tidak sama sekali, " ucap Indri salah tingkah
sedangkan Brian dan Briel yang sejak tadi diam memperhatikan mommy dan aunty nya ngobrol. kini ia merasa aunty nya itu sedang sakit dan ia mencoba untuk menutupinya dari Bris.
" mammy, apa ada tisyu basa ?" tanya Briel dan Bris langsung memberikan tisu yang di minta anaknya.
" aunty, kata mommy kalau kita sakit kita tidak boleh menyembunyikan nya " ucap Briel membuat Indri dan Bris bingung.
tanpa peduli dengan kebingungan orang dewasa di depannya Briel langsung mendekati Indri dan tanpa basa basi di langsung mengusap leher jenjang Indri menggunakan tisu basah dan apa yang dilakukan nya itu membuat Bris melihat leher Indri dan melototkan matanya terkejut.
" tuhkan mom, aunty itu sakit " ucap Briel dan kembali duduk di samping abangnya
" Indri aku butuh penjelasan darimu tapi tidak di sini " ucap Bris dan langsung menarik tangan Indri menuju kamar tamu yang terletak tidak jauh dari sana.
__ADS_1