
" turunkan senjata mu " ucap Chiko dingin membuat semua orang di sana terkejut orang yang mereka tunggu tunggu kedatangannya ada di hadapan mereka dan terlihat sedang marah.
" Jo hukum semua orang yang sudah membuat wanitaku mengeluarkan keringatnya " ucap Chiko yang mana membuat semua orang terkejut
orang yang mereka anggap penyusup sebagai mata mata adalah kekasih bos besar mereka.
" baik boss " ucap Jo mengubah panggilan nya ke Chiko dari tuan ke boss sebab sudah sebagai aturan jika mereka sedang membahas masalah perusahaan maka Jo akan memanggilnya dengan sebutan tuan namun di luar itu dia akan memanggil tuannya dengan sebuta bos.
" dan jangan lupa ambil hukuman mu " ucap Chiko lagi dan pergi dari sana dengan mengendong Indri.
" kalian semua ikut saya " ucap Jo dan langsung berlalu dari sana untuk mengambil hukuman termaksud dirinya.
setelah mengambil hukuman 50 cambukan Jo, langsung bergegas kembali keruangan Chiko untuk melaksanakan tujuan awal kedatangan mereka. namun saat sampai di pintu ruangan sang tuan yang tidak tertutup rapat ia kembali mengurungkan niatnya saat mendengar suara sang tuan membentak seseorang.
" berani sekali kau !!!" teriak Chiko marah
"-"
" aku pastikan kau akan mati dalam 24 jam " ucap Chiko lagi melalui sambungan teleponnya dan memutuskan sambungan telepon sepihak.
semua itu di salah artikan oleh Jo, Jo berfikir sang tuan sedang memarahi Indri itu sebabnya ia mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam ruangan sang atasan.
__ADS_1
" Tuan Chiko yang terhormat, sejak kemarin perutku belum terisi, apa kau kekurangan uang untuk memberikan ku makan ?" tanya Indri yang sejak tadi diam menyaksikan Chiko yang marah marah dengan orang di balik telponnya.
" maaf, aku melupakan itu " ucap Chiko dan langsung menelpon bawahannya.
" kau bawakan aku makanan, dan panggilan kan Jo untuk ke ruangan ku sekarang " ucap Chiko dan langsung meatikan sambungan teleponnya.
" apa kau tidak ada niatan untuk menjelaskan semua ini padaku?" tanya Indri sedikit kesal pasalnya dari tadi ia menunggu penjelasan dari Chiko namun Chiko seolah tidak peduli dengan kekepoa nya.
" aku akan menjawabnya tapi tidak sekarang, dan lagian kamu pasti sudah tahu semuanya " ucap Chiko membuat Indri tidak puas.
" tapi ak.u ""
tok
tok
tok
" masuk " ucap Chiko.
" tuan ini makanan nya " ucap Jo dengan membawa 6 orang lainnya yang membawa makanan.
__ADS_1
" taro di sana, dan kaliwn berenam boleh keluar " perintah Chiko.
kemudian Indri dan Chiko langsung duduk untuk memulai makan.
" kak Jo, kenapa tidak ikut makan " tanya Indri dan mengubah panggilan nya ke Jo dan itu membuat Chiko kesal dan melirik tajam kearah Jo.
" tidak perlu nona saya sudah makan sebelumnya " ucap Jo sedikit takut melihat tatapan tajam dari Chiko.
" kak Jo, ayolah pria tak tahu diri ini tak akan makan jika kak Jo tidak ikut makan bersama kami " ucap Indri lagi membuat Chiko yang sedang meneguk minumannya tersedat.
uhuk
uhuk
uhuk
" nah tuh kau lihat kan, ayolah Duduk gabung dengan kami " ucap Indri lagi dan langsung menarik tangan Jo dan hal itu lagi lagi membuat panas saat melihat tangan mulus Indri menarik tangan asistennya dengan lembut.
" Jo, sepertinya hukuman 50 cambukan itu masih kurang untuk mu " batin Chiko menatap tajam Jo dan Jo seolah mendengar isi hati sang atasan nya. ia menelan Saliva nya dengan susah.
" astaga kak apa perlu aku menyuapimu ?" tanya Indri lagi yang.mana hal itu membuat Chiko dan Jo melototkan matanya.
__ADS_1
" tidak perlu nona saya bisa sendiri " ucap Jo cepat takut Sang atasan tambah murka.
dan akhirnya acara makan sore itu di lakukan dengan ketakutan oleh Jo, sebab tak henti hentinya Chiko terus menatap tajam kearah nya.