
ceklek
setelah pintu terbuka, Chiko tidak menyia nyiakan kesempatan itu, ia segra kembali mencium Indri, ciuman yang kian menutut, membelai, mencecap mereka terus saling membalas seperti tak ada yang ingin mengalah dan bahkan kini keduanya sudah polos tanpa sehelai benang, ntah siapa yang memulainya.
tangan dan mulut Chiko yang tidak tinggal diam, yang tadinya terpusat pada bagian gunung kembar milik Indri kini kembali bergelia bebas, ia meraba perut wanitanya membuat sang wanita mengeliat bagai cacing kepanasan. ruangan yang awalnya sunyi kini di ramaikan oleh suara ******* Indri yang terus di buat gila oleh Chiko.
ahhhhhhhh
desah panjang Indri ketika jari yang sejak tadi mempermainkan putik sari mahkotanya, meraba bagian pintu mahkotanya dan
jleb
" akhhh'' desah Indri lagi ketika Chiko memasukkan satu jarinya di sana.
" ah, ah stop it " racau Indri dan Chiko yang mendengarnya bukannya berhenti kini makin bersemangat, bahkan ia menambahkan jarinya menjadi dua jari.
" apa kau sering melakukan ini " tanya Chiko namun Indri tidak menghiraukannya apa lagi sesuatu yang ada dalam dirinya terasa ingin keluar
" ahh pliss stop, aku ingin pipi.s " pinta Indri namun Chiko makin menambah kecepatan nya,
ahhhh
desah panjang Indri saat mengalami pelepasan pertama nya.
namun belum juga Indri istirahat kini Chiko kembali mencium bibir nya, ********** Bahakan mencecapnya dan tangannya tak diam begitu saja, iya terus mempermainkan dua gunung kembar Indri dan sesekali meremasnya membuat Indri mendesah di sela sela ciumannya.
emmmmmmhh
" aku tidak tahan lagi " ucap Chiko, dan segera melepaskan satu satunya kain yang melekat pada tubuhnya dan Jhoni yang sejak tadi meronta meronta untuk keluar. kini siap untuk bertempur.
__ADS_1
Chiko segera mengarahkan kepala si Jhoni pada pintu mahkota Indri. dan
jleb
akhhh''
" sssshhh sakit " desah dan Ringgis Indri saat merasakan sakit saat sesuatu benda tumpul memasukinya, rasa sakit yang ia rasakan di lampiskannya pada punggung Chiko, Chiko begitu terkejut ternyata wanita yang ada di bawahnya ini masih PW dan dialah orang pertama yang memasukinya.
melihat wanitanya meneteskan air mata, sungguh ia sangat tidak tega dan merasa bersalah, ia segera mencium kembali bibir Indri dengan sangat lembut, agar Indri kembali tenang
setelah beberapa saat mendiamkan si Jhoni di rumah barunya, ia mulai menggerakkan nya secara perlahan,
Indri yang awalnya kesakitan kini merem melek merasakan kenikmatan yang di berikan oleh Chiko,
Indri sudah beberapa kali mencapai puncaknya namun Chiko terlihat belum ingin mengakhirinya.
" sebentar kita bersama " ucap Chiko sambil menamba tempo kecepatan nya dan.
akhhhh
desah panjang Chiko saat merasakan puncak klimaksnya dan menyemburkan nya ke dalam rahim Indri. sedangkan Indri kini bergetar menerima cairan bibit premium dari Chiko.
" istirahatlah sayang, aku tau kamu kelelahan " ucap Chiko setelah mengeluarkan si Jhoni, kemudian ia merebahkan tubuhnya di samping Indri sambil memeluknya tidak lupa juga ia mencium kening Indri.
cup
" terimakasih " ucap Chiko lagi kemudian mereka tertidur dengan posisi Chiko yang memeluk Indri.
.
__ADS_1
.
.
sedangkan di sisi lain benua.
" sayang, aku kangen sama Indri sudah lima tahun aku tidak menemuinya " ucap Bris sambil memeluk suaminya.
" apa kamu kangen sama dia ?" Bryan
" ya, aku ingin besok ke Amrik untuk menemuinya, tapi aku tidak ingin meninggalkan anak anak sendiri di sini " ucap Indri lagi.
" kenapa mereka tidak ikut saja " tanya Bryan
" mereka lagi sekolah sayang " ucap Indri
" nanti kita izin saja di sekolahnya, lagian anak kita semua sangat jenius tidak masuk sebulanpun itu tidak akan berpengaruh pada mereka " jelas Bryan membuat Bris kini jadi semangat.
" kalau begitu besok kita berangkat " ucap Bris semangat
" tapi itu semua nggak gratis sayang " ucap Bryan mengedipkan matanya
Bris yang mengerti maksud dari suami mesumnya ini hanya mecebikkan bibirnya kesal.
" kita baru saja melakukannya, apa yang tadi itu masih kurang ?" tanya Bris kesal sebab mereka baru saja melakukan hubungan suami-istri sampai beberapa ronde, tapi suami nya ini sudah mau minta lagi.
" sayang, tadi itu masih kurang nih lihat si jecki udah on lagi " ucap Bryan sambil mengarahkan tangan Bris pada jekci dan benar saja ia sudah sangat siap untuk bertempur.
dan saat Bris memegang si jekci, Bryan kini tak tahan lagi ia langsung kembali menyerang sang istri sampai menjelang pagi.
__ADS_1