
flashback on
" akhhh setelah ini hubungan kita sebatas kerja sama saja " ucap Indri saat Chiko menyudahi kegiatan nya.
" dengar baik baik, mulai saat ini kau adalah wanitaku dan jangan coba-coba untuk lari dariku" ucap Chiko dingin
" aku tidak mau, karena kau bukanlah tipe pria yang ku inginkan " balas ketus Indri yang mana membuat amarah Chiko meluap dan tanpa aba-aba langsung membalikkan tubuh Indri dan langsung melakukan penyatuan
akhhhh
desah Indri terkejut dengan tindakan Chiko,
gerakan tubuh Chiko yang cepat membuat Indri kewalahan menghadapi nya, namun disaat permainan mulai di nikmatnya Chiko justru menghentikan kegiatannya.
" kenapa kau berhenti " tanya Indri frustasi karena Chiko menghentikan permainannya.
" katakan bahwa kau adalah wanitaku " ucap Chiko tanpa melepaskan penyatuannya .
" aku tidak mau " ucap tegas Indri, karena Indri sungguh tidak mau terikat dengan pria yang bukan tipenya.
" apa kau yakin " ucap Chiko sambil mengerakan tubuhnya dan itu membuat Indri semakin tersiksa.
" kumohon, bergeraklah " ucap Indri dengan nafas menderu namun Chiko sama sekali tetap dengan kegiatannya bergerak secara perlahan walaupun itu cukup menyiksa nya juga.
" baiklah, aku mau " ucap Indri dengan mata terpejam
" mau apa" ucap Chiko makin mempermainkan Indri bahkan dengan nakalnya kini tangan nya ikut bekerja di area gunung kembar Indri.
" aku mau jadi wanita mu " ucap Indri, mendengar hal itu Chiko dengan bersemangat menambah tempo gerakan nya, sampai keduanya sampai pada puncaknya. mereka terus melakukannya hingga Chiko ambruk di atas tubuh Indri.
flashback off
__ADS_1
" tuan, apa kita langsung ke hotel " tanya Jo pada Chiko ketika mereka baru sampai di Indonesia.
" ke apartemen saja " ucap Chiko dan segera di ikuti oleh Jo.
.
.
.
" sayang, kak Chiko nanti datang nggak ya di pernikahan Babby ?" tanya Bris pada sang suami.
" dia akan datang, bahkan baru saja Aldi menelpon kalau Chiko sekarang sudah ada di Indonesia " ucap Bryan sambil berfikir
" bukankah dia sekarang pria yang sangat sibuk ?" tanya Bris bingung.
" sepertinya ada yang aku lewatkan " ucap Bryan segera meraih handphone nya.
" sayang, tidurlah ini besok pagi kamu ikut ke kantor " ucap Bryan dan langsung di angguki oleh Bris.
skip pagi
"morning" sapa Indri yang baru saja turun, padahal sudah setengah jam Dika dan mommy menunggunya di meja makan
" morning sayang, ayo duduk " balas sang mommy sambil tersenyum
sedangkan Dika, sejak semalam ia tidak banyak berbicara tidak seperti biasanya dan itu semua membuat Indri menaruh rasa curiga.
" sepertinya bang Dika punya rencana terselubung deh " batin Dika sambil memincingkan matanya ke arah Dika dan itu semua di sadari oleh sang empu namun dia tidak menghiraukannya.
" aku selesai, mom Dika berangkat ke kantor " pamit Dika tidak lupa mencium pipi sang mommy dan lagi lagi dia tidak menghiraukan Indri.
__ADS_1
" bang, Indri ikut " ucap Indri segera menyudahi sarapannya dan segera menyusul sang kakak tidak lupa ia juga mencium pipi sang mommy.
" Abang kenapa sih, judes amat ?" tanya Indri setelah masuk ke dalam mobil.
" biasa aja " ucap Dika
'' udah deh bang, Abang bilang aja butuh bantuan apa dari Indri ?" ucap Indri yang udah jengah dengan tingkah abangnya yang sok cuek.
" memang ya adek Abang paling peka sedunia " ucap Dika yang kini terlihat sumringah
" ya udah katakan, apa yang harus Indri lakukan ?" Indri
" bantuin Abang dong, ngegagalin perjodohan itu " ucap Dika dengan setengah memohon
" kalau yang itu mah, tanpa bang Dika ngomong Indri pasti gagalin " ucap Indri dengan wajah nya yang menggemaskan bagi Dika.
" aaaaaah adik Abang kenapa menggemaskan gini shi ?" ucap Dika sambil mencubit gemas pipi Indri
" bang, sakit tau " ucap Indri melepas cubitan Dika.
" bang, Indri masih lapar nih makan ayok " ucap Indri sok manja.
" ya udah kalau gitu Abang antar " Dika
kafe xxxxx
" bang siapin dong, Indri lagi malas makan sendiri " ucap manja Indri dan Dika dengan senang hati melakukan nya.
dan tanpa mereka sadari sejak awal masuk kafe hingga kegiatan Dika yang menyuapinya makan, ada sepesang mata elang yang menatap tajam kearah mereka.
" ternyata kau sangat berani Babby, dan kau harus di hukum " gumam orang tersebut dengan rahangnya yang mengeras.
__ADS_1