Gairah Om HoT Yang Kesepian

Gairah Om HoT Yang Kesepian
Bercocok Tanam


__ADS_3

Eva tersadar ketika Frans menyiapkan baju nya, bayangan di masa lalu kembali membuat dirinya menjadi terkejut dan dengan capat tangan nya bergerak ingin mengganjar Frans.


Namun Frans bukan tandingannya, karena Frans bukan pria sembarangan. sekuat apapun Eva biar bagaimanapun dia akan tidak mampu melawan Frans yang seorang laki-laki.


Karena pada kodratnya sekuat apapun seorang wanita pasti ada kelemahannya. Frans berhasil membuat Eva tidak berkutik.


Di tatapnya wajah Eva yang garang memerah menahan amarahnya.


"bukankah tadi kamu menikmatinya kenapa sekarang baru berontak?" Frans tersenyum menang.


"Brengsek kamu Frans?!" maki Eva.


"Hei ,,,,! Eva Wulandari, apakah kamu tidak jatuh cinta dengan pria tampan seperti ku?" Frans semakin menggodanya.


"Siapa juga yang Sudi untuk jatuh cinta kepada lelaki sepertimu franseda Alfonz" cibir Eva.


Matanya sampai melotot kepada Frans, membuat pria tampan itu malah tertawa, bila sedang tertawa seperti itu pada ketampanannya semakin meningkat dan semakin mempesona di mata Eva.


Namun Eva sendiri tidak mau mengakui perasaannya.Di hatinya sendiri berdebar-debar melihat tatapan fans yang begitu membuat jantungnya ingin meloncat keluar dari tempatnya.


"Jujur aku suka kamu Va!" ucap Frans.


Dia lalu menghidupkan mesin mobilnya berlalu pergi tempat itu. Membiarkan Eva dengan keterkejutan nya.


Frans bukanlah pria yang pandai mengobrol dan merayu wanita dia mengatakan jujur apa adanya.


Eva sendiri tidak menyangka bahwa Frans akan mengungkapkan perasaannya.


"Apakah malam nanti kamu mau aku ajak untuk kencan VA?"


Eva semakin dibuat terkejut dengan apa yang di inginkan Frans. Di tatapnya Frans yang dengan tenang mengemudikan mobilnya.


"Jangan tatap aku seperti itu nanti kamu semakin mengagumi ketampanan ku" sindirnya tanpa menoleh ke arah Eva.


"Ih siapa juga yang sedang mengagumi mu?" cibir Eva.


"Wanita yang kini duduk di samping ku!" Frans terkekeh.


Frans melirik Eva yang sedang cemberut kepada nya.


"Kamu mengemaskan kalau cemberut seperti itu, pokok nya nanti malam aku akan menjemputmu, kita keluar" kata Frans tangan nya memegang setir mobilnya dengan sangat santai.


"Aku tidak bisa!"


"Aku tidak mau ada penolakan"


"Kok maksa sih"


"Bukan nya maksa, tapi mengapa kita tidak saling membuka hati?"


Eva di buat berpikir untuk bisa mencerna apa yang di katakan Frans.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak berpikir Va, nikmat kehidupan ini"


Eva menatapnya"kok dia tau aku sedang berpikir, kayak ahli nujum"


"Jangan berpikir yang macam macam tentang aku"


Eva semakin menatap wajah Frans, wajah yang selalu di cukur rapi. Terlihat dagu tegas kebiruan bekas cukur.


Mobil sampai di sebuah pasar tradisional mereka hendak turun. Namun ponsel Frans berbunyi, panggilan Video dari si bos.


"VA,,,,?! cepat kamu masuk ke dalam cari apa yang di idamkan istri bos mu itu" kata Frans.


Dia tersenyum sambil mengedipkan matanya, menggoda Eva. Membuat wanita itu mencibir kepada nya. lalu buru buru masuk ke dalam pasar Henda membeli pesanan istri bos.


"Frans apa kalian beli pesanan istri ku di Amerika, pakai urus visa dan pasport sampai lama begini?" teriak Alex di sebrang sana.


Frans menjauh kan ponselnya, telinganya sampai berdengung mendengar teriakkan si bos.


"Ini juga baru sampai abis mutar mutar cari pesanan nya nyonya. Tuh Eva sudah beli baru di dapat" Frans mengarahkan ponselnya ke arah Eva yang sedang berjalan buru buru menuju mobil di mana Frans sedang menunggu nya sambil berbicara dengan si bos.


Alex yang sedang kesal kepada mereka segera mematikan ponselnya.


"Daddy, mengapa mereka lama sekali belinya sih" rengek jelly.


"Sabar sayang mereka sebentar lagi sudah sampai rumah" kata Alex sambil menggendong Kaysar.


Alex sampai sampai di buat benar benar kerepotan, merepotkan sekali mengurus wanita hamil dan balitanya.


Bila sedang dalam mode marah seperti itu, Jelly terlihat semakin cantik menggemaskan di mata Alex.


Jelly kini benar benar cerewet dan semakin membuat Alex senang senang susah. Bagaimana tidak senang akan memiliki anak lagi.


Susahnya kalau ibu negara sedang marah marah sampai sampai mau ada perang tanding. Maksudnya bertanding di atas ranjang.


Jelly merupakan wanita yang mampu membuat Alex selalu bergairah. Sebelum nya Alex memiliki istri tapi rasanya beda sama Jelly.


Jelly berbeda dengan Katy, wanita itu hanya mau berhubungan intim bila ada maunya. Jelly lain dia bisa dengan agresif mengimbangi permainan Alex.


Setelah bosan menunggu akhirnya semua bahan rujak yang di inginkan Jelly pun tiba. Bahkan Frans dan Eva yang di hukum mereka berdua yang harus membuat rujaknya.


Frans dengan senang hati mengupas semua buahnya bersama Eva. Bahkan dia sempat berbisik kepada Eva.


"Rasanya aku pengen punya istri yang mengidam, pasti asyik"


"Jangan gila Frans" balas Eva geram.


Jelly sempat melihat dua insan itu berbisik bisik, perlahan mendekati pasangan yang lagi kasmaran itu.


"Apakah kalian sedang pacaran?"


Pertanyaan Jelly membuat Frans dan Eva terkejut mereka saling pandang.

__ADS_1


"Kalian cocok juga sebagai pasangan serasi" ucap Jelly.


Senyum mengembang di bibirnya melihat kedekatan Frans dengan Eva.


"Hm...aku yakin ini pasti kerjanya laki laki tua itu yang membuat dua insan ini berduaan" pikir Jelly menduga duga.


Alex pasti sengaja mendekatkan mereka, itu yang ada di pikiran Jelly. Wanita cantik itu tidak tau kalau suami nya itu sengaja' agar Jelly tidak meminta Frans untuk menemani nya makan.


Seperti yang sudah sudah, saat kehamilan Jelly. Wanita yang sedang ngidam itu masih memperhatikan Frans yang serius mengulas senyum.


"Oooh jadi benar dugaan ku, Alex memang sengaja menyuruh mereka untuk pergi bersama Sekarang juga di beri hukuman bersama sama.


*Awas saja kau Alex!"


.Bergegas Jelly menemui Alex di ruang kerjanya.


Wanita muda itu menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Mengintip kedalam sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam ruang kerja suaminya itu.


Alex terkejut melihat wajah marah di hadapannya itu.


"Aih ada apa sayang?"


Alex berdiri dari duduknya lalu menghampiri kekasih hati nya itu.


"Mommy?" meraih tubuh Jelly dalam pelukannya.


Memberikan kecupan kecupan sayang kepada ibu dari anak anak nya itu.


Mata jelly menatap suaminya dengan tatapan marah sambil menyeringai.


"Jadi benar Daddy yang membiarkan Frans besama Eva?"


Alex yang masih belum mengerti apa itu yang di katakan ibu negara Ani.


"Katakan apa yang terjadi, apa kamu melihat mereka sedang berciuman?" tanya Alex.


Pria itu tersenyum sambil mengelus kepala Jelly. menciuminya.


"Jangan mengganggu mereka"


"Aku tidak bisa melihat mereka seperti itu, karena biar bagaimana pun mereka sudah dewasa Daddy tidak perlu memikirkan jodoh untuk mereka"


"Tidak ada salahnya kan, jika mereka berjodoh


aku tidak akan menyewa" kilah Alex.


Beralasan melihat wajah tidak berdosa makin itu, yang semakin takut untuk dapat ajukan.


"Jangan ganggu mereka Daddy" tegur Jelly.


"Sssst,,,! Alex membekap mulutnya Jelly."

__ADS_1


__ADS_2