
Bob yang hendak mendekati Linda untuk menjelaskan bagaimana hidup nya selama ini namun panggilan telpon dari bos Alex tak bisa di abaikan.
Dia tidak ingin mendapat kemurkaan dari pria tampan mengerikan itu. Bob mengangkat panggilan dari Alex.
"Baiklah bos aku akan segera ke sana" terdengar pembicaraan Bob sebelum akhirnya buru buru pergi dari apartemen Linda.
"Hufff,,,! akhirnya kamu pergi juga"Linda bernafas lega.
Linda bergegas masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya lalu menuju ke dapur. Membuat Omelette dengan susu coklat hangat untuk mengganjal perutnya yang tiba tiba terasa kosong.
"Tuhan aku belum siap untuk bertemu dia saat ini, terlalu lama dia pergi, hingga aku lelah dalam penantian ku, karena dia pula aku di asing kan orang tua ku" tanpa terasa butiran bening itu jatuh dari kelopak indahnya.
Saat ini bukanlah Bob yang Linda rindukan tapi ayah ibunya. Sekian tahun tanpa kabar berita membuat Linda seakan benci kepada Bob.
Linda kini menangis seorang diri di apartemen nya. Setelah makan Linda menuju kamarnya berbaring dengan tatapan kosong menatap langit langit kamar nya.
Hingga tanpa terasa mata Linda perlahan meredup dan tertutup, tidur dengan pulas, melupakan sosok laki laki di masa lalu nya yang kini kembali hadir mengusik kehidupan nya.
Bob kini berada di markas mewah milik Alex, Pria itu bagai pesakitan dalam persidangan. Duduk di hadapan Alex yang saat ini menatap nya tajam dengan wajah dingin nya.
"Boby Erthanto! Katakan padaku apa yang terjadi antara kamu dan Linda sebelumnya?" kata Alex, meskipun ia telah mengetahui tentang masa lalu Bob dengan Linda bertahun silam.
Frans sudah menyelidiki dan memberikan laporan mendetail tentang Hubungan antara Bob dan Linda. Alex sebagai bos dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada setiap karyanya tak terkecuali.
Bob tertunduk lemas dan ketakutan, entah hukuman apa yang akan dia terima bila sudah berada di markas penghantar nyawa ini.
Bob tidak pernah menyangka jika Alex pada akhir tau tentang masa lalunya bersama Linda.
"Linda adalah kekasih ku!"
"Kekasih yang pergi meninggalkan nya begitu saja" kata Alex sinis.
"Aku punya alasan untuk itu"
Bob berusaha membela diri namun dia akan pasrah jika Alex akan menghabisinya. Dia rela mati demi Linda, mungkin hukuman itu yang pantas untuk nya.
"Baiklah aku ingin mendengar apa alasan mu yang memilih menikah dan melupakan Linda. Wanita yang telah kamu campakan setelah kebejatan mu" Alex mulai geram.
Bob terkejut mendengar kalimat Alex barusan,Ia menatap wajah dingin bos nya ini. Dan Pada akhirnya ia menceritakan kisah yang sesungguhnya.
Alex masih menatapnya dengan tatapan yang menusuk jantung. Menunggu keputusan Alex selanjutnya.
Bob terkejut dengan tatapan nanar ketika melihat Alex menarik pelatuk senjata nya. Benda yang kini siap memuntahkan timah panas itu mengarah ke kepalanya.
Saat tangan Alex akan menarik picunya, Frans datang memberitahukan Alex kalau Jelly akan di larikan ke rumah sakit, istrinya itu akan melahirkan.
"Lakukan tugas mu dengan baik, saat ini nyawa mu masih selamat" katanya dingin sambil memasukkan senjatanya ke dalam jaket.
Buru buru Alex keluar dari ruangan itu " kita ke rumah sakit sekarang" titahnya pada Frans.
__ADS_1
Frans melirik ke arah Bob dan memberikan kode untuk menyusul mereka ke rumah sakit.
Bob menarik nafas lega, buru buru melangkah ke luar masuk ke mobil nya melaju menuju rumah sakit melalui jalan pintas.
Sebelum Alex tiba di sana Bob sudah duluan tiba. Masuk ke ruangan nya berganti pakaian kebesaran dokter. Setelah itu menuju ke ruangan di mana Jelly di rawat.
Wanita cantik itu sedang menahan sakit perutnya tanda akan melahirkan. "Persiapkan semua alat untuk melakukan tindakan" perintah Bob sebagai dokter nya.
Jauh jauh hari Bob sendiri sudah menyiapkan semua keperluan untuk Jelly melahirkan bila tiba waktunya.
Pintu ruangan itu kini tertutup di kunci, agar siapun di larang masuk kecuali suami pasien.
"Mommy bagaimana keadaan istri ku?" tanya Alex yang baru datang.
"Keadaan istri mu, suami macam apa kamu sampai istri mu mau brojol kamu tidak ada di samping nya" Amuk Mommy dengan kemarahan nya.
"Simpan dulu Omelan mu momm, aku pingin tau bagaimana keadaan istri ku" kata Alex cemas.
Pintu terbuka seorang suster meminta Alex untuk masuk. '"masuklah tuan, nyonya menunggu mu"
Alex bergegas masuk menghampiri tempat tidur istri nya. "Apakah kamu baik baik saja?" meraih jemari jelly.
"Baik?"aku kesakitan begini masih Daddy bilang baik" kata Jelly kesal melotot marah.
Alex tersenyum miring dan langsung ******* bibir Jelly, tidak peduli dengan apa pun. itulah cara dia melampiaskan kemarahannya.
Alex paling tidak ingin kalau Jelly yang marah kepada nya. Dia akan membalas dengan caranya agar tidak ada keributan.
"Hentikan Daddy!" pekik Jelly.
Wanita itu mendengus kesal dia sedang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan anak kedua mereka.
Alex malah dengan senang hati menciumnya dengan gilanya. Ia tersenyum melihat wajah kesal. sang istri. Detik berikutnya Alex meringis sakit ketika Jelly menjambak rambutnya saat perut nya kembali terasa sakit.
Alex yang hanya mengenakan baju kaos ketat yang membalut tubuh sixpack nya. Penampilan nya mulai berantakan karena dicakar oleh Jelly saat kontraksi.
Alex sempat melotot kepala Bob yang sudah berpakaian lengkap seorang dokter. Bob sendiri mengerti apa arti tatapan Alex.
Bosnya itu tidak ingin Seorang laki laki yang membantu istrinya melahirkan.
"Apa di rumah sakit ini sudah tidak ada dokter wanita nya?" Kata Alex marah.
"Maaf bos! anda tenang saja mereka yang akan membantu persalinan istri anda" ujar Bob.
"Lalu mengapa kamu ada di sini?"
"Apakah anda lupa kalau aku adalah dokter yang merawat nya?" balas Bob tidak mau kalah.
"Kamu Dokter yang merawat bukan berarti pula kamu yang harus melakukan tugas ini" Debat Alex.
__ADS_1
"Sudah ku katakan aku adalah dokter nya"
"Daddy mengapa harus berdebat sih" pekik Jelly.
Alex terpaksa mengalah, Ia mulai sibuk menyeka keringat istri nya. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya lahir lah putri mereka dengan sehat selamat.
Namun penampilan Alex sangat berantakan dengan rambut yang acak acakan seperti wanita yang habis berkelahi saling Jambak.
Beberapa luka goresan terdapat di tangan dan lengannya, akibat cakaran kuku kuku istrinya. Merupakan sebuah momen yang luar biasa.
Terdengar tangisan bayi yang memenuhi seisi ruangan. Mommy yang sejak tadi menunggu kini bernafas dengan lega.
"Jaga kesadaran nya jangan sampai pasien tertidur" kata dokter.
Jelly yang memang sudah capek dan mengantuk berusaha untuk tidak tidur sesuai kata dokter..
Suster membantu memberikan sepiring bubur dan segelas susu hangat untuk mengembalikan stamina Jelly. Alex sangat berbahagia dengan kelahiran putrinya. Sepasang permata hati kini Ia miliki dan melengkapi kebahagiaan nya.
Hidup yang sempurna dengan memiliki keluarga kecil dengan sepasang anak nya. Setelah proses melahirkan selesai dan bayinya sudah di beri ASI, Jelly perlahan memejamkan matanya.
Setelah mengazani bayinya Alex memberikan bayi mungil itu untuk di urus Suster.
Alex kini duduk di samping tempat tidur istri nya, mencium berulang kali wajah cantik istrinya,sambil mengucapkan terimakasih.
"Sayang,,,,?! Terima kasih telah melengkapi kebahagiaan hidup ku" bisiknya.
"Daddy,aku capek dan mengantuk biarkan aku tidur sejenak" Ucap Jelly dengan mata yang masih terpejam. Kedua kelopak matanya terasa sangat berat.
"Dok apakah istri ku sudah boleh tidur?" Alex menoleh menatap Dokter Bob yang sedang membereskan peralatannya.
"Ya biar kan istri anda istirahat sejenak" Jawab Bib tanpa menoleh.
"Ckk,,,di ajak bicara malah dia mengacuhkan ku,awas urusan mu belum selesai" Decih Alex.
Lamat lamat Jelly masih sempat mendengar ucapan suaminya. ingin membuka matanya tapi terasa berat. Akhirnya wanita itu tertidur dengan nafas nya yang mulai teratur pelan.
Alex memandanginya wajah cantik yang kini tertidur itu.Suara gaduh mommy yang heboh menerobos masuk ingin melihat cucunya yang baru di lahir kan.
"Ooooh cucu mommy yang cantik!" puji wanita paruh baya itu, menatap bayi mungil yang sedang pulas setelah di beri ASI eksklusif.
"Dia sangat cantik Lex" ujar mommy.
"Siapa dulu dong Papanya"
*
*
*
__ADS_1
***** Love You All ❤️❤️❤️ salam manis*****