Gairah Om HoT Yang Kesepian

Gairah Om HoT Yang Kesepian
Santapan Predator


__ADS_3

"Katakan siapa orang yang telah mengirim mu?"


Mira tetap bungkam tidak akan menjawab meskipun darah segar mulai mengalir ke wajah nya.


"Katan siapa bos mu hah?"


"Albert!"


Jawaban itu bukannya keluar dari mulut Mira, tapi dari Frans yang baru masuk ke dalam ruangan itu.


Wajahnya lebih mengerikan dari Alex dan Bob, bagaimana tidak anak buah Albert hampir saja merenggut nyawa istrinya.


Frans lalu melangkah mendekati Mira yang terlihat semakin pias melihat Frans yang mendekatinya.


Tangan Frans besar Frans terulur meremas mulut Mira. Satu tangannya masuk ke dalam mulut Baby Sitter nya Amy itu.


Mengeluarkan sesuatu dari balik kawat giginya. Alat ini yang membuat dia selalu terdeteksi oleh Albert.


"Kalau pun kamu selamat juga percuma, Albert telah menghabisi kedua orang tua mu" kata Frans.


Frans meletakkan alat yang di ambilnya dari dalam mulut Mira pada meja operasi Bob. Tanpa membuang buang waktu Frans menekan salah satu tombol yang ada di ruangan itu.


Dinding di belakang Mira pun perlahan terbuka bersama lantai yang di pijaknya. Wajah Mira seakan tidak teraliri darah. Semakin pias melihat hewan hewan Predator yang mulia bergerak buas dengan mulutnya yang terbuka lebar.


Siap untuk menyantap tubuh segar yang masih terikat di atas sana. Hewan hewan itu semakin menggeliat buas ketika darah segar mengalir dari tubuh Mira yang di sayat Frans.


"Ini untuk istri ku" Desis Frans dengan seringai iblis nya. Sekali iris tali pengikat tubuh Mira terlepas.


Seiring jeritan menyayat dari mulut wanita itu saat tubuhnya disambut para buaya yang langsung mencabik cabik daging nya.


Setelah itu hening tak lagi ada suara yang terdengar dari Mira. Wanita malang itu mati tanpa mengatakan apapun.


Alex yang sejak tadi duduk tenang menyaksikan dua anak buahnya itu tanpa reaksi.


Dia tau apa yang di lakukan Frans merupakan sebuah ganjaran dari perbuatan wanita itu yang telah berani menyamar dan menjadi spion untuk Albert.


Di kediaman Alex jelly sedang melakukan pemeriksaan terhadap semua orang yang bekerja di rumah nya.


Istri Alex itu kini bukan lagi wanita lemah karena kejadian kemarin membuat ia sadar bahwa tidak semua orang itu baik hatinya.


Wanita cantik itu kini nampak tegas dan berwibawa. Tatapan tajam dan aura dingin kini menjadi ciri khasnya.


Dengan tegas dia sendiri yang langsung melakukan pemeriksaan terhadap semua pekerja dan memberikan ultimatum agar yang coba coba menyamar dan jadi mata mata nyawa tidak akan selamat.


"Saya sendiri yang akan menghabisi kalian dengan tangan ku sendiri bila ada yang coba coba untuk menghancurkan keluarga ku" Kata Jelly dengan wajah datarnya.


Mata nya menyapu seisi ruangan menatap tajam satu persatu semua pekerja nya. Wajah mereka tertunduk takut dengan ancaman nyonya rumah.


Mereka tidak berani melakukan apapun apalagi sampai berkhianat. Untuk makan sehari hari saja sudah susah, cari pekerjaan di kota besar itu sulit.


Di terima kerja di rumah ini saja sudah syukur,ada tempat untuk tinggal dan juga bisa makan. Di luar sana mau jadi apa?


"Saya tidak ingin ada Mira yang lain lagi di rumah ini" titah Jelly.


Semua jadi takut saling pandang, bahkan saling curiga. Karena Mira akhirnya semua yang bekerja di kediaman Alex kenal imbasnya.


Di ruangan nya Alex sedang memperhatikan apa yang di lakukan istrinya di. Di ponsel pintar yang terhubung langsung dengan Cctv di rumah nya.

__ADS_1


Kedua alisnya bertaut dengan mata yang menyipit heran.


Wanita itu terlihat berbeda dengan Jelly yang dulu, lemah lembut. Tapi kini wanita cantik itu terlihat sangat kejam dan tidak ada balas kasih.


"Bagus itu baru namanya nyonya Alex" Alex tersenyum berbicara sendiri dengan ponselnya.


"Apakah aku perlu untuk periksa kesehatan mu?" tegur Bob yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu tanpa mengetuk pintu.


Alex tidak mempedulikan omongan Dokter pribadinya itu. Dia lebih senang menatap istrinya yang sedang bekerja di rumah.


Kerja mengomel semua isi rumah dengan sangat kasar dan kejam. Terlihat dari sorot matanya yang terlihat tegas.


"Aku tidak perlu kamu saat ini" kata Alex.


"Oh ya?" balas Bob dengan angkuhnya.


"Pergilah temui istri mu" ujar Alex.


Matanya masih tertuju ke layar di depannya. Masih lebih seru menonton aksi seru istrinya.


Sebelum pergi Bob sempat mengintip ponsel Alex. Melihat apa yang sedang di lakukan bosnya itu.


Bob tersenyum "Dasar Bucin"


Meskipun mendengar apa yang di katakan Bob tapi Alex memilih untuk berpura-pura tuli.


Tidak ingin menanggapi perkataan dokter sintingnya itu. Alex terus melihat ponselnya, lebih asyik nonton istri nya yang sedang berpidato di rumah untuk para pekerjanya.


Pidato kenegaraan ibu hamil yang sedang melampiaskan kemarahannya.


Bob yang baru saja keluar dari ruangan itu melihat ponselnya yang berdering. Panggilan masuk dari sang istri.


"A ...apa yang sakit sayang?" tanya Bob cemas.


Segera berlari turun dan masuk ke mobilnya, melesat pulang ke rumah. Khawatir akan sang istri.


Padahal di rumah istinya tidak kenapa Napa hanya merasa tidak nyaman. Mungkin karena faktor kehamilannya.


Kehamilan Linda yang kini memasuki bulan ke enam. Sama halnya dengan istri Bos yang juga sedang hamil. Dua perempuan itu kini sama sama hamil enam bulan.


Sesampainya di rumah Bob dengan cepat turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah. Tergesa gesa mencari keberadaan istrinya.


Linda yang sedang berbaring merasa terkejut dengan kehadiran suaminya yang tiba tiba. Dan langsung bergegas mengambil alat alat medisnya.


"Sayang?" Ujar Bob yang sudah memasang Stastes kop siap untuk periksa istri tercintanya.


"Ayo sayang biar ku periksa"


Linda merasa bingung melihat kehebohan suaminya yang mengkuatirkan dirinya.


"Apa apaan ini Bob?" Linda melotot heran saat Bob langsung memasang alat pendeteksi darah di lengannya.


"Diam jangan banyak bergerak biar ku periksa" perintah Bob.


Memeriksa tekanan darah nya namun normal tidak ada gejala animea. Dan tekanan darah tidak juga naik normal normal saja.


"Aku tidak sakit Bob" ujar Linda.

__ADS_1


Linda tersenyum melihat kesibukan suaminya yang mengira dirinya benar benar sakit.


"Aku ini tidak sakit hanya merasa bosan di rumah terus"


"Lalu mengapa kamu minta di antar ke klinik?"


"Saya ingin pergi ke klinik kecantikan"


Entah mengapa Linda yang tidak pernah ke klinik kecantikan tiba tiba dia ingin pergi ke sana. Ini terasa aneh bagi Bob, istrinya meminta untuk pergi ke klinik kecantikan.


Mungkin juga dia butuh perawatan bukankah itu bagus, jika seorang istri selalu tampil cantik dan menarik untuk suaminya.


Untuk menyenangkan istrinya Bob lalu membawanya pergi ke klinik. Untuk melakukan pijat terapi.


Di tempat lain Frans sedang sibuk memasak untuk istrinya.


Hari ini hari sibuk massal bagi para suami, Alex sibuk menonton aksi istrinya. Bob sibuk dengan istrinya di klinik. Sedangkan Frans sibuk di rumah memasak untuk sang istri.


Frans merupakan koki yang handal yang punya Skil memasak. Sementara Alex dan Bob memiliki Skil bercinta yang luar biasa.


Namun bukan berarti Frans tidak memiliki kekuatan dalam bercinta. Pria tampan nan kekar itu memiliki kehebatan dan benar benar tangguh soal bermain di atas ranjang.


Namun sayang sang istri saat ini masih dalam mode penyembuhan. Namun bukan berarti Eva tidak bisa memuaskan suaminya.


Wanita cantik itu juga punya keistimewaan dalam hal memuaskan sang suami. Hingga Eva berharap bisa secepatnya punya momongan.


Wanita itu tidak ingin ketinggalan dari nyonya Alex dan juga Linda. Eva juga ingin punya anak hingga Frans tidak ingin istrinya melakukan hal apapun selain harus menjaga kondisinya.


"Sayang aku masak spaghetti untuk mu" ujar Frans yang kini sibuk menata masakannya di atas meja.


Tercium aroma sedap dari asap yang mengepul, ada juga SOP iga, Sambal Ebi, dan juga ayam goreng. Menu sederhana namun mengundang selera.


Eva tersenyum melihat suaminya yang sangat ahli soal memasak. Apalagi Frans yang begitu perhatian dan sangat memanjakan dirinya.


Frans mengambil piring mengisinya dengan nasi dan lauknya. "Selamat menikmati nyonya cantik" ujar Frans, menarik kursi dan duduk di samping istrinya.


"Terima kasih my husband"


Eva mulai memasukan sendok nasi dan lauknya, mengunyah sebentar lalu berhenti untuk merasakan cita rasanya.


"Gimana?" tanya Frans.


.


"Hmm... Enak!" Eva memuji masakan suaminya yang memang enak dan nikmat.


Keduanya kini menikmati makan siang dengan romantis. Frans yang menyuapi istrinya begitu sebaliknya Eva.


Di kediaman Alex Jelly yang selesai memarahi semua orang yang bekerja di rumahnya akibat ulah Mira. Baby sitter yang sudah di lenyapkan oleh suaminya itu.


Wanita itu kini sedang bersama dua buah hatinya yang hampir saja di celakai oleh Mira.


Wanita cantik yang sedang hamil muda itu kini punya hobi baru, yaitu marah marah sepanjang hari. Mungkin pembawaan jabang bayinya hingga membuat Jelly selalu marah.


"Daddy?" panggil Kaisar saat melihat Alex yang baru pulang.


Alex merentangkan kedua tangannya untuk menyambut putranya yang berlari ke arahnya.

__ADS_1


"Jagoan Daddy" Alex menggendongnya dan menghujaninya dengan ciuman.


Alex yang kini lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga kecil nya. Pria itu selalu pulang lebih awal. Membiarkan Frans yang mengurus segala urusan kantor.


__ADS_2