
Sangking penasaran apa yang dibicarakan antara Alex dan Sean membuat jelly buru-buru hendak menyusul Sean, ingin tau apa yang sedang terjadi. Tapi Alex dengan cepat menarik menarik tangan Jelly dan melarangnya untuk menyusul Sean.
"Jangan membuat Mommy curiga dengan kepergian Sean. nanti ku ceritakan di rumah" Alex menggandeng istri nya untuk bergabung dengan yang lainnya.
Mereka semua kini asyik bercerita hingga menjelang sore barulah satu persatu berpamitan pulang.
Sebelum pulang Alex sempat berbicara dengan keponakannya yang bernama Ranny. Dia yang lebih banyak tau tentang kehidupan Sean.
"Sayang! jangan katakan apapun tentang Sean kepada Mommy i oke?" pesan Alex.
"Baiklah Uncle, Memang sebaiknya Mommy tidak perlu tahu karena beliau pasti akan sangat murka dengan uncle Sean" Ranny tersenyum.
"Gadis cerdas, Alex memeluk ponakannya itu sebelum pamit pulang.
Di perjalanan pulang Sikecil Amy kini tertidur dalam gendongan Jelly. Kaysar sedang bernyanyi bersama pengasuh nya di jok belakang, di temani Bi Rita.
Jelly menatap suaminya yang serius mengemudi. Rasa penasaran masih bergelayut di dalam hati nya. Jiwa keponya meronta rontak ingin tau apa gerangan yang terjadi dengan adik ipar nya yang terkenal dengan keramahannya itu.
"Ntar di rumah baru aku cerita kan okey?" Alex berkata lembut menatap sekilas wajah cantik yang dia tau di liputi rasa penasaran itu. Sambil tangannya terus menyetir.
Di depan dan belakang mobil mereka di iringi para pengawalnya. Alex dan keluarga nya selalu di kawal ketat oleh para bodyguardnya kemanapun ia pergi.
Seperti hari ini pengawalannya di perketat, pengamanan untuk keselamatan bos mereka,mengingat sang bos sedang pergi bersama keluarganya. Yang tentu saja membawa anak istrinya berkunjung ke rumah keluarga besar mereka.
Sesampainya di rumah Jelly sempat mengurus dua buah hati nya. Membawa Kausar dan Amy ke dalam kamar nya. karena dua malaikat kecilnya itu kini telah tertidur.
Meskipun mereka memiliki babysitter yang bertugas merawat kaisar dan Ami 24 jam tapi jelly masih sendiri merawat kedua anaknya itu lalu diserahkan kepada baby sitternya.
Biarpun memiliki beberapa beby sitter yang bertugas merawat kedua buah hatinya. Tapi jadi tidak sepenuhnya mempercayakan perawatan anak-anaknya kepada mereka.
Bisa saja di antara mereka ada musuh yang menyamar masuk sebagai perawat. Dari itu di setiap sisi rumahnya tak luput ada pengawasan cctv-nya.
Alex sendiri meskipun sibuk tapi dia selalu mengawasi rumah nya lewat Cctv yang terhubung dengan ponsel pintar nya.
"Ceritakan kepada ku apa yang sedang terjadi pada adik ipar ku yang satu itu?" pertanyaan itu terlontar saat Jelly kini berada di dalam kamar bersama suami nya itu. Dia kini sedang membuka perhiasan yang di pakai saat pertemuan keluarga tadi.
Siapa lagi yang di maksud kalau bukan Sean yang sedang pusing tujuh keliling mendengar kabar tentang istri nya.
Alex terkekeh lalu memeluk istri tercinta nya dari belakang. Meletakkan dagunya di bahu sang istri.
"Selama ini dia terlalu mengabaikan istri nya. Memang mereka menikah karena di jodohkan. Tapi juga bukan sepenuhnya salah mommy. Tapi juga Sean, mengapa dia tidak menolak saat di jodohkan. Kalau akhirnya membiarkan istrinya pergi begitu saja. Dia bukan pria yang bertanggung jawab. Bukan salah istri nya kalau akhirnya dia memilih untuk menikah dengan laki-laki lain"
"Apa? jadi selama ini Sean tidak mengakui kalau dia punya istri dan akhirnya akan menjadi tamu undangan di pernikahan istrinya sendiri?" Jelly berbalik menatap serius wajah suaminya.
"Ya, mungkin juga begitu" Alex berkata santai lalu mengecup bibir seksi menggoda di hadapannya.
"Kasihan juga nasib rumah tangga mereka"
__ADS_1
"Ya! istri nya seorang gadis yang baik"
"Dia berjuang untuk mempertahankan rumah tangga nya. Sean yang terlalu asyik dalam mimpi Masa lalu nya".
"Sekarang dia pasti akan menyesal"
"Tentu saja '"
Pasangan suami-isteri ini sedang membicarakan tentang Sean,Adik bungsunya Alex. Sean sendiri merupakan seorang pria yang baik. Dia memiliki karakter yang berbeda dengan para saudara Nya.
Sean selalu ramah dan murah senyum kepada siapapun. Dia tidak terlalu cool seperti kakak kakak nya.
"Berhentilah membicarakan Sean dia bukan lagi anak kecil, Ayo marilah kita mulai sekarang"bisik Alex.
Ia tidak ingin melewatkan waktu berlalu tanpa cinta jika sedang berduaan seperti ini. Alex mulai dengan Kegiatan panasnya.mereka berakhir di ranjang. Setelah puas menikmati keindahan surga dunia pasangan ini pun tertidur hingga jam makan malam.
Di tempat lain Frans sedang sibuk memasak untuk sang kekasih. Eva sedang duduk manis menopang dagu di meja makan. Menyaksikan Frans yang sibuk memasak.
Pria itu terlihat seksi dengan alat alat dapur di tangan nya. Eva tersenyum lalu iseng memotret dirinya yang sedang serius memasak untuk nya.
Eva bukan saja terpesona dengan ketampanan nya. Tapi juga keahliannya dalam hal memasak, Frans memang jagonya kalau soal urusan dapur dan jangan lupa dengan ranjangnya.
Sejauh ini mereka berhubungan Eva tidak pernah tau asal usul sang kekasih. Di mana mereka hanya punya waktu sedikit untuk berdua. Lebih banyak tugas yang diberikan bos mereka.
Eva sedang tertegun dengan sekelebat pemikiran tentang Keluarga Frans. Dari mana asal usul dan siapa keluarganya. Kalau Frans sih sudah tau siapa Eva dan asal usul nya.
Tatapan sendu menatap wajah sang kekasih yang kini telah menyiapkan makanan untuk dirinya. Karena asyik melamun hingga Eva tidak menyadari itu.
"Bisakah aku tau tentang keluarga dan orang tua mu?" pertanyaan yang membuat Frans tersenyum.
"Sekarang kita makan setelah itu akan ku ceritakan semua tentang kehidupan keluarga ku kepada mu" Frans berkata sambil mengecup sekilas bibir Eva.
Ia lalu mengambil tempat duduk di samping Eva, memperlakukan wanita nya itu seperti ratu. Hal itu membuat Eva merasa tersanjung. Perlakuan manis Frans membuat nya merasa bahagia.
Setelah selesai makan Frans mengajak nya duduk santai di balkon. Menikmati keindahan malam dengan ribuan bintang di langit malam yang cerah.
Rembulan yang bergelayut sempurna menambah keindahan malam dengan lampu lampu kota yang indah menghiasi malam indah milik pasangan yang sedang di mabuk asmara ini.
Eva duduk bersandar di dalam pelukan Frans, dengan hikmat mendengarkan penuturan pria yang kini menjadi dambaan hati nya.
"Pernahkah kamu meraba tangan ibu mu yang kasar? tangan yang bekerja keras untuk menghidupi anak anak nya. Kulit yang hitam terbakar teriknya sinar matahari. Mengais rejeki demi sesuap nasi. itulah gambaran kehidupan orang tua ku. Andaikan kamu ingin punya mertua yang kaya raya. Hidup mewah bergelimang harta. Itu tidak akan pernah kamu miliki dari ku. Karena kami berasal dari sebuah keluarga yang miskin" tutur Frans.
"Kekayaan bagi ku bukan lah tolak ukur untuk sebuah kebahagiaan. Tapi bagaimana dua hati itu saling memahami satu sama lainya, Saling melengkapi kekurangan yang ada dengan tulus tanpa harus memaksakan untuk hidup mewah, cukup sederhana untuk membuat hidup kita bahagia" Kata Eva. Sebuah kalimat yang membuat Frans semakin mengeratkan pelukannya.
"I Love You" Kata Frans dan mendapatkan jawaban yang sama dari wanita nya kini.
Frans tersenyum mendengar penuturan wanita yang kini ada dalam dekapannya. Ia memahami seperti apa kehidupan Eva. Wanita cantik yang ternyata mampu membuat diri nya jatuh cinta setengah mati.
__ADS_1
Mereka berdua menghabiskan malam dengan bercerita tentang rencana pernikahan mereka.
Di mana keduanya telah siap meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.
Tidak ingin terlalu jauh berbuat dosa. Entah sudah berapa banyak dosa yang mereka perbuat. Keduanya bukan lagi anak remaja yang sedang jatuh cinta. Mereka merupakan orang dewasa yang sudah sepatutnya untuk berumah tangga.
Di tempat lain Linda sudah benar benar pulih setelah beberapa bulan menjalani perawatan dan wanita cantik itu kembali bekerja di Agensi nya. Tidak lupa pula di antar jemput oleh sang kekasih.
Bob pun melakukan tugasnya seperti biasa sebagai dokter di rumah sakit, merangkap sebagai dokter keluarga Lawrans. l nya dengan Linda kini mulai membaik.
Bob ingin menebus berapa lama waktu yang berlalu saat dirinya dulu pergi meninggalkan Linda. Tak ingin menit waktu berlalu tanpa kebersamaan.
Setelah tugas nya di rumah sakit selesai Pria tampan itu segera menjemput sang kekasih. Hari ini mereke berdua pergi untuk berbelanja untuk persiapan dapur. Bob menemani Linda memilih sayuran dan daging segar.
Bob mengambil alih mendorong troli nya sementara Linda memilih beberapa barang perlengkapan dapur. Mereka berdua terlihat seperti pasangan suami istri yang baru menikah.
Padahal sesungguhnya mereka berdua merupakan sepasang kekasih yang belum meresmikan hubungan mereka.
Bob sendiri sudah ingin cepat cepat menikahi Linda. Agar dia tidak lagi kuatir akan keselamatan kekasih nya itu.
Jelly sendiri sudah menegaskan kepada Bob. Kalau tidak bertanggung jawab untuk menikahi Linda. Dia akan menyuruh Alex untuk menghabisi nya.
" Kamu harus menjadikan Linda pasang Halal, kalau tidak? Tau sendiri akibat nya!" sarkasnya penuh penekanan. Di iringi pelototan tajam menusuk.
Bob sendiri tau perkataan itu tidak main-main. Jadi dia juga harus cepat cepat menghalalkan wanita nya itu. Lagian mereka berdua sudah seperti pasangan suami istri. Hidup bersama dalam sebuah rumah. Bahkan kegiatan panas di ranjang selalu tidak bisa terlewati.
Tubuh sintal Linda sudah menjadi candu baginya. Wanita itu membuat dirinya tidak bisa menahan kejahatan Syahwatnya.
"Daddy?! apapun yang terjadi kamu harus menikahkan Dokter mu itu dengan Linda. Aku tidak ingin sampai sahabat ku itu terluka lagi karena nya" Tegas Linda dengan tatapan matanya yang membuat Alex terkekeh.
'Saya ini bukan penghulu, mana mungkin saya bisa menikahkan mereka?!"
"Ya bawa dong mereka ke penghulu"
"Iya nyonya! saya akan membawa mereka ke pelaminan"
"Jangan cuman membual, saya ingin pernikahan mereka segera terlaksana"
" Baiklah ibu negara!" kata Alex gemas. Pria itu menggeleng sambil tersenyum.
Kalau sudah begini nyonya tidak bisa di bantah apapun yang di katakannya Alex harus menuruti kemauan istri tercintanya itu.
*
*
*
__ADS_1
***** Love You All ❤️❤️❤️ salam rindu*****