Gairah Om HoT Yang Kesepian

Gairah Om HoT Yang Kesepian
Orang orang di masa lalu


__ADS_3

Ini hari pertama dokter Bob melakukan tugasnya di rumah Alex. Sebagai dokter pribadi ahli kandungan. Dokter yang berwajah datar dengan wajahnya yang tegas tanpa senyum itu melakukan tugasnya dengan tenang.


Dokter yang seumuran dengan Frans itu berhasil membuat Alex marah marah kepada Frans.


"Frans,,,,ku suruh kamu cari dokter untuk istri ku bukan pacar untuk dia?" protes Alex sewot.


"Siapa juga yang suruh istri mu untuk pacaran? yang benar aja bos, belum gila kan? cemburu mu buta amat! amat aja tidak buta, dia bisa lihat wanita itu sedang hamil, mana ada laki laki yang suka sama wanita hamil?" Kata Frans dia ingin tertawa.


Frans ingin menertawakan bos nya yang lagi bucin akut ini. Tapi akan ada lagi satu masalah baru soal kehadiran adik ipar nya yang bernama Carolina.


Dua pria itu berdebat di mobil dalam perjalanan menuju ke kantor. Hanya hal sepele soal dokter yang merawat istri bos nya ini.


"Apakah tidak ada dokter yang lain, selain pria itu?" Alex masih belum puas dengan kehadiran dokter Bob.


Mobil kini sampai di pelataran parkir kantor mewah bos yang sedang cemburu buta itu. Keduanya turun dan berjalan menuju lift pembesar perusahaan.


Semua karyawan di kantor menunduk hormat melihat kedatangan bos mereka bersama asisten pribadinya.


Dia orang pria berwajah datar itu melewati mereka begitu saja. Tanpa senyum dan sangat berwibawa.


Mereka memasuki lift menuju ruangan Alex, dua orang itu kini berdiam bagai sedang marahan, sibuk dengan pikiran masing-masing, hingga lift terbuka dan Alex melangkah ke luar menuju ruangan nya.


Di susul Frans dari belakang, pria itu selalu mengekor kemampuan bos nya itu pergi.


Begitu pintu ruangan Alex terbuka pria itu di kejutkan dengan pemandangan di dalam ruangan nya.


Seorang gadis dengan penampilan nya yang seksi luar biasa. Senyum nya mengembang menyambut kedatangan Alex .


Bukan hanya itu yang membuat Alex terkejut, gadis itu langsung menghambur memeluk Alex.


Alex mematung menatap sekilas kepada Frans dan Frans langsung bergerak cepat menarik tubuh gadis yang tidak lain adalah Caroline, adik ipar nya dulu.


"Maaf nona, siapa yang menyuruh mu masuk ke sini" Kata Frans sambil menarik lepas Carol.


"Hei apa yang kamu lakukan,aku mau masuk ke ruangan ini tidak perlu di suruh oleh siapapun, ini milik kakak ku juga. Lagian kak Alex juga sudah sering membawa ku ke sini" teriaknya kepada Frans.


Gadis itu melayang kan tatapan garang nya dan melotot nyalang kepada Frans.


"Carol" tegur Alex.


"Kakak lihat apa yang dia lakukan pada ku" Carol mendekat ke arah Alex sambil menunjuk Frans.


Gayanya yang manja dan tidak peduli membuat Frans berdecak kesal..


"Carol? menapa kau berada di sini, di kantorku, bukan sebaiknya kamu di apartemen saja" kata Alex, menatap intens wajah Carol yang sedang cemberut menatap nya.


"Aku berada di sini karena mencari kakak, aku menunggumu di apartemen tapi kamu tidak pernah menjengukku".


"Carol, mengertilah! aku ini sibuk dengan pekerjaanku, aku juga pasti akan datang ke tempatmu, tidak bisakah kamu duduk ber diam saja menunggu sampai aku akan ke sana untuk mengunjungi mu"


"Bagaimana aku bisa diam, aku bosan sendirian di sana kakak, lagi pula tidak ada yang bisa aku kerjakan" Rengeknya.


Frans merasa muak dengan sikap Caroline yang semakin menunjukkan kemanjaannya kepada Alex.


Frans yang melihat hal itu hanya berdiam diri menatap interaksi antara bos dan mantan adik iparnya ini.


"Carol sebaiknya kamu pulang saja hari ini.


aku janji pasti akan menemuimu kalau ada waktu ya, kamu tunggu aku di apartemen" Alex berkata pelan agar gadis itu mau mengerti dan segera pergi dari kantornya ini.


Jelas saja kehadiran Carol akan mengganggu pekerjaannya dan akan membuat kekacauan di kantornya ini. Sampai terjadi makanya dia buru-buru menyuruh gadis itu untuk segera pergi dari kantornya dan berjanji akan menemui bila tidak ada pekerjaan yang dia kerjakan.


"Baik lah aku akan pergi, tapi berikan aku uang aku ingin pergi berbelanja" Carol menadahkan telapak tangannya ke hadapan Alex.

__ADS_1


Alex lalu mengeluarkan dompetnya dari saku celana di belakangnya. membuka dompetnya mengeluarkan sebuah kartu dan memberikan kepada Carol.


"Pakai kartu itu dan berbelanja sepuas hatimu" kata Alex.


Frans menggeleng melihat Alex yang dengan enteng memberikan salah satu black card nya kepada Carol.


Setelah menerima pemberian Alex, Carol dengan riang mencium pipi Alex lalu pergi dari kantor Alex.


"Terima kasih kakak ku sayang"


Carol tersenyum dengan gaya nya yang centil meninggalkan ruangan itu.


Sepergi nya Carol,Alex lalu duduk di kursi kebesarannya. Melipat jari tangan nya menopang dagunya di atas meja.


"Kamu terlalu memanjakan nya, akibat nya seperti itu, dia tidak akan menghargai semua orang yang ada di kantor ini, bisa berbuat sesuka hatinya" kata Frans.


"Kalau sudah kelewat kamu tinggal urus kan?" Alex tersenyum miring.


Frans hanya menatap Alex sambil menggerakkan lidahnya di dalam mulut. membentuk sebuah seringai dari wajah tampan nya.


"Apakah aku perlu menghabisi nya?"kata Frans


"Tidak perlu, kembalikan saja ke habitatnya" jawab Alex.


"Baiklah aku permisi ada yang perlu ku urus, gara gara adik ipar mu yang manja itu aku gagal kencan dengan Eva" Gerutu Frans yang masih sempat di dengar oleh Alex.


"Aku akan langsung menikah kan kalian, biar kamu bisa kencan sepanjang malam" Kata Alex menaikkan nada suaranya.


Frans yang sudah di pintu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang. Melihat Alex yang mulai membuka file yang ada di atas meja nya.


"Eva bukan wanita yang mudah di bujuk, dia ....Ya jangan lupa dia adalah adik angkat ku sekarang, dia tidak akan bisa melawan perintah ku" potong Alex cepat.


"Sampai jumpa" Frans berlalu dari ruangan itu tanpa menghiraukan Alex yang masih ingin bicara.


Tapi kalau soal wanita Frans terkesan tertutup hingga Alex memang senagaja mendekatkan keduanya.


Namun kencan nya gagal karena kehadiran Carol yang tiba-tiba datanng dan membuat kekacauan.


Alex tidak mungkin membenci Carol akibat perbuatannya Katy. Gadis itu tidak tahu apa apa dengan persoalan rumah tangga Kakak nya yang sudah di lenyapkan Alex..


Alex kini di sibukkan dengan berkas berkas yang ada di atas meja kerja nya. Membuka satu persatu membaca dan menandatangani nya.


Kehadiran Carol sedikit mengusik ketenangan nya, gadis itu pasti akan membuat ulah.


Apa yang di katakan Frans memang ada benarnya gadis itu pasti akan membuat ulah dan tidak menganggap karyawan di kantor nya ini.


Itu akibat dari Alex yang sejak kecil selalu memanjakan nya. Karena rasa cinta nya yang terlalu besar kepada Katy dulu.


Hingga apa pun yang di inginkan Caroline selalu di penuhi oleh Alex. Gadis itu kini kelewat manja.


Alex menggeleng berusaha melupakan kelakuan Katy dan adik nya yang tiba tiba melintas di ingatan nya.


Fokus pada pekerjaan nya hingga jam makan nya siang terlewati.


*


*


*


Siang hari setelah makan siang dan menidurkan si kecil Kaysar. Jelly menghubungi Linda untuk datang menemani nya.


Dua wanita teman rasa saudara ini kemudian ngerumpi di tempat biasa mereka berdua menghabiskan waktu.

__ADS_1


"Taukah engkau tuan mu itu mendatangkan seorang dokter muda dan tampan untuk mengontrol kehamilan ku" celetuk Jelly.


"Jangan bilang kalau kamu menyukai nya" kata Linda cepat, dengan mimik ingin tertawa.


"Gila! yang ada aku akan jadi santapan predator peliharaan tuan mu itu" ujar Jelly.


"Siapa tau aja kamu ada perasaan belok" timpal Linda sambil tertawa.


"Tidak,aku ingin menjodohkan kamu sama dokter tampan itu" kata jelly lagi.


"Berhentilah membicarakan laki laki untuk ku say? yang jelas bagaimana kondisi bayi mu di dalam sana?"


Linda berusaha mengalihkan pembicaraan agar Jelly tidak selalu membicarakan soal jodoh untuk dirinya.


"Oh ya kondisinya baik dan,,,, Jelly tersenyum. Tadi Alex menelpon kata nya di akan pulang malam, itu berarti saat dokter Bob datang Alex tidak mendampinginya.


Jelly akan meminta Linda untuk menemaninya nanti saat dokter Bob datang. mereka bisa berkenalan nanti lalu jelly akan meminta Alex untuk menjodohkan Linda dengan dokter tampan itu.


Apa yang tidak bisa di lakukan suami berkuasanya itu, kalau soal urusan jodoh menjodohkan.


Bob sudah menerima pekerjaan yang di berikan Alex. Itu berarti Bob sudah terikat dan tidak bisa keluar dari apa yang telah dia setujui.


"Heh,,,! apakah kamu sedang membayangkan wajah tampan dokter mu itu?" Linda bergurau.


"Ya,,,aku ingin kamu temani aku di ruang periksa biar kamu lihat sendiri betapa tampannya dokter muda itu" seru Jelly.


"Apakah kamu sedang ngidam melihat laki laki tampan?"


"Tidak! aku ngidam melihat mu menikah,, hahaaaa"


Linda cemberut membuat Jelly makin tertawa melihat nya.


"Inti nya sebentar sore nanti, kamu harus temani aku karena tuan mu Alex tidak pulang" kata Jelly.


"Apakah itu merupakan niat mu untuk mempertemukan aku dengan dokter mu itu? bagaimana kalau dia punya istri?" ujar Linda.


"Tidak dia belum menikah! setiap orang yang di menjadi anak buah Alex identitas nya jelas dan sudah di lacak oleh Frans, tidak sembarang orang yang bisa bekerja dengan tuan mu itu"


"Ya ya suami mu itu memang sangat berkuasa"


Alex sibuk melayangkan protes kepada Frans soal dokter Bob. Sementara Istrinya Jelly malah sibuk ingin menjodohkan Linda dengan dokter baru nya itu.


Hingga sore nya sang dokter pun datang sesuai jadwal untuk periksa kehamilan Jelly.


"Ayo dokter nya sudah datang" ajak Jelly.


Linda tadinya ingin menolak tapi tidak bisa karena Bos nya sudah bertitah agar Linda menemani istrinya.


Sementara Akex sendiri sedang menepati janjinya untuk menemani Caroline untuk makan malam sebentar nanti, hingga dia tidak pulang.


Dua wanita itu melangkah menuju ruang khusus yang sudah di siapkan Alex untuk tempat perawatan kehamilan istrinya.


Di ruangan itu sudah ada dokter yang duduk di kursi kerja nya. Menunggu istri sang majikan yang akan menjadi pasien nya.


Dokter menatap tak berkedip dua wanita yang baru masuk ke ruangan itu. Salah satunya adalah wanita yang hingga saat ini membayangi hidup nya.


*


*


*


***** Love you All ❤️❤️❤️ salam rindu*****

__ADS_1


__ADS_2