
Alex tersenyum melihat istrinya sedang berbahagia dengan sahabat nya. ia sangat mempercayai Linda untuk menjaga istri nya.
Bahkan wanita yang berprofesi sebagai fotografer itu di beri cuti untuk menemaninya hingga melahirkan nanti.
Kerena Alex akan sibuk untuk beberapa hari, mengurus bisnis rempah rempah nya yang sedang bermasalah. Ada yang sengaja sabotase dengan menukar kontainer milik perusahaan nya.
Membuat kerugian besar, hingga hingga milyaran rupiah, Alex begitu murka. Frans akhirnya bertugas untuk menangkap siapa siapa saja pelaku di balik semua ini dan anak buahnya yang berkhianat.
Sekertaris andalan nya, itu bergerak cepat tidak butuh waktu lama untuk mengungkap siapa di balik semu itu.
"Bos" Frans datang sore hari menghampirinya. Pria tampan yang terlihat lebih muda dari Alex itu membawa beberapa laporan.Di Tangannya membawa sebuah map coklat.
Alex yang sedang memperhatikan istri nya yang sedang asyik cerita dan tertawa bersama Linda. Menoleh melihat kehadiran Frans.
"Ayo ke ruang kerja" kata Alex berjalan masuk menuju ke ruang kerjanya. Di ikuti Frans dari belakang. Meninggalkan dua wanita itu, masih sempat mendengar tawa renyah Jelly yang menggoda.
Alex sempat tersenyum mendengar suara istri nya itu. Rasanya dia ingin memeluk dan mencium nya, karena gemas.
Ya Jelita yang selalu membuat dirinya bergairah, dan itu merupakan satu kecanduan bagi Alex seorang.
Masuk ke ruangannya bersama Frans, Alex duduk di kursinya, Frans kini di hadapannya bersebelahan meja.
"Katakan Frans, siapa di balik semua itu?" tanya Alex marah. Aura kekejaman nya nampak jelas.
Alex yang sudah berapa lama tidak melakukan apa-apa setelah menikah dengan Jelly. Kini benar benar marah ketika ada yang mencoba untuk mengusik nya.
"Ada lagi berita baru yang perlu bos ketahui" kata Frans.
"Berita apa lagi Frans , cepat katakan!"
Alex sudah tidak bisa lagi mengontrol emosi nya, kemarahan nya kini memuncak saat Frans menyampaikan informasi yang dikumpulkannya.
"Modeling kita di jual,,,,,perdagangan manusia" kata Frans.
"Brakk,,,!"
Alex menggebrak meja, aura membunuhnya jelas meronta ingin menghabisi siapa saja yang telah berani mengusiknya.
Wajah tampan dan gagah itu terlihat begitu mengerikan dari sorot matanya.
"Siapa yang berani melakukan hal sekeji itu?" Alex sangat geram.
Meskipun Ia memiliki bisnis ilegal di segala bidang, tapi soal perdagangan wanita, paling tidak di setujui oleh Alex.
Ia sangat murka ketika tau para model dari agencynya di kontrak untuk di jual. Meskipun sebejat apapun Alex tidak pernah menjual wanita.
"Dapat kan siapa pelakunya malam ini juga" perintah Alex, aura membunuhnya nampak tergambar dari raut wajah dan tatapan matanya.
"Baik bos"
Frans undur diri dari hadapan bosnya yang sedang di puncak kemarahan itu. Asisten andalan Alex itu segera menjalankan tugasnya dengan baik.
Tidak butuh waktu lama Alex telah menerima laporan siapa dalang di balik bisnis perdagangan wanita yang telah menjual para model dari agency nya, alih alih di kontrak ternyata mereka di jual.
__ADS_1
Sorry itu juga Alex menuju ke markasnya, sebuah rumah mewah tempat ini di mana orang akan melihat wajah tampan yang arogan itu berubah mengerikan.
Seorang pria menyambut nya dengan membungkuk hormat. Alex melangkah lewat begitu saja dengan langkah tegap nya.
Jerit kesakitan terdengar dari seorang Pria
saat Alex menyayat wajah dengan pisau. Darah segar mengucur dari luka tersebut.
Alex bahkan menyiksa nya tanpa ampun, berani beraninya menjual wanita para model dari Agencynya.
Satu peringatan dan pengajaran bagi siapa saja yang mencoba mengusik dan bermain-main dengan nya.
Seperti biasa sebelum di eksekusi Alex terlebih dahulu menyiksa dan memberikan pelajaran kepada mereka yang berbuat salah.
"Ampun tuan jangan bunuh saya, saya di bayar untuk melakukan transaksi menjual para model itu" kata pria itu terbata bata memohon ampun dengan nafasnya yang semakin melemah karena sudah banyak darah yang keluar dari setiap luka di tubuhnya.
Lebih baik dia membunuh dari pada menjual wanita. Karena sesungguhnya Alex merupakan orang yang paling menyayangi seorang wanita.
Karena pada prinsipnya karena wanita yang telah melahirkan dirinya ke dunia fana ini.
Tanpa banyak bicara Alex menghabisi nyawa orang tersebut memotong anggota tubuhnya menjadi beberapa bagian.
Amis darah dan bau anyir darah segar memenuhi ruangan yang menjadi tempat hukuman bagi siapa saja yang berkhianat.
Setelah itu potong potong tubuh tak bernyawa itu menjadi santapan para predator peliharaan Alex.
Puas dengan memberikan hukum kepada para penjahat wanita, dan orang yang telah membuat kerugian dengan kontainer rempah-rempah nya. Alex kembali pulang saat hari sudah berganti malam.
Eva yang sedang mengurus Carol yang keras kepala dan tidak mau menuruti kata-kata nya.
Wanita dengan berparas cantik itu tersenyum miring saat Carol memaki dirinya.
"Brengsek! siapa kamu berani mengatur ku?" teriaknya.
Eva menarik tangan Carol, sekali gerakan kedua tangan Carol telah di kunci Eva ke belakang. Dengan cepat Eve telah mengikat kedua tangan gadis itu.
"Sialan apa yang kamu lakukan pada ku, cepat lepaskan tanganku" Carol berteriak memaki Eva.
Percuma berteriak dan meronta Eva tidak akan perduli, ia bahkan menyeret Carol memasukkan ke dalam kamar dan mengunci gadis itu.
"Duduk manis di dalam sana, tunggu sampai tuan Alex menemui mu" kata Eva.
"Jaga dia jangan pernah membuka pintu nya sampai tuan Alex datang" perintah Eva.
Dengan langkah tegas Eva keluar menuju mobilnya, Pulang ke apartemen untuk beristirahat.
"Sayang, apakah kamu baru pulang?"
Suara Frans yang entah sejak kapan sudah ada di apartemen Eva.
"Frans?! sudah kamu apakan pintu apartemen ku ini?" Eva melihat ke arah pintu, kalau kalau Frans telah merusaknya untuk masuk. Namun tidak ada tanda tanda kerusakan.
Frans terkekeh melihat tingkah Eva yang sedang periksa pintu rumahnya. Tanpa mempedulikan kehadiran Frans. Eva melangkah masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Bentar Frans aku mandi dulu'"
Sudah tidak ada pembatas di antara mereka karena Eva kini telah membuka pintu hati nya untuk Frans.
Eva tidak habis pikir dengan mudahnya Frans bisa membuka akses pintunya. Pria itu kini duduk santai sambil memainkan ponselnya.
Bukan Frans nama nya kalau dia tidak bisa membuka akses masuk ke dalam apartemen Eva. apa sih yang tidak bisa di lakukan asisten andalan nya Alex itu.
Selesai mandi berganti pakaian barulah Eva menemui Frans di ruang tamu. Pria yang telah resmi menjadi kekasihnya itu tersenyum menatap Eva yang kelihatan cantik alami.
Wajah Eva Tanpa makeup terlihat menggemaskan di mata Frans. Eva Menuju dapur membuat segelas kopi untuk Frans.
"Apa pelakunya sudah tertangkap?" tanya Eva meletakkan kopi di depan Frans.
"Jangan tanyakan itu, sebaiknya kamu tanya kapan kita akan menikah"
"Kalo soal itu jangan tanya pada ku, tanya kan saja sama bos mu"
"Eh emang dia yang mau menikah? yang mau nikah itu kita bukan bos. Masak sih aku harus menikah dengan bos ku?!" tukas Frans.
Eva tertawa mendengar ucapan Frans yang terdengar lucu di telinganya.
Ternyata pria dingin itu bisa humor juga, padahal setiap hari nya memasang wajah dingin dan datar.
"Hmm,,,enak juga kopinya, sekarang kamu sudah bisa menjadi istri ku" celetuk Frans saat menyeruput kopi buatan kekasih hati nya.
Sesungguhnya Frans sudah ingin menikahi Eva, meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.
Frans ingin membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Menikmati masa tuanya nanti dengan tenang setelah bos nya pensiun.
Eva menatap wajah Frans menelisik setiap sudut senyum pria Tampan yang ingin menikahinya itu.
Senyum itu mengembang sempurna dengan tatapan menggoda nya.
"Aku tidak ingin kamu terlalu lama berpikir untuk sebuah pengakuan bahwa kamu sudah siap untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anak ku"
Hati Eva terasa menghangatkan mendengar keseriusan Frans yang sudah beberapa kali meminta nya untuk segera menikah.
Di peluknya tubuh Frans bersandar di dadanya membuat Frans terkekeh dan menciumi nya.
Sesi adegan ciuman lembut berubah panas pun terjadi di ruangan itu.
Dua insan yang sedang di mabuk cinta itu sibuk memadu kasih hingga cacing cacing berdemo minta di beri makan barulah keduanya berhenti.
Saat hari berganti malam Frans mengajak Eva untuk makan di luar. Mereka melepaskan kerinduan setelah selesai dengan banyak nya tugas yang harus di selesaikan sesuai perintah bosnya itu selama berhari-hari.
*
*
*
****** Love You All ❤️❤️❤️ Salam Rindu untuk kalian*****
__ADS_1