
Berbahagialah bagi mereka yang sedang berbulan madu. Kita yang repot mengurus pekerjaan mereka.
Ranny menatap uncle nya yang masih serius menatap layar datar di hadapannya.
Setelah seharian berkutat dengan setumpuk berkas hingga lembur sampe jam sepuluh malam barulah semua selesai.
Dan janji liburan pun akan terlaksana, untuk ponakan yang satu ini Alex tidak bisa berbohong.
Tidak juga menolak setiap permintaan nya, Menolak permintaannya sama saja dengan mengajak perang dengan mommy nya.
Ya karena Ranny merupakan cucu emas mommy nya. Gadis cantik itu sudah seperti anak nya bukan cucu.
Nah karena sudah membantu uncle nya itu Ranny menagih janji nya.
"Liburan seminggu ya?" ujar nya bersiap untuk pulang. Setelah semua pekerjaan nya beres dan Alex juga bisa bernafas dengan lega.
"Baiklah lusa kita akan pergi" kata Alex pasti.
"Baiklah! aku duluan pulang" Ranny bersiap untuk pulang.
"Sebaiknya kamu pulang dengan ku, ini sudah larut malam" Alex melihat jam di pergelangan tangannya, lalu menambahkan. " Tidak baik bagi seorang gadis pulang sendirian di malam begini"
"Aku bisa jaga diri kok!"tolaknya.
"Jangan membantah kita tidak tau bahaya dan musuh yang mengintai" Alex mengatakan itu karena sudah mendapatkan sinyal bahaya dari anak buahnya yang telah mengirim kabar itu kepada nya.
Alex tau musuh pasti sudah tau kalau Frans sedang pergi, dan hal itu akan menjadi peluang dan kesempatan untuk menghancurkan dirinya.
Earphone telah terpasang di telinga nya,siap untuk mengetahui laporan dari anak buahnya.
Semua pengawal dan peralatan tempur sudah siap berjaga jaga kemungkinan kalau hal itu terjadi.
"Kita pulang bersama di luar berbahaya, musuh tau kalau Frans sedang pergi" titah Alex. yang di angguki oleh Ranny tandanya dia faham akan situasi.
Keduanya turun berbarengan dari lantai atas dengan berhati hati bisa saja ada yang berkhianat menjadi musuh dalam selimut.
Pengawasan di perketat di kantor maupun di rumah Alex. Pria itu tidak ingin anak istrinya terancam bahaya.
__ADS_1
Hal buruk yang di khawatirkan jangan sampai terjadi, rahang Alex mengeras. Saat tau musuh hanya berani di saat Frans tidak ada.
Alex melihat ke semua arah sebelum masuk ke dalam mobilnya. Ia baru masuk setelah Ranny sudah masuk.
Pria tampan mengerikan itu melindungi ponakan nya untuk masuk terlebih dahulu. Satu tembakan terdengar dari senjata anak buahnya yang telah di pasang peredam suara.
Bunyi tembakan itu tidak membuat heboh di malam hari di mana sebagian orang sedang beristirahat setelah seharian sibuk dengan pekerjaan.
Di kejauhan seseorang terjatuh dari atas lantai gedung yang bersebelahan dengan kantor Alex.
"Cari tau siapa yang telah mengirim orang itu dan habisi mereka jangan ada yang tersisa" perintah Alex penuh ketegasan dengan aura nya yang menakutkan.
Alex melirik gadis cantik ponakan nya yang terlihat tenang. Ranny sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini. Gadis itu pun tidak kaget malah tenang tenang saja.
Bahkan tangan nya pun sudah ikut gatal ingin memainkan pelatuk yang namanya senjata. Dia menyukai sesuatu yang menantang meskipun itu mengandung maut.
Benar saja di jalan terdengar beberapa kali anak buah Alex melepaskan tembakan. Mobil nya berada di tengah, dua mobil pengawal di depan dua mobil lain di belakang.
Ranny sendiri sudah mempersiapkan diri bila nanti terjadi sesuatu dan harus turun tangan. Tapi selama anak buah Alex bisa mengatasi nya dia hanya santai sebagai penonton.
Di tempat yang berbeda Frans sudah mempersiapkan kepulangannya setelah mendapat kabar dari anak buahnya bahwa bos mereka tiba-tiba di serang.
Setelah urusan nya selesai Frans akan kembali untuk menjemput nya. Tapi Eva tetap bersikeras untuk pulang.
Alex sudah seperti kakaknya sendiri, mana mungkin dia akan membiarkan Alex dalam bahaya.
"Tidak Frans kamu tidak bisa pulang tanpa aku, apapun yang terjadi dengan kak Alex, kita hadapi bersama" tekat Eva bersikeras untuk pulang bersama suaminya.
"Sayang ingat kondisi mu, biar kan benih cinta ku tumbuh di sini dengan baik tanpa gangguan" kata Frans lembut sambil mengusap perut Eva yang selama beberapa hari ini ia bekerja keras siang malam untuk menabur benih nya.
"Semua akan baik baik saja Frans, yang terpenting sekarang adalah bagaimana keselamatan Alex" Eva tetap kekeuh dengan pendiriannya.
Wanita yang baru seminggu ini resmi menjadi istri seorang Frans ini sibuk memasukkan pakaian mereka kedalam koper.
Dengan tergesa gesa untuk segera pulang mengingat keselamatan Alex dan keluarganya.
Frans terpaksa membiarkan Eva ikut pulang bersamanya.
__ADS_1
Sementara Bob yang lagi asyik memasukan tombak saktinya ke dalam sarang, terpaksa mencabut kembali tombak pusaka nya itu.
Sambil menggerutu kesal saat mendapatkan panggilan darurat. "Dasar bos laknat apa dia tidak bisa membiarkan kami sedikit bersenang-senang menikmati masa bulan madu ini, seperti tidak pernah muda aja. Baru aja benih di tabur eh sudah di ganggu aja, Apakah dia iri melihat kami berbulan madu" Cerocos Bob yang mendongkol.
Namun sejurus kemudian dia baru tersadar kalau itu panggilan darurat. Itu berarti bosnya dalam bahaya.
"Sayang?! bersiaplah kita harus cepat kembali, bos Alex dalam bahaya" Ujar Bob yang sedang terburu buru untuk memakai pakaian nya.
Dengan cepat Bob meraih koper mengisi pakaian mereka di sogok tanpa melipat nya. Pakaian mereka di gumpal tergesa memasukan begitu saja.
Linda yang bengong melihat apa yang di lakukan suaminya itu merasa heran.
"Ayolah jangan bengong di situ, teriak Bob yang hendak pergi. Di pintu dia kembali menatap Linda yang masih belum berpakaian.
Bob berdecak dan kembali mendekati Linda yang masih duduk diam menatap nya.
"Apakah aku harus pulang dalam keadaan bertelanjang seperti ini? Bagaimana mau berpakaian, sementara semua baju baju ku sudah kamu masukkan ke dalam koper itu" Tunjuk Linda pada koper yang sudah di bawa Bob.
Bob kembali membuka koper besar itu untuk mengeluarkan baju untuk Linda. "Cepat pakai pakaian mu kita berangkat sekarang" perintah Bob.
Linda memakai celana jeans dengan atasan kaos casual. Itupun dia lakukan dengan buru buru lalu menyusul Bob yang sudah duluan keluar dari villa tempat mereka menginap.
Mereka pun sampai di tanah air pada pagi hari, dengan penerbangan malam. beruntung masih dapat pesawat.
Tidak lagi pulang ke apartemen pasangan itu segera meluncur ke rumah bosnya. Sangking kuatir nya.
Namun sesampainya di sana semua terlihat baik baik saja. Tidak terjadi apa-apa bahkan Jelly sampai kaget melihat Bob dan Linda tiba tiba sudah ada di rumah mereka.
"Hei???! bukannya kalian sedang berbulan madu? eh tunggu tunggu,mengapa sampai kalian seperti orang habis berperang.
Alex yang hendak berangkat ke kantor kaget saat sampai di anak tangga. Melihat Bob dan Linda Alex sudah tau. Dengan isyarat Alex memberikan kode kepada Bob agar tidak memberitahukan peristiwa semalam.
*
*
*
__ADS_1
***** Love you All ❤️❤️❤️ Salam manis*****