
Setelah memastikan bahwa bosnya telah selesai barulah Frans menyuruh anak buahnya untuk membuka jalan yang mereka blokir.
"Huff!!!" Dasar Om om mau main tidak mengenal tempat, lama lama di rel kereta api pun jadi" umpat Eve yang merasa menjadi Baygon.
Frans terkekeh mendengar Omelan sang pacar, "Siapa yang lawan enak?!"
"Tidak bos tidak anak buahnya otak nya sama sama ngeres" dengus Eva.
wanita cantik itu lalu menyandarkan punggungnya ke jok mobil menutup mata nya. Melepaskan penat yang melanda diri.
Frans melirik sekilas wanita cantik yang selalu menemani nya mengawal bos kemanapun bos mereka pergi.
Biasanya Eva punya tugas sendiri mengurus anggota yang lain dan membereskan permasalahan menyangkut tentang para wanita yang menjadi model di agensi.
Tapi sekarang tugasnya justru menemani sang kekasih untuk mengawal kemanapun bos pergi.
Sungguh suatu pekerjaan yang membosankan bagi Eve meskipun di sisi lain ia senang bisa berduaan dengan Frans.
Banyak wanita cantik di agensi yang selalu cari perhatian untuk mendekati Frans yang dingin dan tegas.
Namun nyali mereka mencuit ketika mengetahui Eva adalah kekasih dari seorang Frans. Mereka jadi takut berurusan dengan si Wonder woman itu.
Eva masih memejamkan matanya sambil bersandar pada jok mobil. Wajah cantik itu nampak tenang. Itu membuat Frans menjadi gemas.
Mata Eva mendadak terbuka saat Frans tiba tiba menginjak pedal rem nya. Di depan mereka ada sebuah mobil yang menghadang mobil Alex.
Dengan gerakan cepat keduanya melepaskan sabuk pengaman, mengambil senjata yang selalu siap di mobil, membuka pintu mobil dengan senjata api yang sudah berada di genggamannya.
Gerakan mereka begitu cepat dalam sekejap telah siap semua anak buah Alex dengan masing masing memegang senjata. mengepung tempat itu di mana dua orang pria bertumbuh kekar dengan kaca mata hitam keluar dari dalam mobil itu. Bersama beberapa anak buah nya.
Alex sedikit pun tidak bergeming, ia duduk tenang. Ia melirik Jelly yang nampak tegang.
"Daddy?! ada apa ini?" Ekspresi jelly nampak cemas dan ketakutan.
"Jangan takut sayang?! bisik Alex. meraih tubuh Jelly dalam dekapannya.
Alex mengunci mobil nya agak Jelly tidak mendengar apa yang kini terjadi di hadapan mereka.
Frans dan anak buah nya sedang membereskan orang orang yang mencoba untuk mencelakai bos mereka.
Sebelum mereka melakukan sesuatu Frans dan anak buah nya telah membantai mereka.
Senyum miring terlihat di wajah Alex, itulah akibat nya bila ada yang berani sama bos yang satu ini.
Jelly menatap nanar apa yang terjadi di depan mata nya. Untuk pertama kalinya dia melihat apa yang di lakukan anak buah suaminya untuk melindungi mereka.
Alex meraih tubuh istri nya mendekap Jelly, memberikan rasa nyaman.Ia tau istri nya itu sedang ketakutan.
__ADS_1
"Tenang lah semua akan baik baik saja" bisik Alex lembut sambil mengecup bibir jelly.
Dia kembali melanjutkan mobil nya setelah semua terasa aman. Sementara jelly masih belum bisa melupakan peristiwa tadi.
Rahang Alex mengeras peristiwa tadi membuat istri tercintanya merasa ketakutan. Hingga mobil yang di kendarai Alex masuk ke dalam bagasi rumah nya Jelly masih tetap menutup mata nya.
Alex buru buru keluar dari dalam mobil nya menuju pintu di mana Jelly masih bersandar pada jok mobil.
"Ayo!" Alex meraih tubuh jelly menggendongnya masuk lewat pintu rahasia.
Sampai di dalam kamar baru lah Jelly membuka mata nya.
"Sayang?! jangan seperti itu, anak anak membutuhkan mu"
"Mereka membuat saya ketakutan"
"Tidak akan terjadi apapun jika ada aku"
"Bagaimana kalau kamu tidak ada?"
"Jangan banyak banyak berpikir lupakan itu, semua akan baik baik saja" Alex menurunkan Jelly di dalam kamar nya.
Mereka masuk di pintu rahasia dan tidak ada yang tau kalau tuan dan nyonya mereka sudah pulang.
"Cepat lah bereskan mereka kita pergi dari sini, kumpulkan semua mayat masukan ke dalam mobil, buat seakan mobil mereka terbakar kecelakaan" perintah Frans yang segera di kerjakan oleh anak buah nya.
Wanita seksi yang memiliki tatto di tangan nya itu menatap sambil bersantai. Seakan tidak terjadi apa-apa di tempat itu.
Setelah semua beres mereka segera pergi dari tempat itu.
Frans segera masuk ke dalam mobil nya di susul Eva.
"Ayolah sayang?!"
Mobil Frans melesat pergi dari tempat kejadian, agar polisi tidak mencurigai mereka.
Polisi akan tau mobil itu mengalami kecelakaan.
Eva menatap Frans yang serius mengemudi, Pria itu terlihat tampan dan gagah..Itulah yang membuat Eva menyukainya.
Di rumah sakit Bob melaksanakan tugas nya dengan baik. Merawat Linda hingga kaki nya perlahan mulai membaik dan bisa berjalan walaupun masih di bantu dengan alat penyangga tongkat kruk.
Wanita cantik itu kini sedang belajar untuk berjalan walau masih tertatih tatih. Terkadang ia kesal kepada Bob, dan mengomeli pria itu sepanjang hari.
"Ini semua karena kamu, kalau saja kamu tidak membawa ku ketempat laknat itu,aku tidak akan seperti ini" kata Linda melotot kepadanya.
__ADS_1
"Kalau saja kamu tidak bodoh dengan kabur dari ku, kamu tidak akan pernah berakhir di rumah sakit seperti ini" bantah Bob tidak ingin selalu di salah kan oleh Linda.
"Pergilah aku tidak ingin melihat mu lagi, Urus itu istri mu agar dia tidak sampai mencelakai ku lagi" usir Linda.
"Seumur hidup mu, dia tidak akan pernah mengganggu mu lagi sayang?!" bisik Bob dengan senyum merekah.
Linda semakin naik darah dan menatap tajam wajah Bob.
"Aku semakin mencintai mu, melihat tatapan mu seperti itu kepada ku" Bob semakin menggoda nya.
"Dasar Spongebob!"
"Ya predipethy ku sayang?!" balas Bob tersenyum manis. Pria itu mendekat kearah Linda yang kini sedang cemberut.
Tangan nya membelai lembut rambut Linda namun Linda dengan ketus menepisnya.
Tingkah Linda membuat Bob semakin gemas dan terus menggoda nya.
"Bob?! berhentilah mengganggu ku?!' pekik Linda.
Namun Bob tidak mempedulikan ucapan Linda, dia dengan cepat memeluk tubuh Linda dan mencium bibir nya tanpa bisa di tolak oleh Linda.
Bagaimana bisa Linda yang belum bisa berlari dengan kaki yang cidera seperti itu. Dia akhirnya pasrah dan terbuai dengan ciuman lembut Bob.
Pria tampan yang mengajarkan kepada nya bagaimana berhubungan intim sewaktu masih belia dulu itu, selalu berhasil membuat dirinya terbuai dengan kelembutan nya.
Hingga akhir Linda pun tau dan rasakan betapa nikmatnya jagung kolombus. Istilah yang di populer kan oleh Linda dan Jelly.
"Bob?! Linda memukul dada pria yang kini tangan nya mulai nakal merayap ke mana mana.
Bob terkekeh menatap wajah yang kini menatapnya sayu itu. "Cepatlah sembuh agar aku bisa membawa mu ke pelaminan!" Bisik Bob dengan tatapan lembutnya.
Linda semakin cemberut dan tidak mempercayai ucapan pria yang telah memporak porandakan hatinya itu.
Seorang Bob yang mampu menghancurkan leburkan harinya. Pria dewasa dengan kadar ketampanannya yang tidak pernah memudar walaupun sekian tahun mereka tidak pernah bertemu.
Dunia tak selebar daun kelor dan mereka kembali di pertemukan di rumah sang bos saat Bob di tugaskan merawat istri bosnya yang sedang hamil hingga melahirkan.
Kini Bob harus menjadi dokter untuk kekasih nya sendiri akibat ulah mantan istrinya.
Tidak sepenuhnya Bob bersalah dalam hal ini. Semua di karenakan kebodohan Linda yang mencoba kabur dari rumah Bob.
Melihat sikap Linda yang terkadang ketus dan marah marah kepada nya membuat Bob tersenyum.
"Ngapain juga sih paket acara lari dari rumah ku? akhirnya jadi begini kan, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun untuk menyakiti mu, sekian tahun aku hampir gila mencari mu di muka bumi ini sayang" Bob memeluknya.
Linda merasakan ketulusan dan kejujuran serta kehangatan seorang pria yang membuat hidup nya terombang ambing di atas samudera kehidupan.
__ADS_1
Dan pada akhirnya wanita cantik itu kini melabuhkan hatinya di dermaga cinta seorang pria yang merupakan cinta sejati nya.