Gairah Om HoT Yang Kesepian

Gairah Om HoT Yang Kesepian
Frans Bertingkah Aneh


__ADS_3

Kebahagiaan yang hakiki itulah yang dirasakan oleh Alex dan Bob. Kehadiran buah hati mereka semakin melengkapi kebahagiaan nya.


Beda dengan Eva dan Frans yang ikut bahagia bahkan Eva yang di berikan kesempatan untuk memberikan nama untuk putri Alex.


Sebuah nama yang indah dan cantik seperti si kecil mungil itu. Wajah cantik nan rupawan itu di beri nama "Dewi Anggraeni" sebuah nama yang selalu di rindukan oleh Eva.


Ya Eva memberikan nama itu untuk putri Alex, Jelly pun setuju, begitu juga dengan Alex.


Sabar itu yang selalu di katakan Frans, ia tau istrinya itu pasti sedang iri melihat istri bos dan juga istri dokter Bob sudah punya momongan.


Hari ini terjadi kesibukan di kediaman Alex. Seperti biasa semua periksaan kesehatan untuk semua yang bekerja di rumah ini.


Bob di buat sibuk dan kerepotan, mau bagaimana lagi karena itu tugas nya sebagai dokter. Frans terlihat santai tidak ikut membantu karena itu juga bukan tugasnya.


"Sini biar ku periksa" kata Bob kepada Frans.


Tentu saja Frans menolaknya dia tidak mau di periksa.


"Aku ini sehat"


"Ya, sehat dan tidaknya kamu tetap menjalani pemeriksaan" kata Bob.


Namun Frans tetap menolak untuk di periksa, hingga Bob terus memaksa agar Frans mau untuk di periksa.


"Apakah benar kamu tau kalau kamu itu sehat?"


"Ya,kamu lihat saja sendiri kan?" balas Frans balik bertanya.


"Yakin?" kata Bob lagi.


Frans menatap Bob dengan satu alis yang terangkat. Karena kalimat terakhir Bob Seperti tidak percaya kalau dirinya sehat tidak kurang satu apapun.


Karena di paksa Frans akhirnya mau untuk periksa kesehatannya. Bukan hanya kesehatan tapi satu dan lain hal juga.


Inilah penyebabnya istri mu sampai saat ini belum hamil. Bob melempar sebuah kertas hasil periksa Frans.


Frans hampir tidak percaya bahwa dirinya memiliki kekurangan. Pantas saja sampai saat ini istrinya belum bisa hamil.


Setahu nya semua normal saat berhubungan badan dengan istrinya. Terasa dia tidak memiliki kekurangan apapun.


Bob akhirnya memberikan obat dan meminta Frans untuk rutin periksa. Frans meminta untuk tidak memberitahukan hal ini kepada siapa pun termasuk istri nya.


"Tenang, rahasia mu aman bersama ku" kata Bob tersenyum penuh arti.


"Awas ya kalau sampai bocor" Ancam Frans sambil memberikan kode di leher dengan tangan. Yang artinya Ki gorok leher mu. Di balas kekehan Menggoda Bob.


"Dasar dokter dan bos yang sama sama gila" dengusnya. Melangkah keluar dari ruangan Bob.


"Siapa yang kamu bilang gila?" suara dingin orang di belakang membuat Frans terdiam beku.


Frans tidak tau kalau Alex akan tiba tiba muncul di belakangnya. "Mampus aku"

__ADS_1


Sementara Bob mengulum senyum melihat Frans yang ketahuan Bos sedang mengumpat mereka. Frans menggaruk tengkuknya yang tidak gatal hanya untuk menutupi rasa bersalahnya.


"Kalau aku gila, kamu juga lebih gila lagi" Kata Alex melewati Frans dengan lirikan tajamnya.


Mendengar apa yang di katakan Alex membuat Frans tersenyum geli.


"Siapkan keberangkatan kita besok ke Sidney" titahnya.


"Tapi bos kita tidak ad jadwal untuk ke sana"


"Tidak perlu jadwal" bantahnya lalu segera pergi dari sana menuju ruangan pribadi nya.


Kalau sudah bertitah demikian sudah tidak bisa di bantah. Frans merasa heran dengan bos yang tiba tiba meminta untuk segera ke Sidney tanpa rencana.


Ataukah memang Alex punya rencana sendiri? apakah gerangan yang membuat bos nya itu tiba tiba menyuruh untuk mempersiapkan keberangkatan mereka.


Frans kini sibuk dengan laptopnya berselancar mencari informasi terkait dengan rencana keberangkatan bos.


"Hmm' Frans bergumam sambil manggut-manggut.


Ternyata ada acara pelelangan besar besaran di sebuah hotel yang ada di sana. Dan Alex berniat untuk mengikuti acara tersebut.


Hal itu tentu saja atas ijin istrinya Jelly, Alex yang telah berhasil membujuk wanita yang sedang menyusui anak ketiga nya itu.


Bagaimana tidak Alex akan ke sana hanya untuk memantau Albert. Albert merupakan salah satu dalang di balik penyerangan di kediaman nya.


Oma sudah tidak ada Alex akan bebas melakukan apa saja tanpa ada yang melarang nya. Namun benar kah tidak ada orang yang akan melarang semua kejahatan nya?


Meskipun Oma telah tiada tapi ada satu wanita yang akan membatasi setiap langkah kakinya. Dunia hitam adalah sisi gelapnya.


Tapi sayang di saat akan berangkat si kecil Dewi tiba tiba panas. Bayi yang baru berusia enam bulan itu kena demam.


Hal itu membuat Alex kesal dan marah, semua yang ada di dalam rumah itu kena amukan nya. Para suster dan perawat hampir di pecat.


"Daddy! kamu bisa kena stroke kelau terus marah marah seperti itu" ujar Jelly.


Melihat suaminya yang sedang marah,Alex marah bukan karena itu.Salah satu penyebabnya adalah dengan sakitnya Dewi membuat keberangkatan nya ke Sidney harus gagal.


Musuh yang di incar nya masih bebas bernafas dengan lega. Bahkan Albert sedang berpesta atas kemenangannya di pelelangan berlian Bulgary.


Alex mengusap wajah nya yang terlihat memerah karena murkanya. Kalau saja Jelly tidak segera menghentikan kebiasaan buruknya saat marah. Mungkin di antara para pembantu di rumah itu ada yang tewas di tangannya.


Bunyi bergedebum pintu ruang kerja nya berbunyi di banting dengan keras. Hal itu membuat Jelly sampai geleng geleng kepala.


"Salah minum obat apa dia?" gumam Jelly masih menatap ke arah pintu yang barusan di banting Alex.


Dewi yang merasa oleng karena semalaman tidak tidur karena si kecil Dewi terus menangis. Begitu si kecil mulai tidak rewel setelah di beri obat. Jelly memilih untuk tidur di kamar Baby nya.


Menemani Dewi di kamarnya agar bila bangun Jelly ada di sampingnya. Meskipun ada pengasuh tapi Jelly memilih untuk menjaga buat hatinya. Merawat anak anaknya di bantu oleh perawat dan pengasuh mereka.


Di ruangan nya Alex sedang berbicara dengan seseorang di telpon. Dengan wajah yang dingin dan rahang yang mengeras.

__ADS_1


"Hancurkan semuanya jangan sampai ada yang tersisa" titahnya.


Frans dan Bob yang sudah bergerak cepat saat di tugas untuk melakukan kekacauan di gedung pelelangan itu. Bahkan Albert yang sedang berpesta menjadi kalang kabut. Sebuah peluru tepat bersarang di dadanya hingga pria itu tewas di tempat.


Tidak ada yang tau siapa pelaku di balik kekacauan itu. Padahal semua di jaga dengan ketat. Tidak terdengar bunyi tembakan sama sekali. Penambak jitu itu sangat mahir melakukan tembakan dengan senjata yang sudah di pasang peredam suara.


Terjadi kepanikan dan suara histeris para wanita yang datang bersama dengan pria yang membooking mereka. Suana gaduh dan kacau balau itu dengan cepat di pergunakan oleh Frans dan Bob untuk menyelesaikan misinya.


Misi terakhir yang di tugaskan oleh Alex untuk kedua anak buahnya yang kemapuan mereka di dunia hitam sudah tidak di ragukan.


Sekalian menuntaskan kemarahan nya kepada Albert yang telah melukai Eva. Seorang wanita yang sangat di sayangi Alex.


Frans tiba di kediaman nya dini hari, saat Eva sedang terlelap dalam tidur. Terbuai mimpi tanpa menyadari kehadiran suaminya.


Frans mantap wajah cantik yang sedang lelap dalam tidurnya. Ia lalu masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya


Eva terjaga saat merasakan sebuah tangan memeluk tubuh nya. Bau parfum khas tercium wangi di indra penciumannya.


"Frans?" desisnya, membuka mata perlahan meskipun masih terasa ngantuk.


"Hmm!" gumam Frans yang sudah beraksi mencium lembut bibir seksi sang istri. Dari ciuman lembut berubah menjadi ciuman panas yang menggairahkan.


Hasrat biologisnya yang sudah beberapa hari tak tersalurkan membuat Frans sangat menggebu dan dengan lihainya bergerilya di tubuh istri nya.


Malam indah dan panas di lalui dengan penuh gairah oleh pasangan yang sedang membuat adonan yang akan hadir menyerupai seorang penghuni bumi yang berwujud manusia.


Frans ingin membuktikan reaksi dari obat yang di berikan oleh Bob dokter gilanya itu. Hingga Eva di buat tak berdaya melayani hasrat suaminya.


Beberapa bulan kemudian Frans mengalami perubahan dalam dirinya. Kepalanya sering pusing dan terasa mual.


Keanehan yang terjadi dengan dirinya sungguh di luar pemikirannya. Ingin makan yang asam asam, hingga suatu hari Frans nekat menghentikan mobil di pinggir jalan saat sedang bersama dengan bosnya.


Dia nekat memanjat pohon mangga yang ada di pekarangan sebuah rumah. Di saat pemilik rumah itu tidak ada. Memetik beberapa buah mangga muda lalu meletakkan selembar uang seratus ribu rupiah.


"Anggap saja ini untuk membayar mangga harga mangga ini,biar aku tidak di bilang maling" Frans berbicara sendiri di teras rumah itu lalu bergegas pergi dari sana.


Alex yang melihat keanehan anak buahnya itu menjadi heran. Tatapan matanya yang tajam membuat Frans tersenyum manis pada nya.


Alex lebih heran lagi melihat Frans yang dengan rakusnya melahap mangga muda itu. mengigit dengan kulitnya.


"Bob siapkan alat medis mu sekarang" perintah Alex di telepon.


Dari dalam mobil Alex menghubungi Bob dan menyuruh Frans membawa mobilnya ke rumah sakit.


"Kita ke rumah sakit sekarang" perintahnya.


"Bukannya kita mau ke kantor?' tanya Frans sambil mengunyah mangga muda dengan rakusnya.


Hal itu membuat Alex melotot padanya, yang di balas Frans cengengesan.


"Untuk apa ke rumah sakit, siapa yang sakit? tanya Frans dengan raut heran.

__ADS_1


"Kamu!" kata Alex tenang.


"Apa?????" Frans terlonjak dan mendadak menginjak rem.


__ADS_2