
Semua teman dan rekan bisnis Keluarga Lawrans mengucapkan turut berbelasungkawa dengan kepergian Oma.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga ini, Alex sendiri terkadang terlihat termenung. Jelly selalu berusaha menghibur dan menemani sang suami.
"Daddy,,,Dad?" Jelly mengetuk pintu ruang kerja suaminya yang terkunci.
Padahal selama ini Alex tidak pernah mengunci pintunya. Hingga Jelly bebas masuk ke dalam menemui suaminya.
Tapi kali ini pintunya benar benar terkunci hingga jelly beberapa kali mengetuk nya.
"Daddy...buka pintu nya dong?" teriak Jelly dari luar.
Karena Alex tidak kunjung kunjung untuk membuka pintunya. Jelly kini ada akal senyum tersungging di bibirnya.
Ia lalu masuk ke dalam kamar mereka, memencet sebuah tombol maka dinding yang terdapat sebuah lukisan kapal pinisi itu bergeser.
Pintu rahasia itu terbuka Alex yang sedang termenung di meja kerjanya tidak menyadari kehadiran istrinya.
"Dad?!" Sebuah tangan lembut menyentuh pundaknya, Jelly meremas pelan di sana. Tak lupa pula kecupan sayang di pipinya.
Tangan Alex terangkat memegang tangan Jelly yang ada di pundaknya. Menarik lalu mengecup lembut jemari lentik sang istri.
Sebuah kedamaian dan ketenangan jiwa yang ia rasakan saat sang istri selalu memberikan perhatian di saat dirinya terasa melemah. Jelly merupakan kekuatan untuk nya setelah kepergian ibunya.
Jelly akhirnya memeluknya dari belakang, jiwa yang seakan sepi dan sedang berduka itu kini terasa damai.
Perut buncitnya terasa menyentuh punggung Alex. Pria itu berdiri dan menghadap istrinya. Meraih dalam dekapan, sebuah ciuman yang terasa manis.
"Dadd?!" Jelly menatap dalam dalam wajah Alex, tangannya terulur mengusap lembut wajah suaminya.
Hati yang sedang berduka dan merasa kehilangan itu,menatap sang istri dengan tatapan sendu yang meredup.
Jelly turut merasakan kedukaan suaminya, bukan hanya Alex yang sedang berduka tapi juga dirinya. Tanpa sepengetahuan Alex wanita cantik itu baru saja menangis.
Hingga ia memutuskan untuk melabuhkan duka hatinya di dada Alex. Tapi sayang pada kenyataannya pria yang selama ini di kenal keras dan tegas itu sedang termenung.
Jelly yang tadinya ingin menangis di dalam dada suaminya, merasa trenyuh dan keadaan sang suami.
Jelly akhirnya berusaha untuk menghibur suaminya, memberikan kekuatan dan ketabahan.
Alex kembali meraih tangan Jelly mengecup dengan penuh perasaan. Memeluk wanita yang sedang hamil itu.
Bibir keduanya kini bertautan, Alex yang selalu memulai dengan ciuman panas nya. Malam yang dingin itu mulai panas.
Di kediaman Bob, Pria itu kini di buat sibuk oleh sang istri. Linda minta di buatkan jus Durian dan juga bubur ayam.
__ADS_1
Bubur ayam nya sudah selesai dan di hidangkan panas-panas. Linda dengan senang hati menikmati masakan suaminya.
"Enak banget" pujinya.
"Tentu saja enak, semua yang ingin kamu makan akan saya siapkan"
"Tapi jus Durian nya mana?" Linda kini merengek karena Bob tidak membuat jus Durian yang dia idamkan.
"Jus duren nya besok aja ya sayang?" Bob mengelus perut Linda yang sudah membuncit, sambil tersenyum.
Bukan nya senang Linda malah cemberut di barengi ngambek.
"Cup ...cup sayang jangan ngambek, papa akan penuhi semua keinginan mu sayang" Bob menunduk mencium perut istrinya.
"Dengar ya, papa bukan tidak mau penuhi keinginan mu,tapi ... ini sudah malam,papa tidak bisa meninggalkan kamu dengan Mama sendirian" ucapnya.
Linda yang mendengar apa yang di katakan suaminya. Akhirnya tersenyum ia sadar hidup mereka di intai musuh musuhnya Alex.
"Baiklah papa, Jus nya besok aja, janji ya?"
"Nah gitu dong baru bilang anak papa" Bob tersenyum.
Bob menatap Linda dengan lembut mengusap pipi mulus istrinya. Lalu mendaratkan sebuah kecupan di bibirnya.
Linda perlahan naik ke tempat tidur, beberapa bulan lagi dirinya akan melahirkan. Dari hasil USG nya calon bayinya seorang laki laki.
Itu membuat Bob sangat bahagia dan sejahtera, sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah. Hal yang paling dia nantikan adalah kelahiran putra nya.
Di lain tempat Frans sedang menemani istrinya untuk terapi. Dari hasil pemeriksaan kedua pasangan ini normal.
Melihat Linda dan juga istri bos yang sedang hamil dan tinggal menunggu waktu untuk melahirkan, membuat Eva tidak sabar ia juga ingin merasakan hamil,melahirkan dan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu.
Apalagi Eva tau dirinya dan Frans juga normal, itu menjadi kemungkinan besar mereka juga akan punya anak.
Beberapa bulan kemudian Eva kini berkunjung ke rumah sakit. bukan karena sakit ataupun periksa. Tapi menengok dua ponakannya yang baru saja lahir.
Ya Jelly dan Linda telah melahirkan dalam bulan yang sama,di hari yang berbeda. Linda melahirkan seorang bayi laki laki. Beberapa hari kemudian Jelly melahirkan putri nya.
Sungguh merupakan suatu kebahagiaan dari kesempurnaan hidup. Bukan hanya Alex dan Bob yang berbahagia.Tapi juga Frans dan Eva, wanita cantik itu merasa gemas melihat bayi dua bayi mungil yang di letakkan di ruang khusus bayi untuk keluarga Lawrans.
Putri Alex dan juga putra Bob di satu ruangan yang sama, dengan penjagaan dan pengamanan yang cukup ketat.
Eva dengan gemas memeluk tubuh mungil Putri Alex. Tentu saja tidak sembarang orang bisa menyentuh anak Alex tanpa seizin Alex.
Eva merupakan bagian dari kehidupan Alex, makanya dia bisa menggendong bayi cantik itu. Eva dengan sangat hati hati menggendong bayi Alex.
__ADS_1
Eva menatap takjub mahluk mungil yang selama sembilan bulan bersemayam di dalam rahim seorang wanita.
Tanpa terasa air mata Eva menetes jatuh, membasahi pipinya. Rasa haru dan bahagia serta rindu pada kehadiran seorang anak membuat wanita itu meneteskan air mata. Frans yang melihat itu segera merengkuh bahu istrinya.
"Bersabarlah kita harus lebih giat lagi dalam berusaha. Tuhan pasti sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk kita" bisik Frans sambil mencium pucat kepala istrinya.
Untuk kesekian kalinya Eva mencium lembut bayi mungil itu lalu kembali meletakkan ke dalam box bayi.
Selanjutnya bayi Linda yang di gendong nya, dengan hati hati, karena Linda belum berpengalaman mengurus bayi.
Melihat para suster dengan lincah mengurus bayi membuat Eva merasa iri. Dia tidak pandai mengurus bayi. Hanya pandai dalam hal beladiri tapi tidak bisa mengurus bayi.
"Saya belum bisa mengurus bayi, mengendong seperti ini saja takut. Bagaimana kalau punya anak nanti" ucap nya sambil tertawa kecil.
"Ibu pasti bisa bila sudah punya momongan nanti " ujar suster yang membantu Eva.
Eva menatap suster itu dengan intens memastikan kalau dia bukan seorang penyusup. Frans yang mengetahui hal itu segera berbisik.
"Mereka sudah di seleksi dan menjalani pemeriksaan yang intensif. juga sudah di berikan ijin oleh bos"
"Saya sudah menjalani sekian tes dan pemeriksaan. saya juga masih sayang dengan nyawa dan keluarga saya di kampung" Suster yang merasa dirinya di curigai Eva, tertawa kecil nampak ramah dan sopan.
Eva hanya mengangguk sekilas lalu kembali menatap bayi mungil yang sedang bergerak lucu itu.
"Menggemaskan" ingin rasanya Eva menggigit hidung mancungnya.
Frans tersenyum melihat tingkah Eva yang gemas dengan anak kecil inginnya ia juga punya anak.
Frans sendiri sesungguhnya merasakan hal yang sama ingin punya anak yang lucu dan menggemaskan.
Tapi tuhan belum mempercayakan kepada nya, mereka harus berusaha dan banyak berdoa agar mereka bisa di berikan kepercayaan untuk menerima amanah itu.
Di ruang rawat Jelly, Bram tidak henti hentinya mencium istrinya itu. mengucapkan banyak terima kasih telah melahirkan putri yang cantik untuk nya, anak ketiga Alex.
Sebuah kebahagiaan yang sempurna membuat Alex bersyukur atas apa yang telah tuhan berikan kepadanya.
Untuk itu Alex mengutus para anak buahnya untuk membagikan bingkisan kepada anak anak panti asuhan. Serta membagikan sembako untuk fakir miskin.
Juga memberikan hadiah kepada para anak buahnya. Mereka sangat senang setiap kali bos memberikan mereka hadiah, berupa bonus untuk gaji mereka di bayar dua kali lipat.
Meskipun di kenal kejam dan sadis, tapi Alex juga merupakan seorang yang dermawan. Ia yang selalu mengunjungi kaum bawah. Di situlah Alex di cintai oleh mereka.
Linda yang selalu tersenyum bahagia dengan kelahiran putranya. Terlebih lagi dengan Bob, sebuah anugerah terindah yang Tuhan berikan untuk nya.
Bahagia Itu di rasakan Alex dan keluarganya. Seperti pelangi setelah hujan.
__ADS_1