
Bob yang baru saja melepas kerinduan nya pada sang istri. Dua insan yang sedang berciuman itu harus melepaskan pelukannya.
Ponsel Bob tiba tiba berdering membuat dirinya berdecak kesal.
Mau tak mau Bob harus kembali menemani bos nya itu. Padahal dirinya ingin menuntaskan hasratnya yang sudah di ubun ubun.
"Sayang, aku harus menemui Alex, kamu istirahatlah setelah semua tugas ini selesai. Aku akan membawamu pergi kita berlibur" Menatap wajah cantik istrinya lalu kembali mengecup lembut bibirnya.
"Pergilah, selesai kan tugas mu,aku akan selalu menunggu mu" Linda tersenyum manis.
Menjadi anak buah Alex tidak lah mudah dirinya harus siap setiap saat kapan pun di perlukan entah siang ataupun malam.
Seperti malam ini di saat dirinya ingin memadu kasih dengan istri tercinta datang lagi panggilan dari si Bos.
Dengan berat hati Bob melepas pelukannya setelah mengecup sekilas pipi Linda. Ia keluar dari kamar sambil menggerutu.
Berjalan menuju ruangan pribadi Alex setelah melewati beberapa ruangan dengan Lift khusus.
Di dalam ruangan pribadi Alex , Jelly sedang mengadukan apa yang selama ini terjadi tanpa sepengetahuan mereka.
"Daddy coba periksa semua Cctv-nya. Eva beberapa hari yang lalu memberitahu kan kalau ada suster di dalam rumah ini bekerja sebagai mata mata"
"Tenang sayang, Daddy akan segera mengurusnya nanti" bisik Alex sambil membelai pipi istrinya.
Menarik istri tercintanya itu duduk di pangkuan nya. "Sudah lama kita tidak melakukan ini" bisik Alex yang mulai menjelajah dengan ciumannya di beberapa tempat sensitif tubuh istri nya.
Jelly yang tidak mengenakan bh, merasa geli ketika tangan besar Alex kini bermain di dua bukit kembarnya.
Ciuman lembut itu mulai merambat ke leher putih sang istri. ******* kini lolos dari bibir
Jelly, saat Alex meremas dua botol ganti milik Baby Amy.
Alex yang sedang asyik dengan ciumannya, di buat kesal dengan kehadiran Bob yang tiba tiba masuk dan berdehem.
"Ekhemm!?" Tanpa mengetuk pintu Bob langsung masuk namun ia terkejut melihat pemandangan di depan mata.
"Apakah kamu tidak bisa mengetuk pintu sebelum masuk?" kata Alex dingin.
Saat Bob masuk ke dalam ruangan itu,Alex sedang berciuman dengan istri nya.
Bahkan baju yang di kenakan Jelly sudah terangkat memperlihatkan dua bukit kembarnya yang sedang di mainkan Alex.
"Salah sendiri yang bercinta tidak tau tempat" balas Bob melangkah masuk dengan santainya.
Jelly yang sedang duduk di pangkuan suaminya merasa risih. Wanita itu akan berdiri tapi Alex menahan nya.
"Tetap di tempat mu sayang" kata Alex lembut.
"Beuh" Bob mencibir melihat kemesraan bos dengan istri nya.
"Apakah aku perlu keluar sebentar?"
"Tidak usah, duduk lah ada hal penting yang harus kita selesaikan malam ini"
Bob duduk di kursi yang ada di hadapan Alex, gaya nya sangat santai.
__ADS_1
Gayanya itu membuat Alex malah melotot marah, namun Bob tetap cuek.
"Katakan apa yang harus aku kerjakan, karena aku tidak punya banyak waktu, butuh istirahat" Kata Alex.
Dalam hati Alex membenarkan apa yang di katakan dokter nya ini. Sejak kejadian itu Bob memang belum istirahat hingga saat ini.
Alex menghidupkan layar monitor besar yang ada di ruangan itu. Menampilkan gambar seorang perempuan sedang berbicara di telepon dan melaporkan kegiatan nya di rumah Alex.
Suara bahkan terdengar dengan jelas dan itu membuat Bob dan Alex sama sama geram.
"Jadi selama ini wanita itu yang sudah menjadi mata mata di rumah ini" Kata Alex geram. rahangnya mengeras dan giginya sampai berbunyi.
pertanda bahwa ia sangat marah apa lagi mengingat dirinya sampai di serang oleh musuh yang sebelumnya mengundang Alex ke luar negeri.
Untung saja insting nya begitu kuat sehingga membatalkan keberangkatan nya ke luar negeri. Untuk mengikuti pertemuan penting yang sudah di rencanakan untuk menyerang kediamannya.
Andai saja ia jadi berangkat saat itu, entah apa yang akan terjadi dengan anak istrinya. Mungkin Alex akan hidup dalam penyesalan seumur hidupnya.
Di rekaman Cctv terlihat suster Mira yang sedang berbicara dengan seseorang.
"Tuan Alex akan berangkat ke luar negeri sore ini. kalian punya kesempatan untuk datang menyerang kediaman nya nanti malam. Dan saya akan membereskan anak dan istrinya" berkata demikian wanita yang ternyata adalah seorang mata mata itu tertawa licik.
Alex langsung meremas remote yang ada di tangannya. Jelly dengan segera mengambil remote control itu dari tangan Alex sebelum benda itu hancur di tangan nya.
Perempuan cantik itu mencium pipi suaminya untuk meredakan emosi nya. Jelly tidak ingin bapak dari anak anaknya itu terkena darah tinggi.
"Ingatlah Dad! jangan sampai selalu terbawa emosi. Karena itu akan berdampak bagi kesehatan mu, terutama tekan darah mu bisa naik" kata jelly lembut.
"nyonya benar tuan, jangan terbawa emosi rileks rileks semu bisa di atasi" sambung Bob enteng.
"Pergilah itu tugas mu untuk melenyapkan perempuan berbahaya itu" titah Alex.
"Baiklah aku juga perlu istirahat, jangan mengganggu malam ini, aku juga harus melakukan kewajiban ku untuk memberikan nafkah batin kepada istri ku" Berkata demikian Bob pun melangkah keluar dari ruangan itu.
Setelah Bob pergi Alex kembali menjalankan aksi nya. Apalagi kalau bukan menyirami bibit jagung kolombusnya yang sedang tumbuh.
Suara suara aneh pun terdengar di dalam ruangan itu. Alex yang sedang menggarap ladang nya dengan penuh semangat. Malam pun menjadi panas. Malam panas itu terasa nikmat.
Di kamarnya Linda belum juga tidur, matanya seakan tidak bisa terpejam.
Hingga pintu kamar terbuka sosok Bob yang masuk dengan senyuman menawan nya.
"Sayang, apakah kamu belum juga tidur"
"Aku tidak bisa tidur" jawab Linda.
"Baiklah aku akan membuat mu nyenyak tidur malam ini"
Bob segera memeluk Linda dan menghujaninya dengan ciuman. Ciuman yang mula mula lembut itu berubah menjadi ciuman panas penuh gairah.
Malam berlalu indah bagi pasangan yang kini sebentar lagi akan memiliki anak.
Linda yang kini sedang mengandung anak pertamanya. Wanita cantik itu kini terlena dengan kenikmatan surga dunia yang di berikan sang suami.
Alex sendiri menghabiskan malam bersama istrinya di ruangan khusus pribadi nya itu. Sudah menjadi kebiasaan Alex. Ia akan bercinta di mana pun dia mau.
__ADS_1
Menuntaskan hasratnya, hingga membuat istrinya itu kini hamil anak ketiga. Alex semakin mencintai wanita yang membuat dirinya merasa bahagia bisa memiliki anak.
Benar benar hot Daddy, dalam tiga tahun akan memiliki tiga orang anak. Sukses dengan pembibitan jagungnya. Jagung yang luar biasa panjang besar dan kuat.
Alex dan Bob yang kini sedang berbahagia, beda dengan Frans yang kini menyesali nasib. Istri tercintanya kini masih betah dalam tidur nya.
Tidak henti hentinya fans menyebut nama Eva dalam setiap lantunan doa. Memohon kepada sang pencipta, pemilik hidup.
Agar wanita yang di cintai nya itu di berikan kesembuhan. Kembali bangun dan sadar dari komanya.
Frans yang hampir tidak pernah tidur, hingga kantung matanya kini menghitam. Alex dan juga Bob sering bergadang menemaninya.
Jelly pun selalu datang membesuk setiap hari, berharap agar Eva cepat sadar.
Seperti hari ini, Jelly duduk di samping tempat tidur Eva. Menggenggam lembut jemarinya. Hatinya menjadi sedih, melihat kondisi Eva yang terbaring dengan beberapa alat medis bergelantungan di kanan kiri nya.
"Eva?!!! bangunlah, kami semua menyayangi mu, melebihi rasa sayang mu kepada Alex. Demi Alex kamu rela berkorban. Tidak kah kamu menyayangi Frans? dia ikut menderita melihat mu seperti ini. Eva bangun lah demi suamimu, demi Frans dan juga Alex!".
Jelly menghapus air matanya, menatap nanar wajah Eva yang tertidur pulas. Melihat Eva yang tidak bangun bangun membuat Jelly akhirnya berkata. "Aku membencimu kalau kamu tidak mau bangun dan akan tetap seperti ini."
Alex yang melihat istrinya menangis sambil berkata kata, ia segera menghampirinya.
"Sayang?! Eva pasti akan sadar. kita semua selalu berdoa untuknya"Kata Alex lembut.
Frans yang sedang duduk bersama bos hanya bisa menatap sendu. Rasa rindu ingin melihat lagi senyum tawa istri nya.. Rindu kelembutannya, rindu akan kehangatan nya.
Malam malam panjang di lalui Frans untuk tetap menemani tidur nyenyak sang istri. yang entah kapan Eva akan bangun untuk mengobati kerinduan Frans. Wanita itu ada di tatap matanya.
Semua kini telah pulang tinggalkan Frans seorang diri menemani sang istri. Merasakan sunyi.
Namun hanya kebisuan yang tercipta dari setiap detik waktu yang berlalu. Hati Frans mengiris sakit. Sakit melihat penderitaan istrinya.
Dirinya seakan rapuh, semua persendiannya seakan ikut merasakan sakit. Menatap sendu tanpa terasa air matanya menetes jatuh. Frans menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Menunduk menatap ubin yang dingin berharap ada keajaiban dari tuhan.
Frans kembali menghampiri tempat tidur istrinya, meriah jemari lembut nya. Menggenggam erat dan mencium penuh perasaan.
"I love you because, I need you" bisik Frans lembut tepat di telinganya.
Frans memejamkan matanya merasakan sakit yang teramat sangat. Melihat Eva yang tetap diam membisu.
"Aku berjanji akan membalas mereka yang telah membuat mu seperti ini" rahang Frans mengeras.
Kilatan matanya menunjukkan api dendam yang membara. membakar setiap nadinya. Menuntut balas kesakitan istrinya.
Di sebuah taman yang luas,Seberkas sinar terang menerpa wajah nya, ada embun yang menetes membasahi jemari nya.
Jari jemari nya di gerakkan melihat butiran bening yang berpijar di terpa cahaya. Perlahan Eva membuka telapak tangannya untuk mengusap embun tersebut.
Bukan nya embun tapi air mata suaminya yang selalu berdoa hingga meneteskan air mata. Betapa tulusnya ia mencintai Eva. Hingga air matanya selalu menetes setiap kali mengucapkan bait doa untuk sang istri.
Frans yang sedang tertidur dengan kepalanya yang tertunduk di tepi tempat tidur. Sambil tetap menggenggam jemari Eva.
Merasa ada yang bergerak membuat ia terjaga di malam menjelang subuh. Fans mengucek matanya demi melihat. Jemari Eva yang bergerak.
"Honey?"
__ADS_1