
Rasa lemas dan malas membuat Eva tertidur di sofa. Hingga Frans yang baru pulang merasa heran. Tidak seperti biasanya kalau dirinya pulang Eva selalu menyambut nya dengan senyum ceria.
Namun hari ini suasana rumah terasa berbeda nampak sepi. Mengira istri tercintanya sedang pergi. Frans baru menyadari saat mendapati istrinya itu tengah tertidur di sofa.
Menggeleng kepala sambil tersenyum, Frans mendekati istrinya. Menatap wajah yang nampak pulas hingga tidak menyadari kehadirannya.
Eva membuka mata nya saat merasakan ada yang menyentuh pipi nya. Frans sedang mengelus lembut pipi nya. Seulas senyum terpatri di wajah tampannya.
"Jangan tidur seperti in!i tidak baik, bisa saja orang jahat akan.masuk, karena pintu nya tidak kamu kunci" Frans mengecup sekilas bibirnya.
Menarik tubuh Eva lalu menggendongnya menuju kamar. Eva tersenyum senang sambil melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya.
"Lain kali kalau tidur jangan lupa kunci semua pintu, karena kita tidak tau bisa saja musuh menyerang di saat kita lengah. Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu pada mu, cukup aku merasakan dunia ku begitu gelap saat kamu terluka" Tutur Frans lembut.
Jelas sekali kalau dia sangat mencintai istrinya, Frans sendiri tidak pernah menyangka dia akhirnya jatuh cinta dan menikah dengan wanita yang selalu menjadi teman setia nya.
Ya Frans berteman dengan Eva saat gadis itu di pungut Alex beberapa tahun lalu. Alex bahkan menugaskan Frans untuk mengajarkan Eva ilmu beladiri dan menembak.
Mengajarkan kepada nya bagaimana caranya menghadapi musuh dan strategi perang. Karena Alex yang seorang pengusaha memiliki banyak musuh dalam dunia bisnis dan tentu saja dia seorang ketua Gangster.
Dari situlah mereka lalu di pasangkan untuk selalu bertugas bersama hingga akhirnya mereka pun hidup bersama manjadi pasangan suami istri.
Frans tersenyum mengingat semua itu, bahkan awal nya Eva masih takut pada nya. Jelasnya takut dengan orang asing.
Pada saat di latih oleh Frans,Alex juga ikut andil ia langsung turun tangan melatih Eva. Atas laporan Frans bahwa Eva takut bila bersama nya.
Lambang laun Eva mulai terbiasa dan akhirnya gadis cantik itu mahir akan ilmu beladiri.
"Badan ku rasanya selalu lemas belakangan ini. Bahkan agak sedikit pusing" keluhnya pada Frans.
"Okey, kita kedokteran sekarang" ucap Frans.
"Bagaimana kalau panggil dokter Bob aja" kata Eva cepat.
Frans berpikir sejenak lalu mengiyakan kemauan istri nya.
"Baiklah akan ku hubungi Frans sekarang" Frans merogoh saku celananya, mengeluarkan benda pipih yang bernama Ponsel.
Ia lalu menghubungi Bob, mengatakan istrinya sedang sakit. tidak enak badan. Di sebrang sana terdengar kekehan Bob menggoda nya.
"Jangan jangan ulah mu yang telah membuat nya sakit?!' ujar Bob sambil tertawa di sebrang sana.
Namun Frans langsung mematikan sambungan nay tidak ingin bergurau dengan Bob, temannya yang berprofesi sebagai dokter mereka.
Tidak lama bel pintu berbunyi, Bob dengan senyum menggoda berdiri di depan pintu.
"Masuk" kata Frans tanpa basa-basi.
"Santai Bro! tidak perlu tegang seperti itu, sakit nya pasti akibat ulah mu" ujar Bob mengikuti langkah Frans.
Pria yang berprofesi sebagai dokter itu datang sambil membawa peralatan medis nya. Ia sendiri terus mengekor di belakang Frans sambil menggoda Frans, namun tidak di gubris kan pria itu.
Dia yang kini fokus dengan kesehatan istri nya tidak menanggapi gurauan Bob sahabatnya itu.
Di kamar Eva masih berbaring di tempat tidur, kepala terasa pusing dan agak lemas. Senyum Bob mengembang saat masuk ke dalam kamar.
Dokter itu sudah tau pasti apa yang membuat istri sahabat nya itu akhirnya terbaring lemah di tempat tidur.
"Bagaimana tidak sakit kalau kamu terus menggempurnya" bisik Bob menggoda.
"Jangan bercanda, cepat laksanakan tugas mu,awas ya jangan macam-macam!" ancam Frans.
"Jangan kuatir saya tidak akan macam-macam sama istri sahabat sendiri" balas Bob santai.Ia mulai mengeluarkan peralatan nya.
Eva yang sedang berbaring berusaha bangun lalu duduk. Sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
"Halo nyonya" sapa Bob.
"Hai Dok!" balas Eva.
Bob senyum senyum sambil memasukkan peralatannya ke dalam tempat. Sebelum di periksa,Ia sudah bisa menebak apa penyakit istri sahabatnya ini.
"Bagaimana?" tanya Frans ketika Bob sudah keluar dari kamar mereka.
"Jangan kuatir istri mu baik baik saja" ujarnya. "Ini resep obat nya yang harus kamu tebus ke apotik" Frans memberikan secarik kertas yang berisi note obat.
Frans menerima lalu membaca tulisan nya, namun dia tidak mengerti dengan apa yang tertulis di kertas itu. Hingga dia pun bertanya.
"Apa sih yang kamu tulis? tulisan mu seperti orang yang tidak pernah sekolah saja"
"Yang jelas istri mu baik baik saja" Bob tertawa mendengar perkataan Frans.
"Baik baik bagaimana? jelas jelas istri ku sakit,kamu malah bilang baik baik saja, jangan jangan peralatan mu itu sudah rusak" Kata Frans mulai kesal dengan ulah Bob yang dari tadi mengerjainya.
Bob tertawa melihat tingkah sahabatnya yang mulai kesal kepada nya. Ia tersenyum penuh arti, membuat Frans makin kesal.
"Sebaiknya kamu pulang sekarang, aku akan membawa istri ku ke dokter yang masih waras" kata Frans dingin ia yang sudah di buat kesal oleh Bob.
"Santai bro! yang jelas ini kabar gembira untuk mu" ujar Bob tersenyum.
"Ayo cepat katakan lalu secepatnya kamu pergi dari sini " bentak Frans.
"Mau tau apa sakit istri mu?"
"Tidak perlu"
"Jangan ngambek ah"
"Sebaiknya kamu pergi, sebelum kesabaran ku habis"
"Apa maksud mu?" tanya Frans. Kelihatannya ia sangat penasaran dengan apa yang barusan di katakan oleh Dokter Bob.
"Itu artinya istri mu sedang mengandung" Kata Bob akhirnya.
"Benarkah?" tanya Frans polos. Membuat Bob mengangguk sambil tersenyum.
Buru buru Frans bergegas ke kamar nya, tidak lagi peduli dengan Bob yang masih berada di rumah nya. Hingga pada akhirnya Bob memutuskan untuk pulang.
Meninggal kan kediaman sahabat nya yang seperti nya sedang berbahagia mendengar kabar gembira tentang kehamilan istrinya.
Bob tersenyum mengingat tingkah Frans yang lucu menurut nya.
Tidak peduli dengan Bob Frans langsung menemui istrinya di kamar. Memeluk dan menciumnya penuh semangat.
Apa yang di lakukan Frans membuat Eva merasa sesak. Bagaimana tidak Frans memeluk tubuh nya dengan erat. Dengan ciuman yang bertubi-tubi.
"Frans apa yang kamu lakukan,aku tidak bisa bernafas tau" Eva mendorong nya berusaha melepaskan pelukan suaminya.
Sangking gembiranya Frans tidak menyadari bahwa istri nya hampir kehabisan nafas.
"Tau tidak! saat ini akulah orang yang paling berbahagia" tutur nya menggenggam kedua tangan Eva.
"Oh ya? apa yang membuat mu bahagia?' tanya Eva polos.
"Sebentar lagi kita akan memiliki baby yang lucu,kamu sekarang tengah mengandung sayang" kata Frans tersenyum. Jelas tergambar bahagia di raut wajahnya.
"Banarkah?" tanya Eva dia hampir tidak percaya dengan apa yang di katakan Frans.
"ya, sayang?!" Frans mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Oh tuhan!" seru Eva spontan memeluk Frans.
__ADS_1
Frans balas memeluknya mengelus lembut punggung Eva. Ia lalu mencium pucuk kepala Eva. Sangat lembut bahkan agak lama.
Rasa bahagia yang di rasakan Eva membuat nya tidak ingin melepaskan pelukannya.
"Frans aku bahagia mendengarnya" ucapnya. Menatap wajah Frans dengan senyum yang merekah, membuat Frans langsung menyambar bibir nya.
Mereka kini berciuman menyalurkan rasa bahagia dalam bentuk kesempurnaan dari apa yang selama ini mereka nanti kan.
Seperti biasa apa yang terjadi dengan wanita yang sedang hamil. Itupun dirasakan oleh Eva, dimana setiap paginya ia mengalami muntah muntah, Morning sickness.
Kabar bahagia mereka pun sampai di kediaman Alex. Jelas saja kabar itu membuat Alex dan Jelly ikut berbahagia.
Alex membiarkan Frans selalu menemani istrinya. Wanita hamil membutuhkan suaminya setiap saat. Tugas tugas Frans sementara di gantikan oleh Bob.
Mau bagaimana lagi Bob harus berperan ganda sebagai dokter dan asisten pribadi Alex.
Frans menjaga kesehatan istrinya dengan baik,Ia tidak ingin Eva melakukan pekerjaan apapun. Semua pekerjaan rumah di kerjakan oleh Frans dengan penuh semangat.
Demi menjaga kesehatan dan kehamilan istrinya Frans memperlakukan Eva bagaikan ratu. Membuat Eva merasa bahagia dengan perlakuan Frans yang manis.
Frans selalu membelikan berbagai jenis buah, semua apa yang di inginkan oleh Eva selalu terpenuhi.
Tidak lupa pula membelikan sebuket bunga untuk di berikan kepada istri tercintanya. Frans baru ingat beberapa waktu yang lalu ia tiba-tiba ingin makan buah mangga muda.
Sehingga dengan gilanya dia nekad memanjat mangga orang di tepi jalan. Tidak peduli bajunya menjadi kotor dan penampilannya yang berantakan.
Saat itu membuat Alex menjadi bingung dengan keanehan yang terjadi pada dirinya. Alex bahkan ingin memeriksanya ke rumah sakit.
Mengingat semua itu Frans tersenyum senyum sendiri. Ternyata dirinya ikut merasakan apa yang namanya ngidam seperti apa yang di rasakan wanita yang sedang hamil.
Jelly akhirnya mengajak Linda untuk berkunjung ke rumah Eva setelah makan siang. Menengok bumil yang sedang di manjakan oleh Frans.
Eva sedang berbaring di pangkuan Frans, bel rumah mereka berbunyi bertanda ada tamu.
"Bentar ya sayang?! ku lihat siapa yang datang"
Eva pun bangun membiarkan Frans pergi untuk melihat siapa yang sedang bertamu.
Melihat di monitor sensor pintu rumah nya, ternyata istri bos yang datang. Bergegas membuka pintu nya tidak ingin membiarkan sang tamu berdiri lama di luar.
Kehadiran Jelly bersama Linda membuat suasana menjadi ramai. Dua wanita cantik itu menceritakan kepada Eva tentang kehamilan mereka di awal menikah.
Mereka mengucapkan selamat kepada Frans dan Eva yang akhirnya akan menjadi orang tua dari anak-anak mereka nantinya.
Mereka turut berbahagia setelah penantian nya.akhirnya Eva dan Frans akan menjadi ibu dan Bapak.
Mereka terus bercerita dari siang hingga waktu menjelang sore. Mengetahui para istri mereka ada di rumah Frans. Alex akhirnya mengajak Bob berkunjung ke sana setelah selesai jam kantor.
"Selamat ya, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang bapak" ucap Alex sambil menggenggam erat tangan Frans.
Giliran Alex yang mengucapkan selamat kepada Frans. Mereka sudah seperti satu keluarga bagi Alex. Tidak ada perbedaan antara atasan dan bawahan.
Bagi Alex mereka punya derajat yang sama sebagai manusia. Insan titipan Tuhan. Perbedaan itu hanya ada saat di kantor, sebagai atasan dan bawahan.
Terlepas dari semua itu mereka adalah satu keluarga. Ya! keluarga yang sedang berbahagia dengan kehamilan Eva. Wanita yang menjadi adik angkat Alex.
Terlihat jelas mereka sedang berbahagia dengan canda dan tawa. Sebuah kebahagiaan yang Hakiki.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\* SEKIAN \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
**Terima kasih kepada semua teman teman dan para pembaca yang selalu memberikan support nya hingga akhir kisah ini.
Salam Rindu dan sayang untuk kalian semua
Love You All ❤️❤️❤️**
__ADS_1