Gairah Om HoT Yang Kesepian

Gairah Om HoT Yang Kesepian
Adik Kecil Yang Rewel


__ADS_3

"Sebaiknya kita ke rumah sakit, Bob sudah ada di sana dengan peralatan medisnya"ujar Alex.


Frans yang sedang menyetir terlihat heran, mengapa harus ke rumah sakit? dia merasa dirinya tidak sakit, tapi baik baik saja.


Alex balas menatapnya, bagaimana tidak, anak buahnya yang satu ini mulai bertingkah Aneh.


"Perasaan saya ini tidak sakit, mengapa harus ke rumah sakit?" protesnya.


"Otak mu perlu di periksa"


"Saya ini masih waras!"


"Apa kamu tidak sadar, sudah seperti orang gila, tiba tiba panjat mangga orang, lalu dengan rakusnya melahap mangga muda itu?"


Frans terbelalak dia sendiri tidak sadar dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Apa yang di katakan Alex memang benar.


Menatap beberapa buah mangga yang masih tersisa dengan perasaan bingung. Seumur hidup dia tidak pernah makan mangga yang masih muda begini.


Bahkan rasa yang asam sama sekali tidak terasa di lidahnya. "Ada apa yang terjadi dengan diri ku ini?"


"Jangan bengong, cepat ke rumah sakit" perintah Alex.


Namun Frans tidak menggubris kan perintah Alex,ia malah membawa mobil nya ke kantor.


"Apakah kamu akan pergi ke kantor dengan kondisi yang berantakan begitu? kamu sudah seperti pasien yang lari dari rumah sakit jiwa"


Frans meneliti dirinya,apa yang di katakan Alex benar, dirinya jadi berantakan akibat keinginan anehnya ini.


"Saya akan pulang berganti pakaian setelah ini"


Setelah mengarahkan Alex ke kantor,Frans pamit pulang sebentar untuk berganti pakaian. Sampai di rumah, Eva menatap nya dengan bengong.


Bagaimana tidak, pagi tadi suaminya berangkat kerja dengan pakaian yang rapi, wangi parfumnya yang harum menggoda.


Sekarang belum lagi jam makan siang,sang suami malah pulang dalam keadaan yang berantakan.


"Apa yang terjadi dengan mu?" Eva yang biasanya selalu menyambut suaminya dengan senyuman. Wanita itu malah menjauh tidak ingin mendekati Frans.


Frans sendiri merasa kaget melihat istrinya yang tidak mau mendekati dirinya. Kalau sudah begini pasti urusannya akan menjadi panjang.


Buru buru naik ke kamar lalu masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan diri hendak kembali ke kantor. Bos sedang menunggu dirinya.


Namun bukan nya habis mandi berganti pakaian tapi malah mengajak istrinya naik ke atas ranjang. Entah mengapa ia sangat bergairah melihat wajah cantik istrinya.


Eva yang tadinya mau protes sampai tidak bisa, bagaimana tidak Frans sudah menyerangnya. Tidak memberikan jeda waktu untuk bertanya.


Mengajak nya untuk bertarung di atas ranjang. Meskipun ponsel nya berbunyi berulangkali. Frans mengabaikan panggilan dari Alex,demi menuntaskan hasratnya.


Puas membuat sang istri kelelahan barulah Frans kembali ke kantor setelah ulang membersihkan diri.


"Sweety! aku balik kekantor ya" bisik Frans di telinga Eva yang masih terpejam. Mengecup sekilas bibirnya.


"Hmmm!" gumam Eva dengan matanya yang masih berat dan tentunya kelelahan.


Frans meluncur ke kantor dengan kecepatan tinggi. Melihat beberapa panggilan dari bosnya.

__ADS_1


Sesampainya di kantor di sambut tatapan tajam dari si bos.


"Apakah kamu budek tidak mendengar penggilan ku?" Suara dingin dengan wajah datarnya yang menyiratkan kemarahan.


"Sorry bos,adik mu rewel" Frans beralasan.


"Adik ku rewel atau adik kecil mu yang rewel?" Sindir Alex menahan kemarahannya.


Tatapan nya seakan membuat Frans bergidik ngeri. Frans tau bosnya itu sangat marah kepada nya. Namun semarah apapun Alex dia tidak akan bisa melakukan hal yang membuat Frans terluka.


Tanpa Frans Alex tidak akan bisa bekerja sendiri.


Anak buahnya yang satu ini memang tidak bisa di pandang sebelah mata. Sama juga dengan dokter Bob. Mereka berdua merupakan orang orang pilihan.


Meskipun Alex dalam mode marah tapi Frans menghadapinya dengan santai.


Ia bahkan tidak peduli dengan kemarahan Alex kepadanya.


Frans tau apa yang harus dia lakukan, beranjak ke meja kerjanya lalu melihat jadwal hari ini dan selanjutnya.


Semua sudah tertera di agenda, membaca satu persatu dan memberitahukan kepada Alex.


"Sore nanti kita ke proyek rusun dan memberikan sembako untuk anak anak yatim" Lapor nya.


"Terus besok kita ke pabrik, melihat dan periksa kesehatan bagi semua pekerja"


"Setelah selesai giliran kamu yang harus di periksa"timpal Alex.


Namun Frans tidak menggubrisnya serius menyelesaikan semua pekerjaan. Memeriksa semua jadwal dan memberikan setumpuk berkas untuk di tandatangani Alex.


"Sebulan juga belum genap bos"


"Jangan membantah, cepat berikan laporannya sampai Minggu ini" perintah Alex.


Frans tidak bisa membantah ia mulai mengutak Atik Laptop nya. Melihat laporan keuangan dari bagian keuangan.


Kening Frans bertautan melihat pengeluaran bulan ini yang terlalu banyak. Pantas saja bos sudah tau hingga meminta laporan nya.


"Kucuran dana yang membengkak, untuk apa kira kira dana sebanyak itu?" gumam nya.


"Panggil segera bagian keuangan" titah Alex.


Frans segera menghubungi kepala bagian keuangan. Menyuruhnya untuk menghadap ke ruangan bos sekarang.


Seorang pria paruh baya terlihat terburu buru menuju ke ruangan Alex. Wajahnya terlihat ketakutan dengan jantung yang berdebar kencang.


Keringat dingin sebesar butiran jagung yang berulangkali di hapus. Dengan gemetaran mencoba tersenyum dan menunduk hormat.


Ia semakin ketakutan melihat tatapan Frans yang seakan mengulitinya. Baru asistennya saja sudah seperti ini apalagi Bosnya.


Tamatlah riwayatnya apalagi nanti bila bertemu dengan bos mereka yang terkenal kejam itu.


Dengan kaki yang gemetaran akhirnya pintu ruangan besar itu terbuka. Alex sedang serius menatap layar datar di hadapannya.


Meskipun Dia tau orang yang di maksud sudah ada di hadapannya. Tapi Alex masih tetap tidak mempedulikan kehadirannya.

__ADS_1


Hampir setengah jam barulah Alex mengangkat wajahnya. Mata tajamnya mengarah kepada bapak Sudiro yang bertugas sebagai kepala staf keuangan.


"Sudah tau apa tujuan saya memanggil mu?" Suara dingin dengan wajah datar serta tatapan yang mampu merobek jantung, membuat pak Sudiro makin gemetaran.


o bingung pria paruh baya itu menatap Alex. "Ma,,,maaf tuan! saya tidak tau apa kesalahan yang telah saya buat" katanya terbata bata.


"Masih belum tau apa kesalahan mu hah???!" Alex melempar berkas yang ada di meja ke hadapan bapak Sudiro hingga membuat nya terlonjak kaget.


Alex benar benar di puncak kemarahan nya, ia bisa saja menghabisi orang yang ada di hadapannya itu.


Namun pada saat yang bersamaan pintu ruangan itu terbuka. Muncul Jelly dengan membawa ketiga anaknya.


Frans sendiri terkejut melihat kemunculan istri bos yang datang ke kantor dengan membawa anak anak Alex.


"Oh tuhan apakah kantor ini sudah berubah menjadi tempat imunisasi?" batin Frans saat melihat semua anak Alex di bawah ke mari.


"Daddy?! uang yang kamu kira di gelapkan itu,saya yang sudah memakai nya. Itu karena kamu terlalu sibuk di proyek akhirnya lupa akan anak anak panti" ujar Jelly melangkah masuk dan memberikan si kecil Dewi dalam gendongannya kepada Alex.


Alex yang tadi nya sedang dalam mode marah kini terbitlah senyum di bibirnya.


Bapak Sudiro yang tadinya hampir kehabisan nafas karena ketakutan kini kembali bernafas lega.


Frans sendiri terkekeh melihat bos galaknya menjadi lemah di hadapan istrinya. Di tambah lagi dengan kehadiran ketiga anaknya yang membuat ruangan tadi nya mencekam kini menjadi ramai.


"Pergilah'' Alex mengibaskan tangannya.


Bapak Sudiro bersyukur dalam hati, kehadiran istri bos menyelamatkan nyawa nya.


"Bapak boleh kembali bekerja, seperti biasa. Saya yang akan bertanggung jawab atas dana yang telah di keluarkan" kata Jelly lembut.


"Terima kasih nyonya" kata pak Sudiro membungkuk hormat lalu pergi dari ruangan itu kembali ke tempat kerjanya.


"Maaf dad, dana itu saya keluarkan tanpa sepengetahuan mu" kata jelly lalu duduk di sofa.Sementara anak anaknya mengerubuti bapaknya.


Alex sampai tertawa melihat Kaysar dan Ami yang sibuk menarik jasnya.


"Oke,oke hari ini Daddy akan mengajak kalian jalan jalan" ujarnya.


"Horeeee,bisa makan Es krim" seru Amy girang.


Sedangkan si Kaysar dengan wajah tenang nya hanya menatap tanpa senyum. Wajah bocah Tampan itu jarang sekali terlihat senyumnya. Beda dengan Amy yang selalu ceria dan berkicau.


Jelly memilih duduk santai membiarkan Alex sibuk dengan anak anaknya. Bukan tanpa alasan semua anak di boyong datang ke kantor.


Di sebabkan oleh kesibukan Alex yang belakangan ini hingga tidak punya waktu untuk istri dan anak-anaknya di rumah.


Benar kata Frans ruangan ini sudah seperti tempat imunisasi. Ramai dengan anak anak kecil milik bos.


Benar benar sebuah keluarga yang harmonis dan romantis. Bagaimana tidak Alex dan Jelly sempat berciuman di hadapan Frans, hingga membuat pria itu diam diam keluar dari sana.


Membiarkan bos bersama istri dan anak-anaknya di dalam sana. Buru buru pergi sebelum di suruh ini dan itu oleh bos.


Hari ini Eva merasa malas untuk melakukan sesuatu bawaan nya pengen tidur Mulu. Hingga akhirnya dia pun berbaring dan tertidur di sofa.


Entah mengapa beberapa hari ini Eva selalu lemas dan sekujur tubuhnya terasa berat.

__ADS_1


__ADS_2