
Linda tertegun saat matanya bertemu dengan tatapan mata dokter yang sedang duduk menatap keduanya yang baru masuk ke dalam ruangan itu.
"Ethan?!" Desis Linda dalam hati. Linda terpaku di tempatnya. jelas dia masih ingat dengan jelas siapa orang yang ada di dalam ruangan ini. Wajah itu tidak pernah hilang dari ingatan nya.
Mekipun sepuluh tahun telah berlalu, Sepuluh tahun bukan lah waktu yang singkat untuk bisa melupakan sosok yang kini menjadi dokter pribadi bos nya ini.
Mata Bob tak lepas dari Linda, wajah cantik itu mengingat nya kepada seorang wanita di masa remaja nya dulu. Jantung nya berdebar dan berpacu cepat.
Dia pun tidak pernah lupa akan wajah Cantik dan sosok wanita muda yang dulu menerima keperjakaan nya. Meskipun saat itu Linda masih sangat belia.
Entah apa yang merasuki nya hingga ia harus merelakan masa puber pertama nya bersama gadis kecil yang umurnya lima tahun lebih tua dari Linda.
Jelly melangkah masuk dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya. Tapi dia merasa heran melihat Dokter yang menatap mereka hingga tidak berkedip.
Jelly yang merasa heran menatap ke arah Linda, temannya itu juga sedang mematung hingga Jelly menatap keduanya bergantian. Seperti sedang challenge keduanya mematung.
Mungkin mereka sedang saling terpesona pikirnya. Jelly tidak tau kalau mereka berdua adalah orang orang di masa lalu.
"Ekhem,,,!" Jelly berdehem sambil menyenggol Lengan Linda.
Dua orang itu baru tersadar saat Jelly berdehem, mereka lalu memasang wajah datar.
Linda yang dalam hati nya mengutuk Dokter yang merawat sahabat nya itu. Sementara dalam hati Bob ingin menyapa Linda menanyakan kabarnya.
Ya kabar wanita yang telah membuat dirinya tidak bisa menerima wanita manapun setelah menikah dan gagal.
Mungkin dia berpikir Lelaki yang kini berstatus dokter itu telah melupakan nya. Atau tidak mengenalnya lagi , karena sudah sekian lama mereka berpisah.
Linda dengan tenang melangkah mengikuti Jelly menuju tempat tidur yang tersedia di ruangan itu.
Hening tak ada yang bersuara, mata jelly bergerak kesana-kemari menatap bergantian wajah dokter dan Linda.
Dua orang itu kini tidak lagi saling menatap, dengan tenang dokter Bob yang mulai memasang alat menyambung kan ke monitor yang ada di dalam ruangan itu.
Jelly yang sudah tau apa yang harus dia lakukan segera berbaring mengikuti arahan dokter.
Linda yang di samping nya hanya diam menatap apa yang sedang di lakukan dokter yang ternyata pria di masa lalunya.
Kalau saja ini bukan di rumah bos kejamnya, dan Dokter ini adalah anak buahnya. Mungkin Linda sudah memukul kepalanya.
__ADS_1
Ya Linda ingin memukul kepala nya agar dia ingat dengan apa yang telah di perbuat nya di masa lalu.
Lelaki yang telah merenggut sebagai masa depan nya lalu pergi begitu saja tanpa kabar dan berita. Setelah sekian tahun berlalu.
Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Linda dalam pencarian dan penantiannya selama ini.
Tapi fakta dan kenyataan berbanding balik dengan apa yang terjadi terlihatnya saat ini.Mata Linda menyipit ketika tidak sengaja melihat cincin yang melingkar di jari manis dokter itu.
"Oh rupanya dia sudah menikah!" nyeri itu tiba tiba terasa bagai tertusuk ribuan jarum.
Hati Linda tiba tiba merasa sakit yang luar biasa, kalau saja ini bukan tugas yang di berikan oleh bosnya untuk menjaga Jelly. Linda mungkin sudah tidak ingin ada dan berlama laa di dalam ruangan yang kini seakan menjadi panas yang luar biasa.
Diam diam Linda keluar dari ruangan itu, menuju taman belakang di mana biasa nya dia dan Jelly bercerita di sana.
Bayangan masa lalu nya bersama seorang laki-laki yang bernama Boby Erthanto. Yang mana merenggut masa depan nya sebagai seorang wanita.
Setelah sekian tahun pergi kini dia ada di hadapannya di depan mata nya dengan cincin kawin yang melingkar Indah di jari manisnya.
Hal itu membuat Linda menjadi marah dan benci, ingin rasanya dia memaki maki dokter yang tidak bertanggung jawab itu.
Memukul kepalanya agar dia ingat akan dosa yang telah dia perbuat di masa lalu. Di mana dia telah menodai seorang gadis belia. Lalu pergi bersama keluarga nya, pindah entah kemana tidak ada kabar berita.
Tapi biar bagaimanapun dokter Bob punya tanggung jawab sebagai seorang laki laki sejati bukan nya pergi begitu saja tanpa kabar berita.
Malah kini ada cincin yang membuat hati Linda bagai tercabik-cabik. Sakit dan terasa pedih yang teramat sangat.
Entah mengapa Linda yang tidak pernah menangis kini terisak di taman belakang. Di gazebo tampat di mana dia dan Jelly bercanda dan tertawa.
Tapi kini tempat ini menjadi tempat curahan air mata nya yang jatuh tanpa di sadari. Orang yang sekian tahun dia rindukan yang di nanti kini hadir di pelupuk matanya.
Dia yang kini membuat Jelly patah hati dan menyendiri di taman belakang.
"Aku slalu bersabar menanti kan diri mu, kasih jangan buat hati ku patah jadi dua,,,,,!"
Sepenggal bait lagu itu yang cocok untuk di senandung kan untuk Linda, yang kini tiba tiba patah hati, karena sang dokter.
Setelah selesai di periksa dengan usil Jelly ingin memperkenalkan dokter dengan sahabatnya Linda.
Tapi sayang Linda sudah duluan keluar dari ruangan itu. wanita itu sudah berada di taman belakang dengan degup jantung nya yang tidak beraturan seperti habis lari maraton.
__ADS_1
Tidak ada yang tau kalau sebenarnya dokter pribadi Jelly itu ingin menyapa Linda.
Itu tidak bisa mengingat seisi ruangan ini telah di pasang Cctv. Apapun yang mereka lakukan dapat di pantau Alex secara langsung.
"Emmmh maaf dok apakah engkau sudah menikah ?" pertanyaan itu akhirnya keluar dari bibir Jelly.
Mata jelly sempat melihat ada cincin kawin di jari manis dokter Bob.
Dokter yang sedang membereskan alat alat medis nya itu menatap Jelly dengan alis yang terangkat.
Untuk apa wanita ini ingin tau urusan pribadinya? tugas nya di sini hanya untuk merawat istri bos kejam ini bukan untuk bercerita urusan pribadi nya.
Dokter yang di tanya hanya diam tidak menjawab pertanyaan Jelly. Wajah tampan nya terlihat datar dengan tatapan matanya yang dingin.
"Sudah selesai anda boleh pergi sekarang" kata nya dingin.
Jelly terkejut mendengar dokter Bob mengusir nya. Bahkan wajah nya sangat datar dan terlihat tidak suka saat Jelly bertanya kepada nya.
"Huhhh,,,,di tanya baik baik malah ketus begitu" Jelly berdecih kesal.
"Eh kemana juga si Linda nya, pakai kabur segala sih, orang belum selesai di periksa sudah menghilang dia" Jelly bersungut-sungut keluar dari ruang periksa.
Sementara di lain tempat Alex sedang bersama Carol hingga malam hari. Mereka menghabiskan waktu dengan jalan jalan kemanapun yang di sukai Carol.
Alex membawa nya berkeliling hingga mereka kini berada di sebuah restoran menikmati makan malam, dengan berbagai macam menu makanan yang di pesan Caroline.
Alex dengan perawakannya yang tenang dan berwibawa, duduk menemani Carol yang dengan lahap menikmati makanan pesanan nya.
"Berapa lama tidak makan nih anak, makannya seperti orang yang kelaparan begini?" Alex menatap nya.
"Ayo makan dong kak jangan hanya liatin aku terus" ajak Carol yang sibuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Habiskan makanan mu, jangan banyak bicara" tegur Alex.
Ia ingin cepat pulang sudah seharian meninggalkan istri nya di rumah dan entah apa yang sedang di lakukan bumil nya itu.
Alex membuka ponsel canggih nya dan melihat apa yang sedang di lakukan bumil.
Ternyata dua wanita itu asyik bercerita di taman belakang. Duduk manis di gazebo Entah apa yang mereka bicarakan terlihat sangat serius dengan wajah tegang.
__ADS_1