
"Janji ya Daddy akan menikahkan mereka?!" Jelly menatap wajah tampan suaminya mencari kepastian dari ucapan nya.
"Bukan kah sudah saya katakan, kalau saya bukan penghulu yang bisa menikahkan orang"
"Aku tau Daddy bukan penghulu, siapa juga yang bilang kalau Daddy itu penghulu, yang aku mau Daddy datangkan penghulu untuk menikahkan mereka" Dengus Jelly mulai kesal.
"Ho oh!" jawab Alex mengangguk.
Jawaban pendek Alex membuat jelly semakin kesal di tambah lagi ketidak seriusan Alex membuat Jelly makin ngotot.
"Pokoknya Mommy tidak mau tunggu lama lama harus secepatnya Daddy nikah kan mereka" tegas Jelly. Seperti biasa dengan tatapan matanya yang membulat ngotot.
"Baiklah akan Daddy laksanakan titah mu tuan putri" Alex berkata sambil meraih benda pipih yang tergelatak di atas meja.
Mendial beberapa nomor dan kini tersambung
"Segera temui aku untuk membicarakan pernikahan kalian" titah Alex yang tidak dapat di bantah sebelum akhirnya menutup pembicaraan tanpa mau mendengar apa yang akan di katakan lawan bicaranya.
Siapa lagi yang dia hubungi kalau bukan Bob. Hal itu membuat Jelly tersenyum lega.
"Daddy jangan lupa pula untuk menikahkan anak buah mu yang satu nya lagi" cetus Jelly seenaknya.
Hal itu sukses membuat Alex menatap dengan satu alis nya yang terangkat. Wanita ini sudah seperti ibunya yang selalu berkicau. Dan Alex tidak bisa membantah setiap perkataan nya.
Jelly masih dengan mode peringatan kepada suaminya. Siapa lagi yang di maksud pasangan selanjutnya tidak lain pasti Frans dan Eva.
"Jangan lupa kan Frans dan Eva kekasih nya ya?
Daddy juga harus menikahkan mereka" Sebutnya lagi.
"Heum! siap lagi yang kamu ingin nikahkan sebut kan saja biar kita buat nikah masal sekalian" kata Alex.
Kali ini laki laki itu berkata serius dan tidak menunggu waktu lama. Frans yang kini menerima panggilan dengan perintah untuk menemui nya.
padahal Frans sedang bersama Eva,memadu kasih dan merencanakan pernikahan mereka.
Tanpa di panggil dua kali Frans segera menemui bos nya itu. Pria itu datang lebih dulu sebelum Bob sampai di sana.
Tiga pria itu kini berada di dalam ruangan pribadi Alex. Mendapatkan tatapan serius sang bos membuat hati Frans dan Bob bertanya heran.
"Ada masalah apa bos memanggil kami kemari?" Frans yang duluan bersuara.
"Masalah kalian yang bikin pusing" jawab nya dingin.
Kalimat itu membuat Frans dan Bob bingung saling pandang. Perasaan mereka tidak bermasalah. apakah ada masalah tanpa sepengetahuan mereka? Rasanya sejauh ini mereka tidak bermasalah.
"Masalahnya apa Bos????
Kali ini Bob yang angkat suara dia memberanikan diri menatap wajah sang Bos nya yang terlihat menyeramkan itu.
Ya kali ini wajah Alex terlihat menyeramkan akibat ulah istrinya yang mendesak dan memberi perintah untuk dirinya agar menikahkan para anak buahnya itu.
"Kalian bersenang-senang aku yang kena amukan" kata Alex dingin. Pria itu terlihat sangat marah.
Tatapan tajam dan rahangnya yang mengeras membuktikan kemarahannya.
Di tatapnya kedua orang yang ada di hadapannya, membuat keduanya bergidik ngeri.
Tatapan itu seakan mengantarkan mereka ke ambang kematian. Mereka sendiri sudah tau. Jika tidak punya nyawa cadangan jangan coba coba membuat kesalahan.
Tapi apa dulu kesalahan mereka?, kalimat bersenang-senang yang di ucapkan Alex membuat mereka berpikir keras.
Dan Bob menarik kedua sudut bibirnya tersenyum samar. Bob baru sadar jika Linda adalah sahabat rasa saudara dari istri bosnya itu.
__ADS_1
Demikian pula dengan Frans dia baru ingat jika Eva merupakan adik angkat bosnya. Beberapa waktu lalu Frans sempat melihat Bosnya itu berbincang santai dengan kekasih nya itu.
Mereka terlihat akrab tidak seperti bos dan anak buahnya. Dua pria ini akhirnya tersenyum dan ingin mengutarakan keinginan nya untuk menikahi wanita nya, toh usia mereka tidak muda lagi.
Mereka merupakan orang orang dewasa yang sudah saatnya untuk berumah tangga.
"Maaf Bos saya berniat untuk melamar Ev ...
"Siapkan identitas diri kalian daftar kan ke KUA dan Catatan Sipil" potong Alex saat Frans ingin mengutarakan maksud hati nya. "Dalam seminggu ini kalian berdua sudah harus Sah menjadi suami istri"
"Hahhh????
Frans dan Bob terlonjak saling pandang sangking kaget nya. Mereka kaget saat Alex mengatakan akan menikahkan mereka berdua.
"Mana mungkin bos kami harus menikah???!" protes Bob cepat yang di angguki oleh Frans.
Alex mendengus kesal lalu kembali berkata dengan nada penuh kemarahan.
"Jadi kalian tidak mau menikah malah memilih....
"Tidak! kami tidak akan pernah menikah" pekik Frans dan Bob bersamaan.
Brak!
Alex dengan geram menggebrak meja, dua anak buah nya ini dinilai sudah keterlaluan disuruh menikah malah membantah.
"Kalian lebih memilih untuk kumpul kebo tidak mau terikat pernikahan?" wajah Alex berubah menggelap.
Suaranya menggelegar di ruangan itu hingga Jelly yang hendak masuk terlonjak kaget.
"Daddy setan apa yang merasuki mu?" pekik Jelly
wajah nya terlihat geram kepada suaminya itu.
"Kamu dengar sendirikan? mereka berdua tidak mau menikah" ujar Alex dengan menunjuk Bob dan Frans yang terlihat bingung.
Jelly menatap tajam kedua pria yang sedang duduk bagaikan terdakwa di pengadilan. ya Terdakwa kumpul kebo. Mereka yang salah mengartikan perkataan Alex.
"Apapun yang terjadi kamu Frans, segera nikahi Eva. Dan kau Bob nikahi Linda! kalau tidak saya tidak segan untuk membunuh kalian berdua dengan tangan ku sendiri" Ancam Jelly penuh penekanan.
"Kalian dengar itu" kata Alex tegas, membenarkan apa yang di katakan istrinya.
Sampai di sini Frans dan Bob baru faham, ternyata Alex meminta mereka berdua untuk menikah dengan sang pacar. Bukan mereka berdua yang akan menikah seperti gay.
Membayangkan itu terjadi ih amit amit, bergidik ngerti. Mereka akhirnya setuju untuk menikah setelah di beri tau jelly sendiri. Takut dengan ancam istri sang bos.
"Baiklah kami bersedia untuk menikah" sahut kedua bersamaan.
"CK! saat ku suruh menikah tidak mau, giliran nyonya yang perintah kalian malah takut dengan ancamannya" decak Alex semakin kesal.
"Maaf bos tadi nya kami berpikir bos akan menikahkan kami berdua layaknya pasangan Gay" kata Bob dengan tawa kecilnya.
"Aku masih waras! memangnya kamu pikir aku ini pak penghulu. Kalau bukan karena istri ku. Kalian sudah ku habisi sejak tadi" dengusnya kesal.
"Sorry menyorry bos, kami hanya gagal faham" Celetuk Frans berubah santai.
"CK! gagal faham gundul mu?" decak Alex.
"Apapun yang terjadi saya tidak mau tau, besok kalian berdua nikah massal, titik" kata Jelly penuh ketegasan.
Wanita cantik istri bos itu lalu keluar dari ruangan itu setelah berkata demikian. Mash sempat melirik tajam kepada Fans dan Bob.
Frans dan Bob senyum senyum menatap bos mereka yang sedang dalam mode marah itu.
__ADS_1
"Tunggu apalagi? pergi dari sini urus persiapan kalian untuk menikah besok" Usir Alex dengan wajah datarnya. Kemarahan masih jelas bergantung di wajahnya.
"Apakah tidak bisa di tunda untuk beberapa hari, setidaknya kami harus punya persiapan" Bob melayangkan protes.
'Apakah kalian sudah ingin mati? kamu Frans segera cari penghulu untuk nikah masal kalian besok" perintah Alex tak terbantahkan.
Frans yang masih ingin protes justru mendapat tatapan membunuh hingga mau tidak mau mereka berdua harus mau.
"Kalian hanya punya waktu sampai besok sore untuk bersiap siap. Katakan kepada calon istri kalian untuk mempersiapkan diri menerima akad nikah nya besok" Titah Alex sebelum akhir pergi meninggalkan dua pria yang kebingungan itu.
Kehebohan pun terjadi akan ada nikah massal di kediaman tuan Alex. Semua pekerja di buat sibuk mempersiapkan acara pernikahan yang hanya akan di hadiri oleh beberapa orang dan anak buahnya.
Yang lain nya di tugaskan untuk menjaga keamanan saat pernikahan berlangsung. Penjagaan di perketat menjaga kemungkinan akan adanya musuh yang memanfaatkan situasi.
Linda sangat terkejut saat Jelly mengatakan dirinya dan Bob akan menikah besok sore.
"Tidak Jell, aku belum siap untuk itu" tolak nya.
"Siap dan tidak nya, kamu harus siap! pernikahan itu akan tetap berjalan besok" titah Jelly.
"Tapi Jell....."tidak ada tapi tapian" potong jelly cepat. "Di tiduri mau, giliran di suruh nikah tidak mau" pergilah cari baju kebaya untuk pernikahan mu besok" kata Jelly bernada perintah.
"Seenaknya kamu ya! mentang mentang punya suami seorang penguasa" cicit Linda yang sempat di dengar Jelly.
"Semua itu ku lakukan untuk kebahagiaan mu juga. Kamu tidak harus menolak itu, biarlah Bob yang akan menjadi pelindung dia merupakan pria yang baik" Jelly mengulas senyum dan memeluk sahabatnya itu.Linda akhirnya membalas pelukan itu dengan mengharu biru.
Tidak dengan Eva wanita itu terpekik kaget saat Frans meminta dirinya untuk bersiap siap. Mereka akan melangsungkan pernikahan nya besok sore.
'Frans?! kamu tidak sedang ngeprank aku kan? bercanda mu tidak lucu tau?!".
"Tidak sayang?! ini semua atas perintah bos mu itu" Frans memeluk nya. "Bukankah ini juga bagian dari rencana kita, apakah kamu ingin pacar tampan mu ini di nikahkan dengan wanita lain?" satu kecupan mendarat di bibir nya.
Tidak hanya kecupan Frans malah membuat nya menjadi ******* dan menjelajahi mulut Eva.
Kedua insan yang sedang di Landa kekagetan dengan nikah dadakan mereka besok malah asyik berciuman.
Kegiatan mereka harus terhenti saat ponsel Frans berbunyi. Dengan berdecak kesal Frans melihat siapa yang menelpon dirinya.
Ternyata panggilan itu dari bos nya, tertera nama Alex di layar benda pipih nan canggih itu.
"Bentar sayang?!" Frans mengangkat panggilan nya.
"Halo bos?"
"Jangan lupa cari wali hakim untuk kalian besok" suara Alex di sebrang sana.
Belum juga sempat menjawab panggilan nya sudah di putuskan sepihak, membuat Frans berdecak kesal.
Benar saja sesuai perintah semua kini telah siap. Penghulu dan juga tidak lupa wali hakim nya.
Pernikahan Masal itu terselenggara dengan hikmat. Frans dan Bob akhirnya resmi menjadi suami.
Dan tentu saja bonus tiket untuk bulan madu mereka telah bos persiapkan. Pasangan pengantin itu di beri waktu dua Minggu untuk berbulan madu.
*
*
*
******Love You All ❤️❤️❤️ Salam manis untuk kalian******
.
__ADS_1