Gairah Om HoT Yang Kesepian

Gairah Om HoT Yang Kesepian
Eva Menjadi Korban


__ADS_3

Alex tidak menyadari kalau dirinya akan mendapat serangan yang tiba tiba. Untung saja ada Bob, dokter dengan segala keahliannya itu dengan cepat mengirimkan sinyal bahaya.


Semua penghuni rumah sudah di amankan di dalam ruangan rahasia. Di ruangan itu terdapat semua fasilitas. Ruang yang di rancang khusus oleh Dokter Bob.


Di mana mereka yang di ungsikan di situ akan merasa nyaman. Tidak mudah bagi musuh untuk menemukan ruangan itu.


Malam ini kediaman Alex mendapat serangan dari musuh yang belum di ketahui. Di halaman rumah sedang terjadi pertempuran sengit. Eva yang sudah terlatih untuk mengahadapi segala keadaan darurat.


Tanpa di komando wanita cantik itu naik ke ruang instalasi. Menyalakan semua monitor di ruangan itu untuk memantau sekeliling rumah.


Tangan nya dengan cepat memencet beberapa saklar menyalakan semua lampu sorot di setiap penjuru. Seketika seluruh penjuru di luar sana menjadi terang benderang.


Dari atas sana Alex dapat melihat orang orang yang di kirim musuh untuk menyerangnya. Beruntung Alex berada di rumah. Dia tidak jadi berangkat ke luar negeri menghadiri pertemuan bisnisnya di sana.


Insting nya memang selalu membuat diri nya untuk berhati hati setiap saat. Seperti siang tadi saat akan berangkat dengan jet pribadinya ke luar negeri karena ada pertemuan mendadak.


Saat dirinya baru saja masuk dan duduk di kursi nya. Tiba tiba bayangan istrinya melintas dalam ingatannya.


Padahal pagi tadi Alex sudah memberitahukan wanitanya itu kalau dirinya akan berangkat ke luar negeri untuk beberapa hari. Bahkan sang istri dengan senyuman serta mensupport diri nya dengan pelukan dan ciuman hangat.


Alex yang selalu mabuk di buatnya, mabuk akan kecantikan dan kemolekan tubuh seksi dengan kelembutannya itu yang membuat Alex selalu ingin cepat pulang.


Tapi hari ini Pria yang memiliki perbedaan usia yang jauh dengan sang istri itu memilih pulang bukan untuk itu. Tapi karena instingnya yang tajam, mengawatirkan keselamatan keluarganya saat di tinggal pergi.


Benar saja malam ini tiba tiba kediamannya di serang. Musuh yang belum di ketahui siapa mereka.


"Mereka menjebak ku untuk pergi ke pertemuan printing itu!" gumamnya.


Rahang Alex mengeras dengan seringai yang menakutkan dari tatapan matanya. Siapa yang tidak mengenal salah satu dari Lawrans family itu dengan segala sepak terjangnya.


Wajah tampan menawan itu berubah menakutkan. Siapapun yang melihatnya pasti akan ngeri.


Dari atas balkon Alex bersama Frans sedang mengawasi anak buahnya yang sedang bertempur melawan musuhnya.


Gelapnya malam membuat pandangan mata jadi terbatas. Semua lampu sorot ribuan Watt menerangi malam gelap menyorot ke arah pepohonan.


Bunyi tembakan dan ledakan bom terdengar bersahutan di bawah sana. Dari balik pepohonan yang ada di sekitar rumah mewah nan megah itu keluar orang orang yang datang menyerang Alex.


Alex tidak perlu repot-repot untuk turun tangan melawan musuhnya. Semua anak buahnya sudah terlatih dengan tangguh untuk menghadapi musuh.


Bob yang selalu siaga dengan tugas nya. Bob tersenyum membuat sebuah seringai. Pria yang selalu cerewet itu melangkah keluar lewat pintu belakang.


Menuju tempat di mana kandang anjing pelacak yang sudah terlatih. Dan mereka seakan tau dengan perintah bosnya.


Bob tersenyum saat tangannya membuka salah satu kunci maka semua kandang akan terbuka. Saat pintu kamar terbuka semua anjing berlari keluar, saat mendengar Bob bersuit, memberikan instruksi untuk menyerang para musuh yang sedang bersembunyi di balik pepohonan yang tidak jauh dari rumah Alex.


Riuh Suara anjing yang menggonggong,anjing anjing yang sudah terlatih itu dengan cepat berlari menyerang mangsanya. Terdengar pekik dan jeritan kesakitan dari anak buah musuh di antara pepohonan sana.


Rumah Alex yang memang berbeda di tepi hutan memungkinkan untuk musuh berlindung di sana.


Mereka tidak menyadari kalau di sekitar hutan itu Alex memiliki banyak peliharaan hewan hewan melata yang ganas. Beberapa jenis ular berbisa yang bila sewaktu waktu hewan melata itu di lepas untuk mencari mangsa.


Itu merupakan tugas bagi dokter Bob, ya Bob merupakan seorang Dokter handal yang serba bisa.

__ADS_1


Mulanya Bob melamar sebagai dokter pribadi di kediaman Alex hanya karena ingin mendekati wanita cantik yang selama sepuluh tahun dia cari. Wanita yang tidak lain adalah Linda kekasih nya dulu.


Tapi akhirnya dia memutuskan untuk setiap bekerja sama dengan Alex. Karena istri Alex adalah teman akrab Linda. Dua wanita yang tidak bisa di pisahkan.


Linda sendiri merupakan seorang fotografer andalan Alex. Tidak mudah bagi orang lain untuk mendekati anak buah Pria kejam itu. Dengan demikian Bob akhirnya menjadi dokter pribadi Alex.


Musuh yang sudah menyusun rencana dan kekuatan bertahun tahun untuk menyerang Alex. Tidak mungkin bagi mereka untuk mengalahkan Alex, tanpa rencana yang matang.


Di ruang rahasia salah satu baby sitter terlihat gelisah. Jelly tersenyum melihat kegelisahan suster yang bertugas merawat Kaysar. Wanita itu terlihat gelisah dengan butiran keringat dingin.


"Tenanglah Suss, semua akan baik-baik saja. Percayalah Alex bukanlah musuh yang lemah" bisik Jelly yang kebetulan berada di dekat nya.


Perkataan Jelly membuat denyut Baby Sister itu berdegup tidak rata. Dia menjadi gemetar dan tegang.


Di luar sana pasukan Alex semakin memporak porandakan pertahanan musuh. Beberapa peluru telah menghantam rumah Alex hingga kaca kaca jendela nya hancur berantakan bersama beberapa barang yang ada di dalam nya.


Untung saja seluruh penghuni rumah sudah berada di ruang rahasia. Mereka aman di sana kalau tidak ada kepanikan.


Terjadi kerusakan di sana sini akibat tembakan dari para musuh. Rumah besar itu terlihat berantakan.


Setelah hampir tiga jam barulah anak buah Alex berhasil menggempur pertahanan musuh. Ada beberapa orang anak buah Alex yang terluka.


Itu menjadi tugas Bob untuk mengobati anak buah Alex yang terluka. Bob benar benar di buat sibuk bekerja mengobati mereka.


Eva yang baru saja selesai dengan tugasnya baru bisa bernafas lega. Wanita cantik itu tersenyum dengan serangainya.


Dengan cepat Eva beranjak naik menuju balkon di mana suaminya berada. Di lihatnya Frans dengan Alex sedang berbincang tentang siapa musuh yang menyerang nya.


Namun baru beberapa langkah tiba tiba Eva berlari sambil berteriak kencang. Sebuah peluru tepat bersarang di belakang nya.


"Aaaaarg!" wanita cantik itu memekik tertahan sebelum akhirnya ambruk. Eva menjadi korban.


Alex terdorong hampir tersungkur untung saja dengan cepat Pria itu dapat menguasai dirinya.


"Evaaaa!" Frans berteriak dan segera menangkap tubuh istrinya yang terkena tembakan.


Eva akhirnya jatuh dalam pelukan suaminya, meskipun terluka Eva masih tersenyum menyebut nama Alex.


"Kak Alex!" matanya menatap sayu wajah Alex, sebelum akhirnya menutup mata.


"Eva?!"


Alex seperti orang linglung menatap Eva yang telah bersimbah darah.


Frans segera menggendong tubuh istrinya dengan panik. Ia berlari turun membawa Eva ke ruang perawatan. Di ikuti Alex.


"Bob, cepat selamat kan istri saya" teriak Frans begitu masuk. Ia meletakan tubuh Eva di atas tempat tidur.


"Frans apa yang terjadi padanya?"


"Jangan banyak tanya segera selamatkan Eva" perintah Alex.


Bob segera melakukan operasi kilat, mengeluarkan peluru yang bersarang di punggung Eva. wanita itu sudah banyak mengeluarkan darah. Hingga denyut jantungnya mulai melemah dengan mata yang masih terpejam.

__ADS_1


Di luar sana semua Saudara Alex telah tiba dengan pasukan anak buahnya. Mommy yang sudah mengabarkan mereka.


Siapa pun pasti tidak ingin terjadi sesuatu pada orang tuanya. Begitu pula dengan semua anak mommy yang berada di tanah air.


Bram, Max, Kendrick,dan Nick, empat putra mommy segera meluncur mengamankan kediaman Alex.


Mereka tiba tepat saat Eva tertembak, dengan geram Max segera menghabisi para musuh yang tersisa.


Bram segera mencari keberadaan ibunya, sementara Max, Nick serta Kendrick menyisir setiap sudut rumah Alex di luar sana. Memburu musuh yang tersisa.


Begitu Bob berhasil mengeluarkan dari tubuh Eva. Hampir saja peluru itu bersarang di jantung nya. tinggal beberapa Senti.


"Malvicks" Desis Alex.


Rahang pria itu sontak mengeras dengan tatapan membunuh nya. Alex dapat mengenal jenis peluru itu dan siapa orang yang telah memakai nya juga jenis senjata yang mereka gunakan.


"Eva? bangunlah, kakak akan membalas siapa orang yang telah melukai mu" Bisik Alex sambil mencium lembut kening Eva.


"Segera bawa Eva ke rumah sakit" Titahnya.


Dengan cepat Frans menggendong istrinya menuju mobil.


"Biar kan saya yang menyetir" ujar Bob.


Kedua pria itu segera melarikan Eva ke rumah sakit, Ia perlu penanganan serius.


Alex segera menemui kakak dan adik adiknya yang baru datang.


"Di mana mommy?" tanya Bram kakak tertua Alex.


"Ikut saya" kata Alex.


Ia menuju ruang rahasia di mana ibu dan istri dan anak anaknya berada. Di ikuti Bram,Ken, serta Max yang baru selesai menyisir sekitar rumah Alex. memastikan kalau musuh benar benar telah di sikat bersih.


Mereka nampak lega saat masuk di ruangan itu melihat mommy baik baik saja seakan tidak terjadi sesuatu.


"Alex? syukurlah kamu baik baik saja" Mommy segera menyambutnya dengan pelukan.


"Di mana mereka?" Tanya Linda khawatir.


"Suami mu Beserta Frans dan Eva di larikan ke rumah sakit karena.... Belum selesai kalimat Alex Linda sudah ambruk pingsan.


Untung saja ada Bi Rita di dekat nya, wanita paruh baya itu memeluk tubuh Linda sebelum membentur lantai.


"Linda?" Pekik Jelly menjadi Panik.


Max yang bertubuh besar segera mengangkat Linda membaringkan di sofa. Selajutnya tugas suster Mitha yang mengurus Linda.


Para anak buah Alex sibuk mengangkat mayat mayat musuh membawa mereka ke penangkaran buaya. Sebelum siang, agar tidak di ketahui oleh siapapun.


Beruntung rumah Alex jauh di luar kota hingga tidak di ketahui oleh siapapun dan membuat panik.


Sebagian mayat itu di masukan ke dalam kandang harimau. Menjadi santapan hewan hewan ternak Alex. Para predator akan kenyang mendapatkan santapan gratis.

__ADS_1


__ADS_2