
Bob dengan wajah dingin nya memasuki markas mereka. Di mana Alex bersama Frans tengah duduk menantinya.
"Mengapa memanggilku?" Tanpa basa-basi Bob melayangkan pertanyaan dengan wajah yang tidak senang.
Karena dia harus mencari dodol Garut untuk calon istrinya Linda, di pikiran nya wanita nya itu pasti sedang mengandung.
"Tugas mu ke Dermaga X untuk periksa pasokan obat obatan yang masuk jangan jangan kita di tipu dengan obat obatan ilegal. Ingat beberapa rumah sakit kita membutuhkan obat untuk mengobati pasien yang tidak mampu" Kata Alex sambil menatap lekat wajah Bob yang sejak datang tadi sepertinya tidak senang.
"Baiklah!"
"Kerjakan! itu tugas mu sebagai dokter" titah Alex, lalu berdiri dari duduknya. Ia tidak ingin ada penolakan dari Bob, karena itu merupakan salah satu tugas penting nya.
Alex tidak berkata apa-apa lagi ia lantas pergi setelah selesai memberikan tugas kepada semua anak buah nya.
Dengan berat hati Bob terpaksa harus mengerjakan tugas penting nya itu, demi keselamatan kaum bawah.
Ya ia akui Alex sangat memperhatikan orang orang yang tidak mampu, maka nya dia begitu di cintai oleh banyak orang.
Sampai setingkat obat obatan demi kesehatan mereka pun harus melalui tahapan pemeriksaan yang ketat.
Di sinilah Bob sekarang berada di sebuah dermaga pribadi bos nya. Di mana kapal yang membawa obat obatan sedang di periksa.
"Periksa semua nya jangan sampai kita tertipu dengan obat obatan ilegal" Perintah Alex yang entah sejak kapan dia ada di sana bersama istri tercintanya.
Mata tajam nya meneliti setiap kotak yang berisikan berbagai jenis obat.
"Periksa setiap DOS nya jangan sampai ada yang tidak bagus atau telah di buka' titah nya.
Jelly menatap sekian banyaknya kontainer yang ada di dermaga pribadi milik suaminya ini. Tadinya Jelly menolak untuk ikut ke tempat ini. Tapi Alex dengan lembut berhasil membujuknya.
Entah apa maksud dan tujuannya membawa Jelly melihat kegiatan para anak buah nya.
Di dermaga ini ada sekian banyak kontainer yang entah apa isinya. Mata Jelly mengawasi beberapa anak buah Alex yang sedang bekerja.
mereka terlihat sangat cekatan mengerjakan tugas mereka sesuai dengan perintah Alex. Alex sendiri terlihat santai mengawasi para anak buahnya.
Hampir dua jam berada di dermaga akhirnya Alex mengajak istrinya pergi setelah di rasa semua telah beres.
"Itu tadi pasokan obat obatan untuk rumah sakit kita dan juga akan di gunakan untuk pengobatan gratis di tempat kaum bawah" Jelas Alex saat mereka kini berada di mobil.
pria itu seakan tau apa yang ada di Isi kepala istrinya yang sejak tadi penasaran ingin bertanya tapi Alex sudah duluan memberikan penjelasan untuk nya.
Mobil Alex kini tiba di daerah pemukiman kumuh , Jelly tidak lagi heran dengan tempat ini. Karena Alex sudah pernah membawanya ke tempat ini beberapa waktu lalu.
Kehadiran Alex dan istrinya di sambut gembira, riuh suara anak anak berkerumun menghampiri nya.
Jelly tersenyum melihat pemandangan ini, di mana Alex dengan senyum menyambut uluran tangan mereka yang berebutan menyalaminya.
Alex yang sibuk dengan anak anak di tempat itu, sementara anak buah nya sibuk memberikan bingkisan kepada mereka.
__ADS_1
"Terima kasih tuan?! semoga tuhan memberkati mu" ucap mereka dengan wajah berbinar gembira.
Inilah salah satu rutinitas Alex setiap ada kesempatan dia akan datang mengunjungi orang orang yang tidak memiliki tempat tinggal ini.
Sifat dan kebaikan Alex membuat mereka begitu menyukainya. Bahkan istrinya jelly ikut bangga dengan suami nya.
*****
Eva baru bernafas lega Sekembalinya dari pekerjaan yang sehari ini melelahkan.
Wanita cantik itu baru selesai mandi dan sedang berkutat di dapur membuat puding coklat kesukaannya.
Sedang serius di depan kompor tiba tiba sebuah tangan melingkar di pinggang nya. Eva refleks ingin menghajarnya karena kaget.
Namun wanita cantik itu kalah cepat Frans sudah mengunci kedua tangannya sambil tertawa.
"Jangan seperti ini dong,aku bisa kena serangan jantung" sungut Eva kesal.
Apa yang di lakukan Frans membuat nya benar benar terkejut. Eva mengira ada musuh yang telah menyusup masuk ke dalam tempat tinggal nya.
"Apakah yang kamu pikirkan hmm?" Frans menyusupkan wajah nya di ceruk leher Eva.
Harum dan wangi tubuh nya membuat Frans tidak tahan untuk menciumi nya.
"Aku mengira musuh yang menyusup masuk ke dalam rumah ini" Seru Eva yang merasa geli ketika kulit putih mulus lehernya di gelatik dagu Frans yang habis di cukur.
"Musuh dalam selimut haha..!" Sahut Trans terkekeh. Pria itu sibuk mencium leher dan kini berpindah ke pundak Eva yang terbuka.
Eva menggeliat berusaha menghentikan kegiatan Frans. Namun pria itu sulit untuk bisa di hentikan bila sudah seperti ini.
Bahkan sambil menciumi Eva tangan Frans sempat terulur mematikan kompor. Kegiatan mereka kini berubah menjadi ciuman.
Eva tidak bisa melakukan perlawanan saat Frans sibuk mencium diri nya dari belakang. Tangan Frans tidak tinggal diam. Menyingkap menyusup masuk ke dalam baju Eva.
Dengan lembut merayap naik menuju bukit kembar yang kenyal tanpa tertutup bra. Bila sedang santai di tempat tinggal nya Eva memiliki kebiasaan tidak memakai bra.
Hingga tangan Alex dengan leluasa bermain main di sana meremas dan memainkan pucuk nya.
Mereka kini terbuai ciuman panas, saling membelit lidah bertukar Saliva. kedua tangan Eva kini melingkar di leher Frans, menikmati ciuman Frans yang membuat dirinya terlena.
mereka baru menghentikan ciuman nya ketika mereka kekurangan oksigen. Frans menatap syahdu wajah cantik Eva yang sedang mengatur pernafasannya.
Dengan lembut dia kembali mengecup sekilas bibir Eva ******* nya sekilas. Jemarinya mengusap bibir Eva dengan lembut, menghapus bibir seksi yang basah itu.
"I Love You" bisiknya.
yang di balas Eva dengan senyuman " Love You To?!""
"Apa yang sedang kamu masak?" Frans melangkah ke kompor yang sempat dia matikan tadi.
__ADS_1
"Ya ampun?!" pekik Eva. Dia baru sadar kalau sedang membuat puding.
Buru buru melihat masakannya, namun Frans sudah menghidupkan kompor nya. Melanjutkan memasak puding yang di buat Eva.
Kalau soal memasak Frans jagonya. Pria tampan itu merupakan seorang koki handal. Jangan bilang kalau seorang pria yang terbiasa tinggal sendirian itu tidak bisa masak.
Eva tersenyum melihat pria tampan itu kini sibuk mengaduk adonan puding yang mulai mendidih. Eva meletakkan wadah untuk Frans menuangkan puding coklat yang sudah masak.
Frans mematikan kompor dan dengan cekatan menuangkan puding yang masih mengepulkan asap itu kedalam cetakan.
"Ufff selessss" gumamnya sambil menatap Eva yang tersenyum manis untuk dirinya.
Dengan gemas Frans mengecup pipi Eva lalu meletakkan panci di tempat cuci piring. Frans sendiri langsung mencuci panci nya, meletakkan di tempat penyimpanan.
Eva mengambil puding yang sudah jadi meletakkan di meja makan sebelum di masukkan ke dalam kulkas.
"Sayang?! hari ini biar aku yang masak ya untuk kita berdua" kata Frans.
"Okelah! dengan senang hati memang sudah semestinya seorang calon suami itu harus memasak untuk calon istrinya seperti itu kira-kira" sahut Eva, dia bahkan senang Frans akan memasak untuk diri nya hari ini.
Dan benar saja Frans kini berkutat di dapur sibuk memasak untuk sang kekasih. Dengan senang hati Eva menemaninya.
Sepasang kekasih ini memasak sambil bercanda berpelukan dan berciuman.
Sementara di rumah sakit Linda sedang kesal menunggu kehadiran Bob dengan makanan yang sedang dia idamkan.
Linda tidak tahu kalau Bob sedang berputar haluan sesuai dengan perintah bos nya. melaksanakan tugas penting sebagai seorang dokter dia harus dengan teliti periksa pasokan obat obatan yang masuk.
"Awas kamu ya,aku akan memberikan hukuman untuk mu bila sampai tidak datang" batin Linda kesal. Satu hal yang paling sulit adalah menunggu.
menjelang sore baru lah Bob datang dengan membawa satu paper bag yang berisikan makanan yang sejak pagi tadi di tunggu Linda.
Wajah garang dan pelototan tajam menyambut kedatangan Bob. Bob sudah pasti tau kalau sang kekasih sedang marah besar kepada dirinya yang terlambat datang makanan yang dia inginkan.
"Sayang! Taukan seperti apa perintah bos ku itu, suaminya sahabat karib mu itu?!" Bob menghampiri nya.
Namun Linda yang sudah terlanjur marah malah mengusir nya.
"Pergilah!"
Bob terkekeh melihat wajah cantik yang sedang dalam mode marah itu. Dia tau cara untuk membuat sang kekasih tidak lagi marah.
Bob memeluk nya melancarkan ciuman ciuman di pipi dan terakhir di bibirnya Meskipun pada awal Linda menolak. bahkan berusaha untuk menghindar, tapi bukan Bob namanya kalau dia tidak berhasil membuat sang kekasih terlena dengan ciuman panas nya.
Linda yang tadi nya menolak kini terbuai dan membalas melingkar kan kedua tangannya di leher Bob. Membalas ciuman sang kekasih yang sempat membuat nya kesal. Kalau sudah dalam mode mesra begini hilang semua kemarahan Linda, wanita cantik itu selalu takluk dengan pesona seorang Bob.
*
*
__ADS_1
*
Love You All ❤️❤️❤️ Salam Rindu Untuk kalian