
Jelly sedang bermain bersama dengan Kaysar putra kesayangannya. Bagaimana mungkin kaysar yang belum berjalannya akan memiliki adik.
Itu berarti dalam setahun Jelly akan memiliki dua anak. Benar benar seorang Alex pria yang luar biasa.
Di tempat lain Alex sedang bersama dengan Carol. Wanita itu seakan tidak mau lepas dari Alex.
Dia kini bermanja kepada Alex, kebiasaan itu sudah ada sejak tiga tahun silam. Setiap kali liburan Katy bersama Alex selalu mengajak adik nya itu untuk berlibur kemanapun yang dia suka.
Bahkan Alex sangat memanjakan dirinya hingga kebiasaan itu tidak hilang sampai saat ini.
"Kak bawa aku liburan dong!" pinta Carol dengan kemanjaan nya.
"Aku akan membawamu pergi untuk liburan tapi bukan saat ini, sekarang kamu ke apartemen, aku ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan"
"Tidak, aku tidak mau,aku mau tetap bersamamu kak!"
"Carol, aku tidak ingin pekerjaan ku tertunda, aku harus pergi, Eva kamu urus dia" berkata demikian Alex melangkah pergi meninggalkan Carol yang kesal.
"Tidak! aku tidak ingin pergi kemanapun, aku akan menunggu kak Alexis di sini sampai dia kembali nanti" Carol menolak untuk ikut dengan Eva.
Gadis itu tidak mau saat Eva mengajak nya baik baik hingga Eva harus mengambil tindakan.
"Tidak aku akan tetap di sini sampai kak Alex kembali" Teriaknya lagi saat Eva dengan kesal menarik tangannya.
Carol memberontak saat di suruh masuk ke dalam mobil, tapi Eva dengan sigap mendorong nya masuk dan mengunci pintu mobilnya.
Eva lalu membawa Carol ke sebuah apartemen, apartemen biasanya mereka pakai sewaktu mereka datang ke tanah air bersama kakaknya katy dulu.
"Kalian awas si dia, setiap pergerakannya dan melaporkan kepadaku, setiap saat kemanapun dia pergi oke!" titah Eva tegas kepada empat orang penjaga yang di tugaskan mengawasi Carol. berkata demikian Eva lantas pergi meninggalkan apartemen itu.
Eva kembali ke kediaman jelly, sementara perempuan hamil itu sedang ngomel-ngomel di telepon kepada suaminya.
Belakangan Jelly jadi tidak marah marah tak karuan, mungkin karena hormon kehamilannya. Atau juga karena tidak ingin Alex pergi kemanapun karena Kaysar yang rewel.
"Beginilah kalau punya anak belum merangkak, sudah mau punya adik lagi, kenapa sih perempuan yang harus hamil tidak laki laki saja" gerutu Jelly.
Rasa rasabya dia ingin mencakar Alex, karena tidak memberikan dia kesempatan untuk menunda dulu kehamilannya.
"Linda kamu segera ke rumah temani sahabat mu itu, agar dia tidak lagi terus berkicau" perintah Alex di telepon.
"Baik tuan aku akan segera menemuinya" jawab Linda.
Sahabat jelly itu segera menuruti perintah tuannya itu.
Jelly baru diam saat Linda muncul dan tertawa melihat wajah juteknya. Sahabat cantik nya itu kini menggoda nya.
"Hallo sayang ponakan Aunty yang ganteng?!"
Linda meraih tubuh kecil yang menggemaskan itu, menggendong Kaysar dan menciumi nya dengan gemas.
Kaysar tertawa ketika hidung Bangir Linda menggelitik perutnya. Mereka lalu keluar menuju halaman belakang.
Duduk santai dengan beberapa camilan untuk menemani mereka.
Setiap bertemu tidak lain yang mereka bahas, hanya kata kata mesum atau bercerita dan Linda yang selalu menilainya.
Sambil menggendong Kaysar yang menggemaskan dua wanita itu kini keluar dan duduk di halaman belakang, sambil bercerita di tempat biasanya mereka berdua sedang rumpi.
Beberapa orang pelayan yang baru didatangkan Alex sejak kehamilan jelly. Mereka menjadi lega karena wanita yang sedang hamil itu tidak lagi marah-marah dan kesal kepada mereka.
Ada-ada saja yang menjadi pusat kemarahan kekesalan nya kepada Alex. Mungkin karena pengaruh hormon yang membuat jelly begitu sensitif.
Pada akhirnya para pelayan yang akan menerima kekesalannya, mengomel tidak karuan.
__ADS_1
"Sungguh nikmat ya rasanya jagung kolombus mu itu" goda Linda.
Lagi lagi dia memulai tentang jagung kolombus yang menjadi topik utama nya di pertemuan ini.
"Apakah itu yang selalu ada di otak mu?"
"Hahaha, bagaimana mungkin Kaysar masih sekecil ini dia sudah akan memiliki adik" tawa Linda.
"Itu karena aku yang subur"
"Ya kamu subur dan bibitnya juga dari bibit unggul akhirnya tanaman nya tumbuh dengan cepat dan akan bertambah biak dengan baik"
"Lin,,,??! apakah tidak sebaiknya kamu menikah?" kata Jelly mulai serius.
"Entahlah aku masih belum yakin untuk memilih siapa yang akan menjadi pengganti Boby. Lagian mana ada yang mau sama barang bekas".
"Boby siapa lagi sih?" tanya Jelly." Kemarin nama Ethan yang di sebut sekarang ganti nama lagi dengan Boby, emang ada berbagai laki laki yang merenggut mu sih?"
"Hahaaaa,,,nama lengkap Ethan itu "Boby Erthanto" entah berada di mana sekarang laki laki itu, aku juga sudah tidak berharap bisa bertemu dia lagi, mungkin juga dia telah menikah dan punya Anak" kata Linda miris.
"Aku heran ya sama kamu yang masih sekecil itu sudah berani menikmati jagung kolombus"
"hahaaa,,,mula mula kan sakit,lama lama bikin ketagihan kan?" Linda tertawa lalu melempar pertanyaan kepada Jelly. "Apakah kamu meminta nya setiap hari sama suami mu itu?"
"Astaga otakmu itu kotor sekali ya Lin?"
"hahaha siapa juga sih yang mau menolak barang enak!" goda Linda dengan senyum genitnya.
"Iya kamu tidak bisa menolak barang enak, sampai sampai masih ingusan saja kamu sudah merasakan enaknya, jagung kolombus Si Boby Erthanto itu" sindir Jelly.
"Ya! Memang benar aku sudah merasakan nya"
"Ketagihan?" Jelly menatap nya.
"Lin, cobalah untuk membuka hati mu untuk yang lain, siapa tau aja ada yang mau menerima semua kekurangan mu dengan apa adanya" kata Jelly serius memberikan saran.
Dia ingin teman sejatinya ini memiliki pendamping seperti dirinya, biar ada yang menjaga dan melindunginya karena selama ini Linda hidup seorang diri di apartemennya bahkan tertutup dari dunia luar.
"Akan ku pikirkan nanti tentang saran baik mu itu, terkadang juga sih yang di bawah ini berdenyut aneh bila mengingat Ethan" aku Linda jujur.
Wanita itu dengan jujur mengakui perasaannya, biar bagaimanapun dia pernah merasakan kenikmatan dan kepuasan saat bersama Ethan.
Meskipun saat itu usianya masih sangat belia si Ethan malah tega merusak masa depan nya. Lalu pergi begitu saja mengikuti orang tua nya pindah ke kota lain.
Walaupun sebelum pergi Ethan sempat berjanji akan datang untuk nya suatu saat, tapi hingga saat ini Ethan bahkan tidak ada kabar beritanya.
Penantian Linda hanya sia sia sudah hampir sepuluh tahun kepergian Ethan. Selama itu pula Linda menutup mata hati nya.
"Bila berkedut apa yang kamu lakukan Lin? setidaknya kamu perlu terpuaskan?" pancing Jelly menggoda nya.
"Ya pakai apa aja yang penting membuat nya terdiam,,,,hahahaaa ..!" Linda tertawa dengan jawaban konyolnya.
"Aku akan mencari pasangan untuk mu, salah satu anak buah Alex akan ku jadikan calon suami mu" ujar Jelly.
"Oh no! aku bukan Siti Nurbaya Beby! kamu tidak perlu repot-repot mencari jodoh untuk ku, sekarang sebaiknya kamu Susui dulu ponakan tampan ku ini, sebelum sebentar nanti Daddy nya itu pulang dan minta disusui pula hahaha,,,,!" Linda terkekeh mengucapkan kalimat itu, lalu memberikan Kaysar kepada Jelly.
"Dasar otak mu mesum melulu"Jelly melotot kepada nya, sambil mengambil Kaysar untuk menerbitkan Asi kepada nya.
Tanpa malu Jelly mengangkat sedikit bajunya untuk mengeluarkan buah pepaya kembarnya yang montok. dengan ****** kemerahan nya memberikan kepada sikecil yang sejak tadi berada dalam gendongan Linda.
Kaysar dengan lahap menikmati air dari pepaya yang nampak indah itu. Jelly merasa kegelian ketika Kaysar mengigit ujung pepaya nya dengan gigi nya yang belum tumbuh.
"Duh Kay? jangan nakal dong" kata Jelly menatap putranya yang sedang menatapnya dengan lucu.
__ADS_1
Si kecil itu seakan mengajak ibunya untuk bercanda. Semua itu tidak lepas dari pengamatan Linda.
"Mengigit ya? gimana rasanya gigi kecil sama gigi besar, maksudku gigi Daddy nya gitu lho" tanya Linda kembali menggoda.
"Oooh Aku akan mengatakan ini untuk Alex, agar dia menikahkan engkau dengan salah satu anak buahnya yang tampan ya?" ujar Jelly cepat.
"Oh No! I aku tidak akan menerima mereka" protes Linda.
"Kamu tidak bisa menolak jika Alex sudah berkehendak" ujurnya.
"Ya dia berkehendak karena hasutan mu beb!"
"Tidak aku tidak melakukan apa-apa hanya meminta dia mencari jodoh yang tepat untuk nu say"..
"Jodoh dan maut itu sudah ada yang mengaturnya"
'Ya itu benar, tapi tidak ada salahnya kan kalau kita mencarinya juga"
Dua wanita itu asyik berdebat soal jodog untuk Linda.
*
*
*
Alex sendiri sudah memberikan perintah untuk Frans agar dia mendatang kan dokter ahli kandungan untuk menjadi dokter pribadi yang akan bertugas di rumah nya.
Biar istri nya itu tidak lagi bolak balik ke dokter untuk periksa kehamilannya.
'Bagaimana Frans apakah kamu sudah menemukan dokter yang aku maksud?" tanya Alex saat keduanya kini berada di mobil untuk pulang.
"Sudah, nanti Sore dokter itu akan segera ke rumah"
Apakah dia akan tinggal di rumah?"
"Tidak tapi dia akan periksa nyonya seminggu sekali"
"Apakah harus seperti itu?"
"Ya itu lebih baik agar kondisi nyonya dan bayinya dapat di kontrol dengan baik"
"Apakah dokter nya seorang wanita?"
"Tidak dia seorang pria lulusan terbaik dan dedikasinya sangat bagus"
"Ckh,,, apakah tidak ada dokter wanita selain seorang pria?" Alex seperti nya kurang setuju kalau istrinya di rawat oleh seorang pria.
Tapi mau bagaimana lagi Frans sudah mengatur semuanya. Alex tidak bisa membantah karena dia yang sudah memberikan perintah kepada Frans.
Seorang pria mendatangi kediaman Alex di sore harinya. Dia lah dokter yang akan menangani Jelly selama kehamilannya.
Prai tampan dengan wajah dan tatapannya yang dingin dan terkesan datar. Dia adalah Dokter Bob, yang di utus oleh Frans.
*
*
*
*****Love You All ❤️❤️❤️ salam rindu*****
,
__ADS_1