
hari itu merupakan hari terkelam kurasa ku berdiri disini menyaksikan jasad orang yang sangat kusayang terakhir kalinya. Aku cuma orang biasa aku menangis seperti hampir semua orang yang hadir disini.
Berkali kali kulihat ibu Rini pingsan melihat pemakaman anaknya. Aku pun merasakan yang sama aku tak dapat berkata apa apa banyak ucapan belasungkawa dari temanku banyak nasihat agar aku bersabar, tak mampu membuatku menghilangkan rasa sedih, perih, dan kehilangan ini.
pemakamanpun selesai ayah Rini mengajakku pulang aku menggelengkan kepala aku masih ingin disini aku tak tahu melanjutkan langkah ini. Mereka pergi hanya Deni dan Indri disisiku. Masih terbayang wajah Rini terakhir kalibku melihatnya, wangi rambutnya wangi parfumnya. Ya Tuhan bagaimana aku melanjutkan hidup tanpanya.
aku duduk bersimpuh lama. Indri dan Deni mengajakku pulang.
Aku ke orang tua Rini minta maaf aku tidak bisa mencegah kepergian Rini. Hanya ayah Rini yang bisa menjawab sama sama minta maaf bila ada kesalahan Rini . Ibunya Rini larut dalam kesedihan.
Langkahku gontai aku berjalan tanpa arah. Adan Isya berkumandang aku melihat sebuah mesjid kecil ada beberapa orang mau sholat setelah mengambil wudhu aku ikut sholat berjamaah. selesai sholat aku berdoa beribu rasa sedih dan rasa bersalahku ku ungkapkan tak terasa air mata ini bercucuran. Tiba tiba seorang bapak menghampiriku dan bertanya mengapa aku menangis aku ceritakan penglihatanku dan meninggalnya Rini kuceritakan pula rasa bersalahku tak bisa mencegah Rini pergi dan aku merasa hidip tak berguna.
"nak jangan menyalahkan dirimu sendiri, bila kamu sayang dia kamu harus relakan dia mungkin dia sekarang berada ditempat yang lebih baik. Penglihatan mu anugrah kamu bisa menolong orang tapi adapula takdir yang bisa diubah. Kita hanya bisa menyikapi takdir itu apa karena takdir itu kita jadi ingkar karena tidak suka keputusan Tuhan akan takdir itu atau jadi orang yang bertakwa karena okhlas menerima keputusan Tuhan. Kamu sudah berusaha berdoa kini waktunya Tawakal ilhlas terima kenyataan hidup doakan dia agar diterima disisi Tuhan diberi kebahagiaan di alam sana. Kita tidak bisa pertanyakan keputusan Tuhan tapi nanti kita yang akan ditanya atas sikap kita atas keputusan atau Takdir Tuhan."
Aku sedikit lega. aku berterima kasih atas saran dan nasihat bapak itu. Aku minta ijin pulang. Aku pulang kerumah dengan perasaan sedikit lega. Sebelum tidur aku mendoakan Rini lalu aku tidur.. Dalam mimpi ku lihat Rini tersenyum bahagia.. Selamat jalan Rini semoga kau bahagia disana
Masa kuliah dimulai aku resmi menjadi mahasiswa. semula aku hanya ingin mengambil D1 kini jadi D3 karena beberapa kali aku dapat proyek kecil kecilan yaitu melukis di sekolah tk gambae gambar kartun sampe melukis untuk dekorasi rumah. Lumayan kutabung hasilnya cukup buat ambil D3.
Dikampus ini aku mulai mendapat teman baru. Ada Joko yg sok ganteng, ada Opik yg paling suka becanda, ada Supriatna dipanggil supri yang paling kalem. Dikelasku hanya ada 3 cw Irene yg paling cantik, Dewi dan Maya yang centil.
Dengan kuliah aku bisa mengurangi rasa kehilangan Rini.
Joko kos disebelah kosan khusus cw katanya biar sering liat cw cantik. Aki dan Opik sering nongkrong di kosan Joko. Sampai kami akrab dengan salah satu penghuni kosan cw. Namanya erni orangnya manis putih sedikit cerewet.
Sebenernya Joko naksir Irene tapi Irene kaya ga suka sama Joko. Irene kalo dikelas duduk disebelahku. Mungkin dia suka duduk disebelahku karena aku ga pernah ngegodain dia.
Hari itu aku beres kuliah kebetulan masih siang dan tak ada mata kuliaj yg lain. Aku janjian nongkrong di cafe langganan aku dan Deni.
"Aka kamu mau langsung pulang?": kata Irene.
"ga aku mau ketemu temen": kataku.
"boleh ikut ga gue lag bt": kata Irene.
"yakin mau ikut, ya udah kalo yakin sih":kataku.
Aku dan Irene naik angkot ke cafe langgananku. Sesampainya disana Deni belim datang. Aku masuk dan duduk ditempat biasa kami nongkrong. Aku ngeluarin hp bbm Deni dia sedang dimana.
"aka ga salah hp kamu warnanya pink": kata Irene
"ga lah": kataku.
__ADS_1
Pernah aku dalam angkot bbman dengan Deni anak smu didepan ku tertawa kecil melihat hpku warna pink.
Tak lama datang Deni, Indri dan Amat.
"wey gimana kabar kami bro sehat": kata amat.
"sehat kemana aja jarang liat nih": kataku.
"biasa anak kuliahan sibuk lah hahahaha":kata amat.
"Wah ini pacar baru kamu ya ka kenalin donk": kata Indri.
"bukanlah mana doyan cw cantik ama aku, ini Irene temen sekelasku": kataku.
Lalu Irene berkenalan dengan teman temanku.
Hpku berbunyi ada sms masuk dari adikku.
"kamu belum bisa lupain Rini ya aka." : kata Indri
aku hanya menggelengkan kepala
"Kamu harusnya ganti hp itu karena setiap kamu liat hp itu apalagi wallpapernya foto Rini kamu bakal inget terus": kata Indri.
"udah lah Indri biarkan aja nanti waktunya aka bisa move on dia pasti move on" : kata Deni.
" gini ka aku dan Deni mau bikin distro pakaian terutama T shirt kamu mau kan bantu desain T Shirtnya soal bayarannya pasti ada sementara masih ngerintis mungkin masih kecil. : kata Amat
"ga usah mikirin bayaranku dulu yg penting usahanya jalan": kataku.
"berarti deal yah, sekalian kita kita mau jalan nih akhir minggu ini ke villa ortu Amat kamu mau ikut ga?" kata Deni.
"ikut lah": kataku.
"irene mau ikut ga?" kata Indri
"apa gw boleh ikut": kata Irene
"boleh mobilnya masih muat ini": kata Deni
"Irene yakin mau ikut?"kataku
__ADS_1
Irene mengangguk.
"ya udah hari sabtu kumpul lagi disini jam 2 siang oke": kata Deni
"siap bos":kataku.
skip
hari keberangkatan . Kami sudah kumpul di Cafe. Kami memesan makanan untuk dijalan kulihat Indri sudah akrab dengan Irene. Kami berangkat pukul 3 sore berjalan. Deni menyetir mobil Indri duduk didepan Amat dan lia ditengah, aku dan Irene dibelakang.
"iren apa ortu kamu mengijinkan pergi?": kataku.
"ortu ku diluar kota aku kos disini": kata Irene
"kenapa kalo diajak Joko koq ga mau?": kataku.
"aka jahat aku ga suka dideketin Joko masih aja suka bilang salam dari Joko": kata Irene.
"Iya maaf ": kataku.
Hampir magrib kami sampe di villa. Kami turun dari mobil dan membawa bawaan kami ke villa di liar villa kamu disambut mang ujang yg menjaga villa.
Kulihat Irene menatap pohon besar dihalaman Villa. Kami masuk kedalam villa. kami membereskan bawaan kami. Indri kedapur membikin kopi untuk kami Amat dan Lia berbincang diluar dengan mang Ujang.
"Irene tadi kamu liat apa diluar?": kataku.
"ngga aku ga liat apa apa?" kata Irene.
"ga apa apa bilang aja aku tahu kamu bisa liat yg ghaib". kataku
" aka koq kamu tau": kata Irene
"aku bisa merasakan ada sosok dipohon itu, dan aku bisa merasakan energi kamu ketika melihat makhluk itu": kataku.
"tau ga aka kenapa aku duduk disebelah kamu kalau dikelas aku merasakan yg beda dengan dirimu tapi aku gak bisa mengetahuinya": kata Irene.
"kirain kamu duduk disebelahku karena naksir aku": kataku.
" huuuu GR ":kata Irene
" kalo ga naksir besok kamu duduknya sama Joko aja ya": kataku..
__ADS_1
"aka jahat": kata Irene mencubitku.
Aku jadi teringat ketika dulu Rini suka mencubitku.