gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
dia yang kembali


__ADS_3

apa yang terjadi dengan hatiku


ku masih di sini menunggu pagi


seakan letih tak menggangguku


ku masih terjaga menunggu pagi


entah kapan malam berhenti


teman aku masih menunggu pagi


malam begini, malam tetap begini


entah mengapa pagi enggan kembali


malam begini, malam tetap begini


entah mengapa pagi enggan kembali


lirik lagu noah seperti menggambarkan apa yang kurasakan saat ini. Hatiku masih tak jelas dan waktu sudah menunjukkan 1 dini hari. Mataku sulit kupejamkan. Ah mengapa ini mesti terjadi. 


rasa dingin seperti angin bertiup dan dan rasa merinding, seperti hadirnya yang lain. Apakah aku merasa takut? ya aku manusia biasa. Ku pinta apapun yg ingin berkomunikasi datanglah dengan baik sehingga ku tak ketakutan.


"seperti kataku aku akan datang lagi": suara bisikan.


"apa maumu": kataku dalam hati.


" aku ingin kamu berikan diariku pada saudariku": kata bisikan itu.


"apa kamu sosok dikebun teh itu": tanyaku.


"betul itu aku":suara bisikan itu


"bagaimana aku tau dimana diarimu atau siapa saudarimu": kataku.


"kamu akan tau":suara bisikan itu.


"kenapa mesti aku, kenapa harus aku": tanyaku.


"karena kamu berbeda, kamu spesial": kata bisikan itu.

__ADS_1


bisikan itu menghilang aku menjadi terpikir bisikan itu bagaimana menemukan diari dan saudarinya ah aku makin tidak mengerti. Hari menjelang subuh aku baru bisa tidur.


Untung hari ini aku kuliah siang. Aku terbangun pukul 10 siang. Aku mandi berangkat kekampus. Ketika turun dari bis kota aku menginjak sesuatu kulihat buku kecil kulirik kiri kanan tak ada orang didekatku. Kuambil buku itu lalu ku masukkan ketas. Aku kewarung nasi langganan para mahasiswa karena tadi belum sempat sarapan. Beres makan aku pergi kedepan kampus kucari tempat duduk yang nyaman lalu ku duduk.


Ku teringat buku kecil tadi. Ku buka tas mengambil buku itu. aku mulai buka buku itu. Ternyata buku itu buku diari ku baca hmmm namanya Rara kubaca nama pemilik diari itu. Kubuka halaman perhalaman tiba tiba kulihat foto ditengah diari itu Dan.......


Ternyata foto itu sama persis dengan sosok dikebon teh dan korban kecelakaan. Aku kaget melihat foto itu kucoba baca diarinya tapi segera kuhentikan .. aku merasa tak berhak mengetahuinya.... jika benar ini diari sosok itu bagaimana aku mengetahui siapa dan dimana saudarinya...


Kupegang diari itu kemudian ku berdiri. Diseberang jalan kulihat angkot berhenti, Irene turun dan tersenyum yang buat hatiku berdebar. Irene menyeberang jalan aku mendekatinya kulihat dari arah kananku sebuah sedan melaju kencang aku berlari kearah Irene dan mendorongnya tiba tiba ... BRUUUG aku merasa tertabrak dan aku jatuh pandangannku mulai kabur dan kemudian gelap...


"Bangun" suara bisikan membuatku membuka mata. Dimana aku ruangan ini serba putih. Disebelahku ada Ibuku dia memejamkan mata.


"Ibu, ibu": ku memanggil ibuku.


"nak kamu sudah sadar": ibuku membuka matanya dan memelukku.


"Ini dimana bu": kataku.


"Kamu dirumah sakit nak, kamu pingsan sehari semalam": kata ibuku.


"Aku ga apa apa kan bu kepalaku sakit": kataku.


"Ibu panggil dokter dulu": kata ibuku. [/quote]


Dokter memasuki kamar ini dan memeriksaku dengan cermat. Ibuku memperhatikan dengan was was.


 Alhamdulillah anak ibu sudah sadar dan keadaannya sudah membaik bila terus membaik seharu dua hari kedepan anak ibu boleh pulang": kata Dokter itu.


"Ya makasih Dokter": kata ibuku[/qoute]


Dokter itu meninggalkan ruangan. Ibuku menitikkan air mata. Aku merasa sedih bila melihat ibu menangis.


Suara pintu ruangan diketuk kulihat Irene didepan pintu.


[Quote]"masuk nak ini Aka sudah sadar": kata ibuku.


"Alhamdulillah": ucap Irene sambil menghampiriku.


"Apa yang terasa sakit": kata Irene


"Kepalaku ini masih sakit, tangan kamu kenapa?" : tanyaku.

__ADS_1


"cuma lecet gara gara jatuh kamu dorong": kata Irene


"Maaf ya": kataku.


"aku malah terimakasih kalau kamu ga dorong aku mungkin akubyang tertabrak": kata Irene.


"Syukurlah kamu ga apa apa":kataku.


"ibu mungkin mau istirahata dulu atau mau pulang dulu kan ibu sudah menunggu disini semalaman biar siang ini sampe malam Irene tunggu aka disini": kata Irene.


"Iya ibu pulang dulu nanti malam ibu kembali kesini": kata ibuku.


ibuku membereskan beberapa barang kemudian pulang. Irene duduk disampingku.


"Maaf aka ini hp mu rusak tak dapat diperbaiki lagi aku tau itu penting bagimu itu kenang kenangan dari Rini dan ini diari yang kamu pegang saat tertabrak": kata Irene sambil meletakkan kedua barang itu disisiku.


"Mungkin sudah waktunya ganti hp yang baru": kataku.


Suara pintu diketuk dan kulihat ada lelaki setengah baya dan cw seumuranku. Lalu keduanya masuk.


"Oh syukur adik sudah sadar. Perkenalakan saya Hadi Wibawa saya ayah dari Viona. Ini anak saya Viona yang menabrak adik saya sangat menyesal dengan kejadian ini saya atas nama anak saya mohon maaf sebesar besarnya segala kerugian adik dan biaya rumah sakit akan saya tanggung dan saya mohon permasalahan ini jangan dibawa ke polisi.": kata lelaki itu


"Saya minta maaf telah menabrak kakak": kata Viona.


"Maaf saya tinggal sebentar saya akan ke ruang administrasi rumah sakit": kata Pa Hadi.


"Oh silahkan": kataku.


"Kak sekali lagi saya minta maaf": kata viona


Tiba tiba terdengar bisikan lembut ditelingaku.


"Berikan diari itu pada viona"..


"Viona aku ingin kamu terima diari ini": kataku


"Diari ini milik temanku Rara": kataku sambil menyerahkan diari yang ada disisiku.


"Kaka mengenal kak Rara kakakku?": kata Viona.


Sosok Rara tiba tiba muncul diujung ruangan sambil tersenyum kearahku dengan baju putihnya . 

__ADS_1


"Dia saudariku aka tolong jadi teman baiknya": kata sosok Rara sambil tersenyum kemudian berubah jadi asap dan menghilang.


__ADS_2