
Sudah sebulan sejak hubunganku dengan Irene menggantung disebut putus belum disebut nyambung ga juga. Ngegantung beberapa kali Irene coba ingin bicara ku mengelak ku belum mau ingin bicara masalah itu. Ku tahu juga beberapa kali Irene ketemu mantannya. Ku udah ga tak terlalu memikirkan biarkan takdir menentukan jalannya. Sekarang dikelas aku malah seneng duduk di sebelah joko, opik, dan kadang becandain Intan. Sikapku ke Irene kucoba masih sama masih sering bbm Irene sekedar ngingetin makan, atau masalah pelajaran.
Dua hari Irene ga masuk kuliah. Kemana nih anak apa sakit atau kenapa.
"ka, kasian Irene dia sakit tau, tengoklah": kata Intan.
"mau sih tapi ga tau kosannya dimana": kataku.
"dia sekosan sama aku beda kamar doank": kata Intan
"ya udah pulang kuliah bareng sama kamu ya intan, Joko mau ikut nengok ga": kataku.
"mau sih tapi kalo hari ini ga bisa mau anter erni dulu": kata Joko
"ya udah gapapa biar aku ama intan aja:" kataku.
"bray, kalo ada cw cakep nitip minta no pin bbnya ya atau wa nya.": kata Joko
"ok bro no pin bb buat kamu no pin atmnya buat aku yaa.": kataku.
"ih pada ebel yg satu playboy cap cicak yang atunya lagi co matre, Joko ntar gue laporin ke erni ": kata Intan.
"cuma becanda kaliiiiii segitunya Intan": kata Joko.
"tapi bener kata Intan kamu mirip cicak loh Joko": kataku.
"Dasar aka kampreeeeet": kata Joko kesel.
Singkat cerita aku pulang kuliah jalan kekosan Irene. Jaraknya lima belas menit dari Kampus kalo jalan kaki. Kosan Irene khusus cw boleh menerima tamu cowo sampai jam 10 malam dan pintu kamar harus dibuka. Kamar Intan dan Irene sama dilantai 2 terhalang 3 kamar saja.
"ren, Irene kamu tidur ga": kata Intan sambil mengetuk pintu
"masuk tan ga dikonci koq": kata Irene
"nih gue bawa tamu juga kesini": kata Intan.
Aku masuk kekamar Irene.
"aka kamu kesini": kata Irene
"iyalah masa kekamar Intan kan kamu yang sakit, sakit apa kamu koq pucet": kataku sambil mendekati Irene yang tiduran dikasur lipat.
"ga tau demam panas dingin nih": kata Irene
"hmmm penyakit ga konsisten kalo mau panas ya panas aja kalo mo dingin ya dingin aja": kataku.
"orang sakit koq dipake becanda sih aka, ren aku tinggal dulu mau ganti baju": kata Intan.
"iya": kata Irene.
"udah ke dokter?": tanyaku.
"udah kemarin dianter Intan": jawab Irene.
ku pegang dahi Irene hangat. "masih panas nih Ren": kataku
"udah aga mendingan ga kaya kemarin": kata Irene.
"udah makan?" : tanyaku
"belum ga enak makan": kata Irene
__ADS_1
"mana mau makan orang ga ada makanan disini": kataku setelah kulirik kiri kanan kamar ini.
Intan datang setelah ganti baju.
"Tan aku cari makanan dulu ya": kataku
"aku dibeliin juga ya kan belum makan juga ": kata Intan
"Iya bossss": kataku
Aku turun keluar dari kosan mencari makanan kubeli apel, roti, susu, sama ayam goreng lalu ku balik lagi kekosan Irene. Ternyata kosan Irene kalo sore rame penghuninya yg rata rata mahasiswi sudah pada pulang.
"permisi": kataku pada dua orang cw yang duduk ditangga.
"iya, mau kemana kaka?": tanya salah satu cewe sambil tersenyum
"ke kamarnya Irene": kataku.
"oh pacarnya Irene ya": kata yang satunya lagi.
"mmm doain aja ": kataku sambil berlalu.
"nih makanannya dimakan ya biar cepet sembuh": kataku.
"iya makanya kalo makan harus teratur ren": kata Intan.
"apa perlu aku suapin?": kataku
"ga usah": kata Irene sambil mengambil roti dan susu.
"aku ga ditawarin disuapin juga": kata Intan.
"yeeeeeee aku ga ada apa apa sama opik": kata Intan.
"ada apa apa juga ga apa apa": kataku.
" ihhhhh aka nyebelin ": kata Intan ketus.
"ngaku aja udah jadian ga apa apa kasian opik, jangan kaya aku.." duh aku keceplosan.
"emangnya aka kenapa?" tanya Irene.
Duh jawabnya gimana nih
"emang jangan kaya aka kenapa":kata Irene lagi.
"jangan kaya aku ga ada yg bener bener sayang": kataku sekenanya.
"masa sih?": kata Intan dan Irene kompak.
"tau ah gelap": kataku.
"terus kalo aku dianggap apa sama kamu ka?": tanya Irene.
Mampus deh, aku paling ga mau ditanya hal ini sama Irene setelah Irene berbohong padaku.
"koq diem jawab dong.": kata Irene.
"iya aku jawab kalo kamu dah sembuh": kataku.
"aku ga akan sembuh kalo belum dijawab": kata Irene.
__ADS_1
Duh gimana jawabnya.
"koq diem lagi bilang mumpung ada saksinya Intan": kata Irene.
"waduh gue jadi kebawa bawa": kata Intan.
"please aka jawab": kata Irene matanya berkaca kaca.
"jawab aka apa arti aku bagimu?": kata Irene hampir menangis.
"aku....aku...seharusnya tak perlu kamu pertanyakan hal ini": kataku.
"kenapa? terus apa kamu ga nganggap kalo aku sayang kamu, koq tega kamu bilang ga ada orang yang sayang sama kamu": kata Irene sambil menangis.
" aku coba terus ingin bicara kamu seperti mengacuhkan diriku, aku hanya ingin disayangi kamu": kata Irene tangisnya makin keras.
Aku terdiam cuma suara sesegukan Irene yang terdengar.
"Irene kamu aku anggap yang terindah dalam hidupku, ku menyanjungmu setinggi langit, kusayang kamu disetiap denyut nadiku. Kamu terbangkan anganku setinggi langit. Tapi sayang kamu jatuhkan aku hingga luluh lantakkan aku. Kamu padamkan api harapanku. Harapanku aku dihatikamu seorang ternyata ada nama lain terukir dihati kamu. Aku tahu kamu masih menemui mantan kamu. Aku ga bisa memahamimu bila kamu sayang aku kamu masih terus menyakiti hatiku. Aku terlanjur sayang sama kamu mungkin lebih baik sayangku sebagai teman sahabat atau kakak biar hati aku tak tersakiti karena aku manusia biasa yang punya rasa sakit": kataku.
Irene masih menangis sesegukan.
"sudahlah jangan terlalu kamu pikirkan kita jalani saja takdir ini kita tak tahu takdir kita kedepan seperti apa kita berpasangan atau tidak": kataku.
"tapi aka": kata Irene
"cepet sembuh ya aku kangen liat senyum kamu dikelas": kataku sambil tersenyum.
Tangis Irene mereda walau sesekali menghapus air matanya. Ku lihat Intan terdiam seperti mematung.
"hayo bengong nanti dikerubungi laler loh": kataku ke Intan
"ih aka emang aku apaan dikerubungi laler terkesima aja nih kirain telenovela": kata Intan.
"berarti aku ganteng kaya artis telenovela": kataku.
"huuuuu ganteng dari hongkong ngaku ngaku": kata Intan.
"namanya juga usaha": kataku
"usaha tuh cari duit ini malah cari ganteng": kata Intan sewot.
"eh aku pulang dulu dah malem nih": kataku.
"iya": kata Irene lirih.
"aku anter aka dulu kedepan ya ren": kata Intan.
Aku dan Intan turun dari kosan menuju jalan utama.
"aka kamu koq baik banget ga marah tau Irene ketemu beberapa kali mantannya": kata Intan.
"buat apa aku marah toh tak ada artinya mungkin mantan Irene lebih baik bagi Irene daripada aku": kataku.
"sabar ya aka": kata Intan
"aku ga apa apa koq mungkin aku dan Irene lebih baik jadi sahabat": kataku.
aku dan intan sudah dipinggir jalan utama dan sebuah angkot menghampiriku aku naik angkot dan kulihat Intan melambaikan tangannya.
Hpku bergetar.. bbm masuk oh dari Irene minta maaf. Angkot berhenti beberapa penumpang naik ke angkot dan duduk dibangku didepanku seorang ibu dan anaknya dan satu lagi ... Rara dan dia tersenyum padaku...
__ADS_1