
Hp ku berdering. Tumben tante Shinta Nelpon.
"hallo,": kataku
"iya ini aka kan, ini tante Shinta": kata tante Shinta.
"iya tante ada apa": kataku
"aka lagi sibuk ga": kata tante Shinta
"ga tante ini baru beres kuliah": kataku.
"ya udah tante ingin ngobrol ketemu dirumah Viona ya": kata tante Shinta
"ok tante": kataku.
Ada apa ya tante Shinta menelpon tak biasanya. Aku naik angkot kerumah Viona sebelumnya beli jeruk buah kesukaan Viona. Aku terpaksa naik angkot soalnya ibu melarang naik motor, ibu takut terjadi kejadian aku tak sadarkan diri lagi.
Sampai dirumah Viona kulihat Viona sedang duduk ditaman melihat bibi yang sedang merapikan tanaman bunga.
"selamat sore nona cantik bolehka diriku duduk disamping nona": kataku
"eh tukang jeruk sini aku mau dong jeruknya": kata Viona sambil tersenyum.
"ya elah udah keren gini disebut tukang jeruk nih jeruknya aku pulang dulu": kataku pura pura pulang.
"ya udah sana": kata Viona.
haduh gengsi dong aku mesti balik lagi bukannya ditahan biar ga pulang malah disuruh pulang yah terpaksa pulang dengan langkah gontai.
Setiap langkahku ku berharap minimal Viona teriak agar aku kembali lagi tapi koq diem aja padahal udah sampe pintu pager nih.
Ya payah mungkin Viona lagi pms ngga mau ketemu aku dulu. Sebenernya sih pingin nyanyi sakitnya tuh disini tapi lupa liriknya. Aku berjalan menuju jalan utama soalnya angkot hanya lewat di jalan utama. Sebuah mobil menghampiriku dan berhenti kaca mobil terbuka.
"aka mau kemana": kata tante Shinta
"pulang tante ": kataku singkat.
"koq pulang kan belum tante belum ketemu kamu": kata tante Shinta.
"Viona ga mau ketemu aku": kataku
"masa sih udah balik lagi naik ke mobil nanti biar tante yang bicara sama Viona": kata tante Shinta.
"aka, tunggu": teriak Viona dari kejauhan.
"tuh Viona ngejar, udah balik lagi": kata Tante Shinta.
"ga ah tante mungkin Viona pura pura aja": kataku.
"aka ih gitu aja ngambek aku kan becanda": kata Viona
"becanda koq pas aku pulang ga ditahan": kataku.
"ih kirain aka becanda mau pulangnya eh koq terus ga balik balik aka jahat ninggalin Viona": kata Viona.
"udah naik mobil malu diliat orang": kata tante Shinta.
Kami naik mobil ternyata ada cw duduk dibelakang.
"aka kenalin ini anak tante namanya Tania masih sekolah kelas 2 Sma": kata Tante Shinta.
Aku bersalaman dengan Tania.
"kaka koq pacarannya kaya anak kecil pake acara marah marahan.": kata Tania.
"tuh aka jangan suka ngambek kaya anak kecil": kata Viona
"emang kalo anak kecil suka marah marahan kalo pacaran?" tanyaku.
"iya kaya kaka gitu": kata Tania
"tante Shinta berarti Tania pernah atau lagi pacaran soalnya tau kalo anak kecil pacaran suka marah marah": kataku.
"ih mama kaka ini baru kenal udah ngeselin": kata Tania sambil cemberut.
"hehehehe kamu pacaran mama ga apa apa koq asal ga macem macem": kata tante Shinta.
"kayanya Tania ga bakal macem macem pacarannya tante paling 5 macem": kataku.
"iih apaan sih mama kaka nakal": kata Tania.
Mobil sampai rumah Viona. Kami turun dan masuk ruang tamu.
"Bi, bikinin minum ": kata Viona
"papah udah pulang belum?": kata tante Shinta
"belum paling sejaman lagi tante": kata Viona.
"ya udah tante tunggu disini, iya nih aka tante mau kenalin anak tante ke aka": kata tante Shinta.
"oh iya kenalan lagi apa jangan": kataku ke Tania.
"jangan ah sekali aja ngeselin": kata Tania cemberut.
__ADS_1
"sekali ngeselin kalo sepuluh kali ketagihan loh": kataku.
"ga ah ga akan ketagihan": kata Tania
"oh aka Tania ini Indigo, siapa tahu kalian bisa sharing kan kata om Hadi kamu ngerti yang begituan": kata tante Shinta.
"koq tante ga cerita ke Viona kalo tania indigo": kata Viona.
"tante bingung cerita sama siapa tapi begitu tau aka ngerti semoga beban Tania bisa berkurang": kata Tante Shinta.
Kupandang Tania anaknya manis baik. Sekilas cerita hidupnya terlihat. Aku melihat sekilas sosok pendamping Tania. Sosok makhluk seperti anak perempuan menemani Tania.
"siapa nama teman kamu, dia seperti masih kecil": kataku ke Tania.
"kaka bisa tau siapa dia': kata Tania.
Aku mengangguk.
"aneh aku ga bisa liat apa siapa dan bagaimana yang disamping kakak tubuh kakak seperti terselimuti awan tipis": kata Tania.
"tuh kan kalian cocok bisa sharing nanti": kata tante Shinta.
"iya kak aku seperti orang aneh ngelihat yang orang lain ga bisa liat, kadang orang nyangka aku stress karna ngomong sendiri": kata Tania.
"kalo ada apa apa cerita aja siapa tau bisa bantu": kataku.
"oh iya ka, mama ada ruko nah ruko punya mamah kalo disewakan yg nyewa ga bertahan lama.Di jual susah kalo Tania kesana ada beberapa makhluk disana.": kata Tania
"mungkin kalo liat langsung, aku baru bisa cerita apa yang ada diruko itu": kataku.
"pulang dari sini ke ruko aja ka, ya mah bolehkan": kata Tania.
"boleh tapi pulang dari sini ya": kata tante Shinta.
"asik apa sama penglihatan kaka sama penglihatanku": kata Tania
Tania bersemangat mungkin baru kali ini dia bertemu orang yang memiliki kenampuan yang sama.
Terdengar mobil memasuki halaman. Terdengar langkah kaki memasuki rumah. Om Hadi datang kami bergantian bersalaman.
"wah udah pada ngumpul Om mandi dan ganti baju dulu ya": kata Om Hadi kemudian melangkah kedalam rumah.
"dari kemarin papah nanyain kamu aka kayanya ada yg mau dibicarain": kata Viona.
"emang mau bicara apa?": kataku
"ga tau papah ga bilang": kata Viona.
"ga ditanya?": kataku.
"ih pada ngomong apaan sih koq pelan pelan": kata Tania.
"lagi pacaran ya jangan ganggu": kataku.
"masa sih koq ga seru": kata Tania
"ih anak kecil mau tau aja": kata Viona
"ya mau tau pacaran versi kaka berdua": kata Tania cuek.
"ntar kalo udah 18++ boleh tau pacaran": kataku
"bukan biasanya 17 kan aku udah 17": kata Tania
"kalo yang tidurnya masih dikelonin mamanya ga boleh harus 18++": kataku
"ih koq tau aku masih dikelonin mama cerita ya, mama kan malu dibilang bilang": kata Tania cemberut.
"mama ga pernah cerita koq": kata tante shinta.
"emang enak makanya jangan suka kepo urusan orang dewasa": kata Viona.
"biarin weeeeee": kata Tania sambil mencibir.
"maaf den aka dipanggil sama pa Hadi": kata bibi.
"iya ": kataku sambil beranjak keruang tengah
"silahkan duduk ": kata Om Hadi.
Aku duduk dikursi yang berhadapan dengan om Hadi.
"gini nak, om sudah bicara dengan Viona dan tante Shintaom. Om akan segera menikah dengan tante Shinta asalnya om ingin kamu dan Viona menikah terlebih dahulu tapi Viona ingin tahun depan. Kamu tak apa apa om terlebih dahulu menikah?": kata Om Hadi.
"ga apa apa om saya bagaimana Viona aja.
" setelah menikah akan menjual aset aset perusahaan milik om. Om sudah cape dan ingin menikmati masa tua om dikampung sambil mengurus perkebunan om, dan barusan om sudah transfer uang ke rekening kamu. Om ingin kamu mulai menata masa depan kamu. Uang itu bisa untuk kamu melanjutkan kuliah dan memulai usaha sehingga ketika kamu menikah dengan Viona kamu punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kamu dan Viona. Bukannya om mengecilkan penghasilan kamu saat ini om hanya ingin kebahagiaan Viona dan kamu nak": kata om Hadi.
"terimakasih om atas perhatiannya tapi saya ingin mandiri": kataku
"nak terima uang pemberian om sebagai kasih sayang orang tua pada anaknya": kata om Hadi.
"iya terimakasih banyak om": kataku
"sama sama ingat mulai pikirkan masa depan kamu dan Viona": kata Om Hadi.
__ADS_1
"iya om saya lakukan yang terbaik": kataku.
"ya sudah silahkan kamu kembali ke Viona om ada perlu dengan tante Shinta": kata Om Hadi.
Aku melangkah keluar ruangan dan memberi tau tante Shinta om hadi mau bicara. Aku menggandeng Viona menuju halaman dan duduk dikursi taman. Kami duduk berdampingan.
"Viona kamu kenapa tidak ingin cepat menikah denganku ": kataku
"Aku ingin papah lebih dahulu bahagia kasian papah sibuk membahagiakan aku lupa akan kebahagiaannya sendiri": kata Viona
"kalau itu alasan kamu aku bahagia kamu bisa bijaksana": kataku.
"iya aku tau kamu juga seperti itu lebih memikirkan perasaanku dan kebahagiaanku daripada dirimu sendiri. Inget ga dulu aku minta bubur jam 10 malam kamu rela keliling cari bubur ": kata Viona
"iya abis kamu yang minta aku cari buat kamu": kataku.
"tadi papa bilang apa aja": kata Viona.
"papa kamu transfer uang ke aku katanya buat masa depan kita": kataku.
"udah di cek, coba cek udah masuk belum pake m banking kan?": kata Viona
"iya aku cek dulu": kataku.
Aku cek saldo rekeningku via hp.
"ga salah ini koq banyak bener": kataku.
"coba liat, mm memang segitu": kata Viona
"ini banyak banget aku belum pernah pegang uang sebesar ini": kataku.
"aka udah dikasih kepercayaan sama papah jangan disia siakan": kata Viona
"kamu aja yang pegang": kataku
"ih ngga ah aka sayang mesti belajar mengelola uang buat masa depan kita": kata Viona.
"pada ngobrolin apa sih ikutan dong": tiba tiba Tania muncul.
"yeee ganggu orang pacaran aja": kataku.
"abis ditinggal sendirian mama lagi ngobrol sama om Hadi, kaka berdua malah pacaran disini kesel tau sendirian": kata Tania.
"ih kan kaka lagi ada perlu sama ka Viona bentar nanti kalau udah beres diajakin ngobrol sama ka Viona": kataku.
"ih kaka berdua ga asik": kata Tania cemberut.
"gini kaka kasih uang jajan agak jauhan yah nanti balik lagi kalo jajannya udah abis": kataku.
"uangnya mana": kata Tania
Aku mengambil dompet dan Tania tiba tiba mengambil uang seratus ribu yang ada didompet.
"makasih kaka aku jajan dulu ya": kata Tania
"ye itu mah nyopet": kataku.
"minta anter bibi nanti nyasar kalo sendiri": kata Viona.
Tania pergi dengan bibi.
"calon adik kamu kadang ngeselin yah": kataku.
"sama kaya calon kakak iparnya": kata Viona.
"aku dong ,emang aku ngeselin?": kataku.
"emang": kata Viona
"masa sih, nyebelin apa ngangenin": kataku.
"nyebelin tapi bikin kangen": kata Viona
Dan cup, Viona mengecup pipiku yang buatku meleleh disore itu.
Tiba tiba Tania muncul membuyarkan kebahagiaanku. Sambil bernyanyi kecil dan membawa makanan seenaknya duduk ditengah tengah.
"sok ngobrol lagi Tania mau dengerin": kata tania
"kaka ga dibagi makananannya": kata Viona
"ga ah ini semua buat aku": kata Tania.
"yang pindah yu ada pengganggu": kataku.
"ga boleh pindah nih aku bagi deh makanannya": kata Tania membagi makanannya.
Gagal deh rencana aku membalas kecupan Viona. Dan sang pengacau malah cengar cengir diantara aku dan Viona.
"aka , Tania, ayo katanya mau liat ruko tante.. Viona mau ikut juga sayang": kata tante Shinta yang muncul dari rumah.
"iya tante tapi nyimpang makan dulu ya Viona ingin makan bakso": kata Viona.
Ya gagal lah rencanaku. Tapi penasaran ada apa di ruko tante Shinta.
__ADS_1