gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
kepo


__ADS_3

Masih dini hari kami semua sudah terbangun gara gara Tania yamg sibuk ingin melihat matahari terbit. Beda dengan Aku yang bangun pagi pagi karena ingin melihat kalo bangun tidur Viona apakah tetap cantik. Yes ternyata tetap cantik. Ternyata walau suka ngeselin Tania rajin juga membuat kopi tanpa disuruh. 


Kami duduk dipinggir pantai seperti orang yang tidak ada kerjaan nunggu matahari terbit bukankah matahari tak perlu ditunggu karena setiap pagi akan terbit. Indah juga dunia pagi ini duduk dipinggir pantai sama orang yang dikasihi, walau dicerewetin pagi pagi sudah ngeroko mo gimana lagi kebiasaan yang sulit ditinggalkan pagi pagi mesti ngopi dan ngeroko kebiasaan yang jangan ditiru. Joko dan opik mungkin baru pertama kali liat air sebanyak ini atau mungkin masa kecil kurang bahagia pagi pagi sudah main air, padahal cuaca masih dingin. Yana pergi membelikan makanan buat kami. Setelah Yana kami sarapan bersama, Irene meminta ijin duduk dekat Viona dan aku. Aku menatap Viona dan viona mengijinkan. Sebenarnya apa yg Irene inginkan. Sesekali Irene mengajak bicara Viona. Dan Viona membalas secukupnya. Beres sarapan aku bilang ke Viona aku mesti ke WC. Viona mengangguk dan saat itu pula kudengar Irene meminta bicara berdua dengan Viona. Aku sebenarnya tak ingin meninggalkan mereka berdua tapi panggilan alam ini tak bisa kutolak, walau akhirnya ku tak bisa konsentrasi memenuhi panggilan alam ini. Aku khawatir Irene berkata yang bisa mengganggu hubungan ku dan Viona.


Tapi semua kekhawatiran ku tak berarti kulihat Irene dan Viona ngobrol dengan sesekali tersenyum diantara mereka. Ah lebih baik aku tak mendekati mereka dahulu memberi waktu pada mereka tuk bicara. Aku melangkahkan kakiku mendekati Joko dan teman teman yang lainnya.


“Wah lagi ngobrolin apa sih koq kayanya seru”: kataku


“ngobrolin elu kapan lu merried”: kata Joko


“ga tau nunggu momen yang tepat nah kamu kapan ?”: kataku


“gue masih lama kayanya nunggu tamat elu lanjut sampe s1 apa d3 aja?”: kata Joko


“lanjutlah”: kataku


“asik berarti yg ngeselin dikelas masih ada”: kata Intan.


“ga nyangka aku punya fans, kalian luar biasa”: kataku


“Fans dari hongkong yg jelas gue gedeg banget dideketin elo aka”: kata Joko


“udahlah Joko terima nasib kegantengan aku diatas kamu”: kataku


“Tukan belum 5 menit udah ngeselin “: kata Joko


“Emang bener aka lebih ganteng nyesel gue milih Joko”: kata becanda.


“Tak ada kata terlambat tuk mencoba kegantengan aku”: kataku.


“Erni teganya kamu, aka awas yah ngeselin banget”: kata Joko.


Joko melemparku dengan sendal untung aku ahli ngeles kuambil sendal yang dilempar Joko, kuambil dan kulempar kelaut.

__ADS_1


“Aka itu sendal kramat gue, kamprettt lo yaaaaa”: kata Joko


Dan Joko mendekatiku dan aku berlari akhirnya terjadi acara kejar kejaran ala fast n forius versi lari nyeker. Temen temen yang lain tertawa dan menyemangati kami tuk terus berlari.


“Joko dah dulu cape tuh ada cewe 2 cakep putih kayanya mau diajak kenalan”: kataku


“Mana yg itu gue duluan ah yang kenalan”: kata Joko.


Joko menghampiri kedua cewe manis itu. Dari kejauhan aku memberi isyarat pada dua cw itu kalo Joko agak miring dan kedua cw itu tertawa dan melambaikan tangan kearahku. Kulihat perlahan erni mendekati Joko yang yang sedang asik ngobrol dengan kedua cw itu. Dan Erni menjewer telinga Joko kami semua tertawa. 


“Akaaaaa ini gara gara kamu”: kata Joko berjalan sambil dijewer Erni menuju tempat semula.


“dasar ganjen ga bisa liat cw terang dikit langsung nyosor, aka dari tadi diem disana “: ucap erni.


Aku mendekat ke Erni dan Joko.


"maaf apa perlu dibantu ngejewernya": kataku


"aka kampreeeeet awas lo yaaa": kata Joko.


Opik,Dadan,Maya,Intan datang mendekat dan terjadilah pengeroyokan jeweran, cubitan,dan gelitikan bertubi tubi mendarat ditubuh Joko dan akhirnya Joko kabir dikejar teman teman sambil tertawa. Kulihat Irene beranjak dari Viona dan ikut mengejar Joko.


Aku kearah Viona dan kemudian duduk disebelahnya.


"yang minum apa mau dong": kataku


"es kelapa muda tinggal segelas, mau ga segelas berdua?": kata Viona.


" mau bingitzzz, tadi ngobrol apaan sih sama Irene?": kataku.


"apa yaaa, mau tau apa mau tau bingiiiit": kata Viona.


"mau hati kamu": kataku.

__ADS_1


"ntar gimana dong aku hidup ga punya hati kan hatinya kamu minta"': kata Viona


"Terus ngobrolin apaan sama Irene?": kataku.


"ih kepo bingit sih": kata Viona.


"kasih tau ga kalo ga dicium nih ": kataku.


"cium aja kalo berani": kata Viona sambil memejamkan mata dan seperti menantang.


Yes kesempatan langka. Tapi dasar sial baru mau dilaksanakan muncul Tania.


"lagi pada ngapain sih": kata Tania.


"ganggu orang aja": kataku


"terusin aja kenapa merasa terganggu": kata Tania tanpa dosa.


"dek udah pernah nyobain ketek orang marah ga": kataku sambil mengelap ketekku dan mencoba mengelap muka Tania pake tangan yang bekas ngelap ketek.


Kontan Tania berteriak dan lari menjauh dan kukejar dan terjadilah acara kejar kejaran lagi. Viona mentertawakan aku dan Tania. Kulihat Viona menerima telpon di hpnya. Aku masih mengejar Tania yang lari dari kejaran aku.


"Aka sini": teriak Viona


Aku menghampirinya.


"Ada apa yang?": kataku.


"papah masuk rumah sakit kita harus pulang": kata Viona cemas.


"ya udah aku bilang yang lainnya": kataku.


Aku menghampiri Deni dan Indri bilang mestu pulang karena papahnya Viona masuk rumah sakit. Kemudian aku pamit sama Joko dkk untuk pulang duluan karena papah Viona sakit. Akhirnya aku,deni,viona,indri,tania pulang duluan kekota.

__ADS_1


__ADS_2