gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
Trip to Pantai Laut Selatan


__ADS_3

Akhirnya liburan semester tiba. Rencana sejak lama liburan ke pantai Selatan pun terlaksana. Aku, Deni, Indri, Viona dan Tania berangkat dari kantor naik pajero Viona. Kami menuju kosan Joko tempat anak anak yg lain berkumpul. Sampai di kosan Joko,Opik,Dadan,Intan,Erni,Maya dan Irene. Ntah mengapa Irene mau ikut padahal ketika diajak Intan menolak mereka naik mobil Avanza


Kami pun langsung berangkat. Singkat cerita setelah beberapa jam perjalanan dan dua kali istirahat kami sampai dilokasi wisata.


"Tania dimana rumah temen kamu Yana": kataku.


"sebentar kak aku telpon dulu yana": kata Tania.


Tania menelpon Yana dan tak lama Yana datang naik motornya dan memberi isyarat mengikutinya. Lalu kami pergi mengikuti Yana dan 10 menit kami sampai disebuah rumah. Kami turun Yana mempersilahkan kami masuk kerumah.


Didalam rumah ada Bapak dan Ibu Yana kami berkenalan dan mengobrol santai. Ternyata rumah yang akan kami pakai menginap bukan yang ini tapi terhalang 4 rumah. Yana mengajak kerumah yang akan kami pakai. Dan ternyata ada dua rumah yang akan kami pakai milik Ortu Yana dan pamannya yg tidak dipakai karena paman Yana kerja di ibukota dan rumah ini sering disewakan. 


Opik,Erni,Dadan,Joko,Intan,Irene,Erni dan Maya menginap di rumah yang lebih besar. Aku,Viona,Tania,Deni dan Indri di rumah yang agak kecil.


Teman teman seperti tak ada capenya mereka langsung menuju laut menunggu matahari terbenam. Sedangkan aku memilih tidur..


Aku tertidur dikursi diruang tamu. Dan ku bermimpi ada cw cantik menghampiriku mengajak berjalan jalan mula mula dipinggir pantai lalu berjalan menuju tengah laut anehnya kami berjalan seperti mengambang diatas air dari kejauhan tampak seperti benteng kerajaan yang sangat luas. Belum sampai aku mendekati kerajaan itu..


Basah kenapa wajahku seperti basah kenapa mimpi ini seperti nyata apa cipratan ombak menerpa wajahku.


Ku membuka mata... Kulihat wajah yg ngeselin. Tania cengar cengir nyipratin mukaku pake air dari gelas.


"bangun mau piknik apa pindah tidur.": kata Tania.


"mau lempar kamu kelaut": kataku.


"ih kaka jahat": kata Tania.


"Nih yang jahat": kataku sambil menarik Tania dan menggelitik samping perutnya. Tania berusaha lepas tapi terus kuserang sampai dia berteriak minta ampun tak kuat menahan geli. Aku berhenti menggelitik Tania. 

__ADS_1


"kaka jahat geli tau": kata Tania


"biarin, emang enak": kataku.


"kasian aka sama adek koq gitu": kata Viona.


"biarin masa orang tidur dicipratin air": kataku.


"masa liburan malah tidur": kata Tania.


"awas ya kalo kamu tidur nanti aku gelitikin sampe kurus": kataku.


"ih jahat": kata Tania.


"Deni kemana?": kataku.


"sama Indri dan yang lain beli ikan buat ikan bakar": kataku


"ga mau ikut ah males mending gangguin kaka jahat": kata Tania.


Tak lama Deni datang dengan Indri, membawa belanjaan yang dibawa oleh Yana. 


"Tuh pacar kamu dateng ": kataku pada Tania.


"ih bukan cuma temen": kata Tania


"temen tapi mesra ya": kataku.


"kaka nakal.......": kata Tania

__ADS_1


"Aka nanti kita bakar bakar ikan sambil nyanyi nyanyi tuh Joko bawa gitar": kata Deni.


"Emang kaka bisa nyanyi, orang batuk aja fales": kata Tania.


"bisalah, bisa bikin orang tutup telinga kalo aku nanyi": kataku...


Tiba tiba ada kakek kakek datang menghampiri kami. Aku heran aku tidak melihat kedatangannya dan kulihat sudah ada dekat halaman.


"Punten, tiasa ngiring calik palih dieu": kata Kakek itu.


"Mangga masuk aja kedalam aki": Kataku.


"Ah teu sawios didieu weh": kata kakek itu.


Aku menghampiri kakek itu duduk disampingnya mengeluarkan roko kretekku.


Viona ikut duduk disampingku. Aku meminta Tania membuat kopi dan tumben Tania mau disuruh olehku.


Aku heran kakek ini memiliki aura begitu kuat.


"Aki ini rokonya ": kataku


"Nuhun aki sudah tidak ngeroko": kata kakek itu.


"Punten ari aki mau kemana ada perlu apa?" kataku.


"Aki hoyong ngiring ka ujang (kakek ingin ikut kamu.. ujang panggilan ke anak muda)": kata kakek itu.


Aku heran kenapa kakek itu ingin ikut denganku kupandang kakek itu.. Astaga aku baru sadar pakaian kakek itu seperti pakaian jaman dulu... Aura hitam kakek itu begitu kuat.. 

__ADS_1


Tania memberikan kopi hitam dua gelas dan terlihat panas karena terlihat uap air mengebul dari gelas. Ku berikan segelas ke kakek dan satu lagi kutarik kearahku tapi aneh gelas itu tak terasa panas siapa kakek itu sampe memiliki kekuataan sebesar ini. Aku tahu bukan aku saja yang merasakan hawa tak enak Viona menggenggam tanganku keras.. Kakek itu menoleh ke arah ku kulihat matanya .... mata kakek itu ....


__ADS_2