
Mobil sudah masuk tol dalam kota menuju arah rumah sakit. Tante shinta menelpon memberitahu kalau om Hadi sudah boleh pulang oleh pihak rumah sakit ternyata Om Hadi terkena serangan jantung ringan. Mobil diarahkan menuju kerumah Om Hadi. Tiba di rumah Om Hadi kami langsung turun dan menuju kamar. Tampak Om Hadi berbaring di atas ranjang didalam kamar ada tante Shinta menemani. Kami menanyakan keadaan om Hadi. Dan Om Hadi menjawab sudah lumayan.
"aka, Viona Om ingin bicara dengan kalian berdua": kata Om Hadi.
"iya om ": kataku.
"tante tunggu diluar ya nak aka, Viona": kata Tante Shinta.
Deni,Indri, Tania dan Tante Shinta beranjak keluar kamar.
"Aka kemarin om berencana om dan tante Shinta akan menikah lebih dulu tetapi melihat kondisi om seperti ini, om berharap kalian menikah terlebih dahulu": kata Om Hadi.
"kalau aku terserah Viona om, bila Viona setuju aku akan bicarakan dengan ibu saya": kataku.
"kalau kamu bagaimana Viona": kata Om Hadi.
"Viona bagaimana papah aja": kata Viona.
"Ya udah kalo gitu kamu cepat bicarakan sama ibu kamu aka. nah besok kamu pagi pagi kesini pake pakaian rapih kamu besok mulai belajar kelola usaha om, nanti kalau kamu sudah mulai masuk kuliah lagi kamu bisa pulang kuliah kerjanya": kata Om Hadi.
"iya om": kataku.
"Viona, aka bila terjadi sesuatu sama om semua surat penting ada dibrankas di kamar ini. Nomernya Viona sudah hapal. Aka om minta kamu jaga Viona baik baik dan jangan sakiti Viona ya": kata Om Hadi
__ADS_1
"siap om saya akan lakukan yang terbaik": kataku.
"papah jangan bilang gitu papah akan baik baik saja": kata Viona.
"papah hanya jaga jaga nak semoga kalian bahagia": kata Om Hadi
"Amin semoga kita semua bahagia": kataku.
"ya udah pasti kalian cape dari perjalanan jauh, dan juga om mau istirahat": kata Om Hadi.
Aku dan Viona keluar kamar.
"Viona, aka tante dan Tania mau pulang dulu": kata Tante Shinta.
"aka gue juga mau pulang dulu sama Indri gue dah pesen taksi biar kamu ga perlu nganter": kata Deni.
"makasih ya sob atas segala pengertian kamu": kataku.
"kitakan sohib forever": kata Deni.
Kami bersalaman, Tante Shinta,Tania,Deni,Indri pulang.
"yang kenapa kamu jadi mau cepet nikah ama aku kemarin kemarin ingin tante Shinta duluan": kataku
__ADS_1
"Aku kan kasian sama papah": kata Viona
"oh kalo papah ga nyuruh ga mau": kataku.
"ya mau juga": kata Viona malu malu.
"aku pulang dulu mau ngobrol sama ibu, lagian pagi pagi mesti kesini": kataku.
"ya hati hati dijalan yah bawa aja mobil aku, kan calon pengusaha": kata Viona
"malu ah mau panggil taksi aja": kataku.
"udah bawa aja biar pagi pagi ga terlambat": kata Viona.
"iya deh": kataku.
Cup .. Viona ngecup keningku.. ku balas kecup keningnya.
Aku membawa mobil menyusuri jalan kota. Ada kata kata Om Hadi yang bikinku ga tenang firasatku berkata tapi kututupi dengan berdoa semua diberi keselamatan.
Sampai dirumah kuparkirkan mobil dihalaman dan masuk rumah. Kulihat ibu sedang menonton sinetron lalu ku ajak bicara bahwa om Hadi memintaku segers menikah dengan Viona. Ibuku panjang lebar menasehatiku tentang pernikahan dan akhirnya ibu setuju. Bahagia kurasakan saat itu. Kupeluk ibu dan mencium tangannya.
Aku pergi mandi dan setelah mandi makan masakan ibu.. Beres makan aku ngobrol dengan ibu sebentar kemudian aku tidur. Dalam tidur aku bermimpi seorang lelaki menawarkan bulan dan matahari aku ingin keduanya tapi lelaki itu hanya memperbolehkan salah satu dan aku memilih bulan.
__ADS_1
Ketika ku terbangun dari tidur mimpi itu membuatku berfikir apa arti mimpi itu.