gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
karuhun


__ADS_3

Hari telah berganti malam. Deni,Amat,Indri, Irene,Lia sedang asik ngobrol didalam aku duduk diluar sendiri memandang malam yang telah gelap. Roko kretek dan kopi hitam menemaniku.


Sayup sayup suara jangkrik terdengar masih saja ada bayang Rini diingatanku.


Terdengar suara memanggilku diarah depan dalam gelap. Tak terlihat seseorang atau sosok apapun. Ah ini mungkin hanya hayalanku mendengar suara memanggilku.


Kupejamkan mata merasakan hampa dihati dan aku seperti tertidur.


Dimana aku? aku seperti terbangun diperkampungan jaman dahulu. Pakaiannya, bangunannya aku seperti diajak seorang kakek berkeliling melihat sekitar ada prajurit ada rakyat dan ada bangunan seperti Istana. Aku diajak menyusuri pematang sawah masuk disebuah hutan dan diajak duduk sebuah batu besar.


lalu kakek itu berkata:


"kuring salah sahiji karuhun hideup"


(saya salah satu nenek moyang kamu)


"hirup kudu bisa ngaji diri" 


(hidup harus bisa mengkaji diri sendiri)


"kudu daek meurih'


(harus mau prihatin)


"ulah adigung adiguna"


(jangan sombong)


"kudu daek tutulung "


(harus mau menolong)


"kudu yakin bagja,pati,cilaka geus aya nu ngatur"


(harus yakin bahagia, mati, celaka sudah ada yang ngatur)


"mulih ka jati mulang ke asal"


(semuanya akan kembali ke Tuhan)


"kudu bisa merenahkeun diri"


(harus bisa menempatkan diri)


kakek itu mengusap kepala ku.


"kudu ngaji diri mun hideup geus bisa ngaji diri hirup bakal bener omat kudu nepi ka marifat".


(harus mengaji diri kalau kamu bisa ngaji diri hidup akan benar ingat harus sampai marifat)


lalu kakek itu tersenyum dan tiba tiba ada harimau disebelahnya. Tidak lama kemudian kakek dan pemandangan yang tadi hilang.


seperti ada cahaya terang kubuka mataku. Sepertinya aku berada di kamar dan sudah pagi.


"udah sadar, kamu bikin cemas kami semalam": Deni berbicara.


"jam berapa ini": kataku.


"jam 9 pagi":kata Deni


"perasaan baru sebentar":kataku.


"sebentar apanya, tuh irene liat kamu pingsan semalam diluar kamj pindahkan kamu ke kamar dan ga sadar sadar": kata Deni.


"apa yang terjadi aka?": kata Amat


"nanti aku ceritakan aku mau kekamar mandi dulu": kataku.


Setelah keluar kamar mandi aku keruang tengah.


"aka makan dulu muka kamu pucet gitu": kata Indri.


aku kemudian makan pas ku gigit telur gorengnya terasa sedikit asin.


"ni yang masak telor siapa sih?": kataku


"tuh iren":kata Lia


"pantesan asin udah ga kuat pengin kimpoi ya":kataku.


Iren mendekati aku ga pake basa basi mencubit perutku


"ih bangun malah bikin kesel pingsan lagi aja": kata Irene.


"sakit, galak amat sih lagi pms ya": kataku.

__ADS_1


pletaaakkk.... kepalaku dipukul Iren pake sendok nasi.


"sebeeeeel": kata Iren.


Aku pura pura pingsan.. 


"Iren tuh aka jadi pingsan lagi": kata Indri


Mereka menggoyangkan badanku mencoba menyadarkan aku.


Irene terdengar panik.


"Darrr hehehehe ": aku bangun 


"akaaa jeleeeek": kata Iren


"huuuuu aku kira beneran": kata Deni


Iren cemberut dan tiba tiba plok dia menempelkan telor ceplok buatan dia ke muka ku.


Dan semua tertawa mentertawakan aku.


pada mau kemna sih?": tanyaku


"kita mau belanja buat oleh2": kata Deni


"Iya kita sekalian mau jalan jala ": kata Indri.


"punya duit ga mau belanja": kataku.


"lagak mu aka, gue sih punya duit emang lu mau bayarin": kata Deni.


"ga kalo kamu punya duit mau pinjem hehehe": kataku


"dasar aka oon": kata Indri sambil monyongin bibirnya.


"iren mau ikut ga?": kata Lia


"ga ah nemenin aka aja": kata Irene


" iya temenin aka,kayanya aga konslet abis pingsan tuh": kata Indri.


"nyetrum dong aku": kataku.


Aku duduk didepan villa. Irene duduk disampingku sambil membawa 2 cangkir kopi.


"Ini kopinya": kata Irene lalu duduk disebelah aku.


"pake sianida ga?": kataku.


"pake biar ngeselinnya cepet out!": kata Irene sambil nyubit.


"sakit": kataku


"biarin": kata Irene.


"napa ga ikut, ga punya duit? koq sama ya":kataku


"kamu aja gue punya duit koq": kata irene.


"ga ngasih pinjem berarti hoax": kataku


"huuu maunya": kata irene.


Aku nyeruput kopi sambil nyalain rokok kretekku.


"aka ceritain kejadian pas kamu pingsan":kata irene


lalu aku menceritakan acara ketemu kakek dan diajak berkeliling serta nasihatnya.


"seru kayanya andai aku bisa ngalamin itu":kata Irene


"mungkin bisa tapi ga tau juga, cuma aku merasa heran ada yang salah dengan bagian nenek moyangku": kataku.


"apanya yang salah": kata Irene.


"kan katanya nenek moyang ku seorang pelaut tapi diperjalanan itu bukan deh":kataku.


"hahahaha dasar oon kalo pelaut cuma dilagu": kata Irene


eh gimana kopinya pas ga manisnya awas kalo bilang ke asinan": kata Irene sambil menunjukkan tinjunya.


"ga asin sih tapi jadi kemanisan": kataku.


"koq bisa jadi kemanisan":kata Irene.

__ADS_1


"kopinya cukup manisnya tapi pas liat wajah kamu yang manis jadi kemanisan deh":kataku.


"gooooombaaaaal.": kata Irene sambil tersipu malu.


"bener buktinya joko naksir kamu": kataku.


"tu kan mulai, ah paling kamu yg naksir aku":kata Irene.


"ga ah ntar tiap hari bukan dimasakin telor malah muka aku ditaplokin telor": kataku.


"hehehehehehe abis kamu ngeselin": kata irene.


"ngeselin koq betah sama aku sebenernya kamu yang suka sama joko": kataku.


"tu kan joko lagi joko lagi sebeeel": kata Irene sambil mengeluarkan jurus cubitan level 10 super sakit.


"sakit": kataku.


"biaaariiiin": kata Irene.


Aku ngusap tanganku yang lecet dicubit Irene.


"aka jelek, terus gimana pendapat kamu tentang indigo": kata Irene


"aku ga bisa kasih pendapat aku disuruh ngaji diri dulu. Cari jati diri sendiri cari kekurangan dan kesalahan diri sendiri perbaiki diri sendiri.": kataku.


"kalo pendapat kamu tentang aku gimana, aku juga bingung karena kadang kadang bisa melihat makhluk ghoib": kata Irene.


"pendapat aku tentang kamu adalah smart,cantik tapi gualaaaknya": kataku


"yeeeeee bukan itu gimana sih": kata Irene.


"gini kan kalo kata orang kalo cowo sama cewe cuma berdua yg ketiga adalah?": kataku.


"setan dong": kata Irene


"nah coba tengok samping kamu": kataku.


Irene melihat kesampingnya.....


"Haaaaaaaaaa, takuuuuut": teriak Irene sambil menyembunyikan mukanya dibahuku.


"aka jahat napa nyuruh makhluk itu": kata Irene.


Memang dari tadi kurasakan sesosok makhluk ikut hadir disebelah Irene.


"hehehehehe makanya kusuruh liat kan aku ga bisa melihatnya cuma merasakan kehadirannya sama terlihat samar samar":kataku.


"aka takut iiiiiih": kata Irene


"tan pergi sono temen aku ketakutan nih":kataku


sosok itu pergi melayang sambil ngomong :"bocah gemblung setan dinggo guyonan".


"dah pergi tuh": kataku.


Irene mengangkat mukanya sambil menangis.


"aka jahat": kata Irene


"maaf aku cuma mau ngajarin biar kamu ga gampang liat yg begitu, coba kalo udah ada sedikit tanda kehadiran makhluk seperti itu kamu coba dalam hati kuatkan tekad tak melihat nanti kamu bisa kendalikan kemampuan kamu ": kataku


"beneran nih?" kata Irene


Aku mengangguk. Ku usap air mata dipipinya.


"you have beautiful eyes like your mom":kataku.


"aka kata kata kamu......": kata Irene


"seperti kata kata ayah kamu kan, beliau sangat sayang sama kamu.": kataku.


Irene menyandarkan kepalanya ke bahu aku dan menangis lagi.


"sabar yah aku tau rasa kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi": kataku.


"aka koq kamu tau ayahku telah tiada?" kata Irene.


"ga tau kenapa aku kadang kadang bisa melihat perjalanan hidup seseorang ": kataku.


"masa sih": kata Irene.


"bila kamu curhat atau cerita masalah kamu, aku siap disisimu": kataku.


Secara tak sengaja aku melihat perjalanan Irene dan kesedihan dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2