gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
gulungan rambut


__ADS_3

Seharusnya aku takut. Iya harusnya tapi kenapa kehadiran sosok Rara atau mungkin jin yang menyerupai Rara tak membuatku takut. Sepertinya hanya aku yang menyadari kehadiran sosok Rara.


Bisikan lembut ditelingaku menyuruhku turun disini. Kulihat Rara tersenyum dan mengangguk.


"Mang kiri:" kataku dan angkotpun berhenti. Aku turun membayar angkot. Ini masih jauh dari rumahku. 


"Tunggu disini": kata Rara yang tiba tiba ada disisiku. Duh maunya apa sih koq aku disuruh nunggu disini dibawah pohon besar dipinggir jalan, mana laper lagi. 


"udah ngedumel aja": kata Rara lagi seolah olah bisa mendengar isi hatiku.


Maunya apa sih Rara bukan main aja sama sebangsanya perasaan aku udah nyelesaikan misi Rara yang dulu apa ada misi baru. Tapi ga keren ah kan biasa yang menjalankan misi agen rahasia nah aku apaan agen rahasia bukan agen air isi ulang juga bukan. 


"udah dibilang jangan ngedumel masih aja ngedumel": kata Rara.


"ih kamu hantu yg ga sopan suka dengerin isi hati orang": kataku dalam hati.


"nih kucubit kamu ngeselin juga ini orang": kata Rara dan yg terasa tanganku dingin seperti kena es.


"udah tau ngeselin koq masih aja nemuin aku": kataku dalam hati


Dan sosok Rara memunggungiku.


Dan aku pun tersenyum. 


"senyum senyum jelek tau": kata Rara


"hahahahaha baru tau ada hantu ngambekkan": kataku dalam hati.


kutahan tawaku jangan sampai orang lewat liat gue ketawa ketawa sendiri ntar disangka orang gila. 


Sebuah mobil sedan berhenti didepanku dan kaca samping belakangnya terbuka.


"ka aka, ngapain bengong dipinggir jalan": kata Viona.


"Viona, lagi nungguin bidadari jatuh dari langit eh yang ada bidadari bersedan": kataku seenaknya


"huuu ngaco aku nyariin dari tadi kekantor distro kaka ga ada": kata Viona.


"ya elah telpon, sms, bbm, wa kan jaman udah canggih neng": kataku.

__ADS_1


"udah kaka aka yang nyebelin coba kaka liat hpnya": kata Viona.


"oh iya mati lupa ngecas": kataku


"udah naik sini aku ada perlu": kata Viona.


"ok bos kecil": kataku


Pintu sedan dibuka aku masuk duduk dibelakang disamping Viona. Dan baru duduk sakit kurasa ditangan ternyata nyubit tanganku.


"aduh koq dicubit": kataku


"abis kaka nyebelin bilang bidadarilah, bilang bos kecil lah": kata Viona.


Nasib aku hari ini dicubit kakak beradik beda alam.


"pa yayat pulang kerumah ya": kata Viona ke supir pribadinya.


"siap non": kata pa Yayat.


"oh sekarang dah jadi orang belanda dipanggil non": kataku


"kaka, papah sakit udah diperiksa dokter tapi katanya normal. Tadi pas dikantor distro kak Deni bilang kaka bisa ngobatin penyakit bukan fisik": kata Viona


"ah itu cuma kata Deni, tapi mesti diliat dulu apa penyakit fisik atau gangguan dari makhluk lain": kataku.


"makanya kaka liat dulu": kata Viona


"siap non": kataku


singkat cerita kami sampai dirumah Viona. Rumah Viona dilingkungan perumahan elite. Halamannya luas dan terparkir beberapa mobil mewah.


Kami masuk rumah dan menuju kamar Pa Hadi. 


kurasa ada aura hitam ditubuh pa Hadi. Aura yang dulu pernah ku rasakan ketika pa Rudi sakit.


"om boleh aku mendoakan om?": kataku.


"boleh": kata pa Hadi

__ADS_1


"om nanti kalau merasa ingin muntah keluarkan aja ya om, viona tolong ada ember kecil ga, bawa kesini": kataku.


Aku mulai berdoa dan membaca beberapa ayat quran. Perlahan lahan pa Hadi mulai berkeringat. Sambil membaca aku salurkan tenaga dalam ke tubuh pa Hadi coba dorong keluar aura hitam ditubuh pa Hadi. Untung tak terlalu sulit aku mendorong aura hitam itu dan nampak pa Hadi mau muntah. Viona memberi ember kecil ke pa Hadi dan memijit bagian belakang leher pa Hadi. Dan akhirnya pa Hadi muntah ku terus berdoa hingga aura hitam hilang ditubuh pa Hadi. 


"om bagaimana masih sakit"? kataku


"dada om sudah tak sesak lagi tapi masih ada rasa panas dibadan": kata pa Hadi.


"semoga panasnya besok hilang": kataku.


"pah koq muntahan papah ada rambutnya seperti rambut digulung dan ada darah hitamnya": kata Viona


"Aneh masa ada rambut bisa masuk kedalam tubuhku": kata pa Hadi


"tak usah dipikirkan om yang penting om sehat": kataku.


Ku melirik jam sudah pukul 10 malam.


"Om maaf saya mau pulang dulu sudah malam apalagi besok saya ada kuliah pagi": kataku.


"oh iya terimakasih nak aka": kata Pa Hadi.


"semoga cepet sembuh, kalau ada apa apa kabari aku om": kataku.


"iya nak ati ati dijalan": kata Pa Hadi


Aku diantar Viona kedepan rumah. Sambil berjalan viona memegang tanganku. Hangat terasa pegangan Viona. Aku sampai dihalaman rumah.


"Non aku pulang dulu ya": kataku.


"jangan non dong ka panggilnya": kata Viona.


"ya udah adikku sayang": kataku sambil mengusap rambutnya.


"iya kaka jelek": kata Viona becanda.


"aduh dari sini ada angkot ga ya": kataku.


"diantar aja sama pa yayat": kata Viona.

__ADS_1


akhirnya aku pulang diantar pa Yayat. Aku ingin cepat sampai rumah, badan ini lemes rasanya karena belum makan dan udah ngeluarin tenaga banyak hari ini.


__ADS_2