
"Siapa kamu": teriakku.
Sosok dalam kamar itu malah tertawa. Viona dan Bibi menghampiriku dan melihat kekamar.
"Itu siapa": teriak Bibi
"kaka yang asli kamu yang mana": teriak Viona.
Sosok dalam kamar mirip seperti aku. Pakaiannya rambutnya semuanya.
Tapi tak semuanya makhluk itu mampu tiru tetap saja ada yang berbeda. Ya mata itu bukan mata manusia senyum makhluk dalam kamar itu tak sama.
Viona memegang erar tanganku, ku yakin dia bisa merasakan perbedaan makhluk dalam kamar itu.
"Yang, jangan takut berdoa pada Allah minta perlindungannya": kataku.
"iya hati hati ka": kata Viona.
Ku mulai membaca doa. Sungguh makhluk ini membuat bulu kudukku merinding. Ketakutan ku rasa tapi rasa takut itu bisa ku tekan dengan rasa ingin melindungi oranh yang kusayang.
__ADS_1
Makhluk itu malah mengikuti apa yang kubaca sambil tersenyum sinis.
Makhluk itu hapal dengan apa apa yang kubaca dan menirukannya seakan tak merasa apapun.
Aku pun bingung bagaimana mengusir pergi makhluk ini.
Kukumpulkan energi tenaga dalam untuk memukulnya, tapi anehnya makhluk itu meniru apa yang kulakukan.
Aku kehabisan akal bagaimana mengatasi ini hingga suatu saat aku pasrah pada Allah sang maha pencipta pemilik langit dan bumi.
Aneh aku bisa melihat wujud asli makhluk itu dan walau aku berdiri dirumahku ku melihat sosok itu di dunia berbeda. Sosok makhluk berumur ratusan tahun. Ku berdoa diberi kekuatan melindungi diri dan orang yg kusayangi. Kali ini makhluk itu tak mampu mengikuti doaku.
Makhluk itu mulai mendengus dan mulai seperti tak suka dengan apa yang kulakukan. Makhluk itu mundur dan mundur lalu hilang menjadi asap yang memudar kemudian hilang.
Aku mengucap syukur pada Tuhan. Viona memelukku sambil menangis kuusap rambutnya. Ku tenangkan dia agar jangan khawatir. Kuajak mereka sholat magrib berjamaah.
Kamipun sholat magrib berjamaah. Beres sholat kami berkumpul di ruang keluarga sambil menonton TV. Tiba tiba terdengar ketukan dipintu. Aku berdiri dan menuju pintu depan kubuka pintu depan dan kulihat mama Shinta dan Tania.
"eh mama silahkan masuk Viona dan bibi lagi nonton TV diruang keluarga": kataku.
__ADS_1
"nak, mama numpang nginep ya malam ini": kata mama Shinta
"ya kita ngobrolnya didalem aja, tumben adek kaka yg satu ini diem aja": kataku.
Mama Shinta dan Tania kedalam rumah aku menutup pintu pagar dan mengunci pintu depan. Aku menyusul menuju ruang keluarga.
"Tania kenapa diem aja sakit gigi ya": kataku.
"Tadi dirumah Tania melihat sosok makhluk tinggi besar Tania panggil mama. Mama juga liat terus kami keluar rumah kunci pintu terus kemari": kata Tania
"Ya udah kita ngumpul aja disini, bi bantu aku keluarin kasur biar tidurnya diruang keluarga semua": kataku.
Aku dan bibi memindahkan kasur dari kamar ke ruang keluarga. Ku mengambil senter dan lampu darurat, hp kucas penuh jaga jaga takut lampu mati.
"Jangan takut sebelum tidur pada berdoa ya, biar nanti aku begadang jaga kalian": kataku
"kaka sebenernya apa yang terjadi": kata Viona
"entahlah yang penting kita selamat dan mohon perlindungan kepada Allah SWT": kataku.
__ADS_1
Sepertinya ini akan jadi malam yang panjang. Kusiapkan air panas dan kopi untuk menemani begadang malam ini.