
Dalam mobil Viona terlihat cemas. Sesekali tangannya meremas tanganku. Ku bercoba memejamkan mata. Ku berdoa membaca doa perlindungan. Kurasa sosok lelaki hadir disebelahku dan sosok itu minta ijin membantu aku hanya mengangguk dan sosok itu terbang menghilang. Kurasa dari jauh sosok itu mengusir beberapa makhluk dari rumah Viona. Sedendam itu kah pengirim santet sehingga menginginkan Om Hadi gila lalu mati. Siapakah sebenarnya pengirim santet. Tak lama mobil sampai di rumah Om Hadi. Pintu pagar dibuka penjaga rumah mobil maju ke depan Rumah. Pa yayat turun membuka pintu mobil,aku dan Viona turun dan kami segera masuk menuju kamar Om Hadi.
"bi gimana keadaan papah": tanya Viona
"udah tidak teriak teriak ketakutan lagi, sekarang pa bos lagi tidur": kata bibi.
"bi bawain minuman buat kita ya yg dingin": kata Viona
"iya": lalu bibi berlalu ke dapur.
"aka apa tadi yang terjadi?": kata Viona
"orang yg ngirim santet ingin membuat papah mu gila dengan menakutinya melihat makhluk makhluk tadi sudah diusir, kayanya makhluk itu tidak terlalu kuat tapi yang ku khawatirkan yang dilirim untuk membunuh sangat kuat": kataku.
"bagaimana dong?": kata Viona.
"kalau aku sendiri belum tentu sanggup tapi kalau abah panca aku kira mampu": kataku.
__ADS_1
"semoga saja abah panca segera kesini": kata Viona.
Aku memandang foto keluarga Viona diruangan ini. Foto itu cukup besar ada foto Om Hadi,Rara,Viona,dan satu lagi ku pikir Mama Viona.
Kulit putih mama Viona menurun pada Viona. Sempat berdiri bulu kudukku melihat foto itu melihat foto Rara tersenyum yang sosok mirip dengannya suka hadir dihidupku.
Tiba tiba aku seperti terbawa ke masa lalu ketika kulihat om Hadi dengan seseorang wanita lain, mama Viona sakit kemudian meninggal, kematian Rara, kepedihan Viona, rasa kehilangan Om Hadi.... Dendam ya dendam itu terasa dendam itu .... dendam orang yang bersama Om Hadi wanita yang menuntut dinikahi om Hadi.. Dendamnya yang membuat mama Viona sakit kemudian meninggal.. dan beberapa kejadian mengerikan lainnya... aku yakin dendam itu bukan karena cinta tapi karena hawa nafsu tak terkendali.
Bahkan flashback ini membawa cerita dimana mama Viona yang keturunan menikah dengan Om Hadi yang waktu itu masih orang biasa baru memulai usaha.. Bagaimana mama Viona diasingkan keluarga bagaimana perjuangan keras om Hadi menikahi mama Viona. Bahkan cerita wanita yg menggoda om Hadi dengan guna gunanya ingin menguasai harta om Hadi...
Flash back ini membuatku kepalaku pusing baru seumur hidupku melihat begitu jelas flash back yang biasanya hanya bayang bayang... Aku terduduk disofa..
Kulihat hidungku mimisan.
"ini tisu lap darahnya": kata Viona.
"makasih": kataku.
__ADS_1
aku melap darah dari hidungku kepalaku masih pusing. Suara bel terdengar dan Viona pergi kedepan dan kemudian beberapa langkah mendekatiku. Kulihat Deni dan abah panca datang. Ku bersalaman dengan abah panca.
Viona menyuruh bibi membuat kopi dan membawa cemilan. Kemudian Viona ke kamar om Hadi.
"abah kenapa tiba tiba aku bisa melihat kejadian masa lampau apa yang salah dengan aku": kataku.
"nak itu sudah takdir kamu ga bisa menolaknya": kata abah.
"tapi untuk apa ": kataku
"nanti kamu akan temukan jawabannya sendiri": kata Abah
Viona keluar dari kamar om Hadi dan mengajak kami menemui om Hadi.
Kami berjalan menuju kamar om Hadi. Kamar itu cukup luas dan berisi perabot mahal.
Kulihat Om Hadi tergolek lemas. Viona memperkenalkan deni dan abah panca ke om Hadi dan om Hadi hanya bisa mengangguk.
__ADS_1
Abah Panca meminta kamar kosong untuk mengobati om Hadi dan meminta aku diam di kamar om Hadi untuk menjaga dibelakang dan pengobatan dilakukan setelah magrib.
Viona menunjukkan kamar kosong untuk dipakai abah Panca mengobati. Aku dan Deni kembali keruang keluarga. Aku memejamkan mata istirahat sejenak agar setelah magrib kondisi fisikku kuat. Aku tertidur dan bermimpi.