
"bilang kamu sayang aku atau tidak ": kata Irene
"Aku..aku..":terbata bata aku menjawabnya
Kupandang wajah Irene dalam dalam tapi tiba tiba....
Penglihatan itu muncul lagi.... Penglihatan yang tak ingin ku alami lagi. Darah ya darah terlihata darah mengalir dan tangis dan sosok seorang yang memunggungiku.
Suara klakson terdengar sebuah mobil masuk halaman villa membuyarkan penglihatanku. Irene mundur agak menjauh dariku.
Terlihat Deni, Amat, Lia, Indri turun dari mobil sambil membawa belanjaan.
"Irene aku belikan oleh oleh untuk kamu bawa pulang": kata Indri.
"Iya makasih": kata Irene.
"Bro, napa muka lu pucet ": kata Deni
"Ga tau tiba tiba palaku pusing aku istirahat dulu": kataku
"Ya udah istirahat dulu ntar malem kita pulang": kata Amat
Aku melangkah kekamar tidur dan merebahkan diriku diatas kasur tak lama kemudian aku tertidur.
Siapa itu sosok cw itu memunggungiku sambil menangis sedih. Kutanya kenapa kamu bersedih. Cw itu hanya menunjuk dikata itu seperti kejadian kecelakaan aku tak mau melihat tapi aku seperti tak bisa menutup mata. Darah .. Darah ya darah dimana mana.
Aku tiba tiba terjaga dari tidur mimpi itu seperti nyata.
"aka, aka bangun ntar lagi kita pulang" : suara Deni memanggilku.
"Iya aku dah bangun ": jawabku.
Aku keluar kamar pergi mandi. Setelah mandi ternyata temen temen sudah menunggu. Kami masuk mobil. Amat menyetir dan Lia duduk didepan. Deni, Indri, dan Irene duduk ditengah. Dan aku duduk sendiri dibelakang. Mobil berjalan meninggalkan villa. Mang Ujang penjaga villa melambaikan tangannya.. Mobil melaju meninggalkan villa memasuki jalan utama. Seandainya siang mungkin akan indah pemandangan diluar.
Tiba tiba aku merasa mual.
"Den kasih tau amat berhenti sebentar aku mau muntah": kataku.
"Amat berhenti sebentar aka mau muntah": kata Deni
"Kenapa si aka hari ini koq aneh": kata Amat.
Mobil berhenti aku segera keluar dan. Aku muntah dipinggir jalan. Pusing sekali kepala ini. Tiba tiba sosok cw sudah berdiri disisiku.
Wajahnya tak jelas tapi pakainannya mirip manusia biasa.
"Jangan takut aku hanya menemanimu": kata sosok cw itu.
"Pakai minyak kayu putih ini": kata Indri yg menyusulku turun
"Masuk angin kali lu ka": kata Deni.
Tiba tiba penglihatan aneh sekilas sekilas lewat.
"Den kamu percaya aku kan ": kataku
"Aku minta kita berhenti sejenak disini sebentar aja ":kataku.
"baik aka kita istirahat sebentar": kata Deni
"Aka kamu ga apa apa kan": kata Amat
"Aku ga apa apa kita istirahat sebentar ya": kataku
"bilang kamu sayang aku atau tidak ": kata Irene
"Aku..aku..":terbata bata aku menjawabnya.
Kupandang wajah Irene dalam dalam tapi tiba tiba....
Penglihatan itu muncul lagi.... Penglihatan yang tak ingin ku alami lagi. Darah ya darah terlihata darah mengalir dan tangis dan sosok seorang yang memunggungiku.
Suara klakson terdengar sebuah mobil masuk halaman villa membuyarkan penglihatanku. Irene mundur agak menjauh dariku.
Terlihat Deni, Amat, Lia, Indri turun dari mobil sambil membawa belanjaan.
__ADS_1
"Irene aku belikan oleh oleh untuk kamu bawa pulang": kata Indri.
"Iya makasih": kata Irene.
"Bro, napa muka lu pucet ": kata Deni
"Ga tau tiba tiba palaku pusing aku istirahat dulu": kataku
"Ya udah istirahat dulu ntar malem kita pulang": kata Amat
Aku melangkah kekamar tidur dan merebahkan diriku diatas kasur tak lama kemudian aku tertidur.
Siapa itu sosok cw itu memunggungiku sambil menangis sedih. Kutanya kenapa kamu bersedih. Cw itu hanya menunjuk dikata itu seperti kejadian kecelakaan aku tak mau melihat tapi aku seperti tak bisa menutup mata. Darah .. Darah ya darah dimana mana.
Aku tiba tiba terjaga dari tidur mimpi itu seperti nyata.
"aka, aka bangun ntar lagi kita pulang" : suara Deni memanggilku.
"Iya aku dah bangun ": jawabku.
Aku keluar kamar pergi mandi. Setelah mandi ternyata temen temen sudah menunggu. Kami masuk mobil. Amat menyetir dan Lia duduk didepan. Deni, Indri, dan Irene duduk ditengah. Dan aku duduk sendiri dibelakang. Mobil berjalan meninggalkan villa. Mang Ujang penjaga villa melambaikan tangannya.. Mobil melaju meninggalkan villa memasuki jalan utama. Seandainya siang mungkin akan indah pemandangan diluar.
Tiba tiba aku merasa mual.
"Den kasih tau amat berhenti sebentar aku mau muntah": kataku.
"Amat berhenti sebentar aka mau muntah": kata Deni
"Kenapa si aka hari ini koq aneh": kata Amat.
Mobil berhenti aku segera keluar dan. Aku muntah dipinggir jalan. Pusing sekali kepala ini. Tiba tiba sosok cw sudah berdiri disisiku.
Wajahnya tak jelas tapi pakainannya mirip manusia biasa.
"Jangan takut aku hanya menemanimu": kata sosok cw itu.
"Pakai minyak kayu putih ini": kata Indri yg menyusulku turun
"Masuk angin kali lu ka": kata Deni.
Tiba tiba penglihatan aneh sekilas sekilas lewat.
"Den kamu percaya aku kan ": kataku
"Aku minta kita berhenti sejenak disini sebentar aja ":kataku.
"baik aka kita istirahat sebentar": kata Deni
"Aka kamu ga apa apa kan": kata Amat
"Aku ga apa apa kita istirahat sebentar ya": kataku.
Sudah dua hari ini Irene tidak mau duduk didekatku ketika dalam kelas. Bahkan ketika kusapa dia jawab seadanya. Ah entahlah kenapa dengan dia. Keesokan harinya Irene datang ke kampus diantar seorang cwo pakai mobil pulang pun dijemput keesokan harinya begitu pula.
"Wah Joko kamu pasti patah hati Irene udah punya cowo bermobil pula ": kata Opik
"ah ga lah paling si aka tuh": kata Joko
"ga mungkinlah kan kamu yg ngejar ngejar Irene":kataku
"sorry yah aku udah jadian sama erni anak jurusan sekretaris ": kata Joko
"selamat ya, kapan traktirannya": kataku..
"gampang kalian semua boleh makan minum sepuasnya tapi.....": kata Joko
"tapi apa": kataku
"tapi jatahnya cuma goceng doang seorang": kata Joko
"aku bilangin ah ke erni pacarnya peliiiiiit": kataku
"dasar kampret aka":kata Joko
Kami tertawa.
__ADS_1
Hpku bergetar bbm dari Deni minta desain T Shirt yang kukerjakan diantar hari ini
Pulang kuliah aku bergegas ketempat Deni. Kini usaha patungan Deni,Amat,Indri memiliki tempat sendiri sebuah rumah sederhana milik ortu Indri yang tidak digunakan dijadikan kantor sama tempat produksi. Singkat kata aku sampai dirumah tersebut. Aku masuk sudah ada Deni, Amat dan beberapa pegawai.
"ka mana desainnya": kata Deni
"ini ": kataku sambil menyerahkan flash disk dan kertas print hasil desain.
"gini kan produk kita lumayan laku, nah gue dah beli komputer sama printer ntar diantar kesini jadi lu pulang kuliah bisa desain dan print disini sekalian promosiin online": kata Deni.
"siap bos": kataku.
"hahahaha jangan bilang bos nanti gue harus gaji lu mahal, honornya ambil di Indri.": kata Deni.
Aku berjalan keruangan lain dirumah ini ada Indri didalam duduk sambil mainin laptopnya.
"eh aka mo ngambil honor ya duduk sini dulu": kata Indri
"iya bu dirut": kataku
"yeeeee emang udah kaya ibu ibu apa": kata Indri sambil memberikan amplop isi uang.
"thanks ya boss": kataku.
"panggil nama aja lah, terus hubungan kamu sama irene gimana": kata Indri.
"ya ga kenapa kenapa emang kenapa?": kataku.
"kamu gak nembak dia?": kata Indri.
"gak": kataku.
"mo cari cw yg gimana lagi aka, Irene tuh cantik baik kamu kayanya cocok deh ": kata Indri.
"baik dari mana orang main taplokin telor dimuka orang": kataku.
"hahaha lagian kamu godain dia terus": kata Indri
"ku ga tau koq Irene jadi beda akhir akhir ini. Gak mau duduk disebelahku lagi ditanya jawab secukupnya aja": kataku.
"koq bisa gitu": kata Indri
"mungkin gara gara dia udah punya pacar jadi takut pacarnya cemburu liat aku deket dengannya jadi aja dia menjauh dari aku tapi ga apa apa aku senang liat Irene bahagia": kataku.
"tapi kamu sayang Irene kan?" kata Indri.
"sayang lah kalo ga aku ga akan doain agar dia selalu bahagia": kataku.
"kenapa ga bilang gitu kedia": kata Indri.
"aku takut ketika melihat wajah dia pas di villa aku liat ada bayang bayang kecelakaan walau itu bukan terjadi pada Irene tapi aku takut kejadian seperti pada Rini terulang lagi. Lagi pula apa Irene mau sama orang aneh sepertiku": kataku
"yang terjadi pada Rini sudah takdir, kalau ada Irene kamu mau bilang perasaan kamu sama dia?": tanya Indri
"Mungkin ": kataku
tiba tiba Irene muncul dari ruangan lain.
"nah itu orangnya ada ayo ngomong": kata Indri.
Irene menghampiri aku. Kemudian Indri pergi meninggalkan kami berdua sejenak kami terdiam
ayo bilang perasaan kamu": kata Irene.
"aku sayang kamu tapi....":kataku terhenti ketika telunjuk Irene menempel dibibirku.
"cukup aku cuma ingin dengar kamu sayang aku, aku tak berharap bisa menggantikan Rini aku juga ga peduli penglihatan kamu yg penting kita jalani saja. Aku mau kita raih mimpi bersama": kata Irene.
"tapi cwo yang jemput kamu": kataku.
"hihihi itu sepupuku ingin tau aja reaksi kamu gimana": kata Irene
"nah kalo Joko": kataku
"ih resenya keluar lagi deh": kata irene sambil mencubitku.
__ADS_1
"hehehehe tenang aja Joko udah move on udah jadian sama erni": kataku.
Akhirnya kulihat Irene tersenyum lagi serasa berwarna kembali hari hariku.