
Setelah kelulusan sekolah aku,Deni, Indri, Amat,Lia, Rini berencana camping disalah satu bumi perkemahan.
Kami berangkat jumat sore dan rencananya pulang hari minggu. Semua perbekalan sudah disiapkan kami berangkat diantar mas keling..
Kami bersenda gurau selama perjalanan sambil melihat indahnya pemandangan.. Mendekati areal perkemahan ku sudah bisa merasakan ini bukan seperti tempat biasa ada aura dingin menyambutku.
Tiba ditempat perkemahan aku dan amat segera mengeluarkan peralatan dan perbekalan dari mobil. Kami berjalan mencari spot yang bagus untuk mendirikan tenda. Aku mencoba merasakan keadaan daerah ini. Aku menunjuk tempat yang datar dekat jalan setapak yang sebrangnya ada kamar mandi. Tapi amat ingin didekat hutan .. Terus terang aku merasakan hawa negatif dari hutan. Untungnya Deni mendukungku sehingga kami mendirikan tenda ditempat yang kutunjuk.
Selagi kami mendirikan tenda datang rombongan anak smp yang hendak camping juga. Mereka mendirikan tenda ditengah lapang.
kejadian aneh mulai terasa. pertama ketika Indri dan lia mengambil air dari kamar mandi dan melewati tempat dimana tidak ada orang lain tapi terdengar suara orang sedang bercakap cakap. indri dan lia melihat sekitar mencari orang yang berbicara tapi tapi tak ada dan mereka pun lari ketakutan.
Indri dan lia kemudian bercerita kepada kami kejadian itu. Tapi Amat tidak percaya dan bilang ada hantu sore sore. Dasar amat emang sombong kadang bicaranya seenaknya aku khawatir ada kejadian aneh gara gara ucapan amat.
Ku berpesan pada Indri dan lia jangan kekamar mandi menjelang magrib dan sesudah magrib..Tapi Amat tidak percaya dia pergi kekamar mandi padahal waktu menjelang magrib.. Dia pergi sendiri, sekitar 10 menit berselang Amat datang dengan muka pucat sekali. Apa yang terjadi dengan amat?
Amat kembali dengan wajah pucat. kami semua menanyakan apa yang terjadi tapi entah kenapa Amat tidak mau mengakui terjadi sesuatu hanya bilang tidak ada apa apa.
Semenjak datang aku merasakan bahwa tempat ini seperti kerjaan alam lain. Kulihat gerbang berbentuk gapura dan dikejauhan di hutan sana kulihat sebuah Istana. Dan dekat kamar mandi ada seperti perempatan jalan makhluk lain wajar saja sering terdengar suara tanpa wujud. Aku berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang tidak baik selama kami kemping disini.
Malam tiba dan gelap menyelimuti bumi. Kami menyalakan api unggun, Amat meminta ijin pergi dengan Lia untuk jalan mengelilingi perkemahan. Deni dan Indri pergi membeli cemilan diwarung didekat perkemahan.
"Duh enaknya mereka berdua duan ": kata Rini.
" nah kenapa pacarnya ga diajak": kataku.
"belum punya, kalo kamu koq pacarnya gak diajak?": tanya Rini
"aku udah pesen pacar satu sama Tuhan tapi belum dikirim juga": kataku.
"Aka sini duduk sebelahku ada yang ingin kubicarakan penting": kata Rini.
Aku pindah duduk disamping Rini kupandang wajahnya manis juga anak ini kulit putih bibir merah alami *** lalat kecil diatas bibir buat makin manis saja. Kenapa ya selama ini aku tak pernah merhatikan Rini. Kulihat Rini menunduk menghela nafas panjang kubiarkan dia sementara waktu aku minum kopi dan menyedot roko kretekku..
"Aka apa arti aku selama ini bagi kamu": Rini memulai pembicaraan.
"kamu salah satu temen baikku selain Deni,Indri,Lia,Amat": kataku.
"cuma itu apa kamu tak merasa lebih denganku": kata Rini.
aku meraba raba kemana arah pembicaraan Rini.
"tau gak sih aku selama ini selalu merhatiin kamu': lanjut Rini.
"aku ga tau kamu tau apa ngga, selama ini aku suka kamu.. : kata Rini.
Ya aku baru sadar selama ini sikap Rini paling berbeda dengan teman cw ku dikelas Rini selalu menyapa setiap pagi. Rini yang selalu beri makanan kecil setiap istirahat. Rini yang selalu menanyakan alasanku tidak masuk sekolah. Rini yang sering menasehatiku.. Koq selama ini aku ga perhatikan yah.
"aku ungkapin perasaan ini setelah kupendam selama tiga tahun": kata Rini.
__ADS_1
Ternyata semenjak aku masuk SMA Rini suka padaku.
"aku ngerti bila kamu tak suka padaku, yang terpenting aku sudah ungkapin isi hatiku": kata Rini.
Rini tertunduk kulihat dia menangis. Sungguh ku tak tega. Ku raih kepala Rini ku menarik agar Rini bersandar padaku ku usap bahunya.
"maaf selama ini aku ga peka sama sikap kamu, mungkin aku terlaku posesif": kataku
"jadi aka mau jadi pacarku": kata Rini.
"iya aku mau gapapa lah kali kali ditembak cw": kataku.
"makasih": kata Rini sambil memelukku.
"udah jangan nangis ntar cantiknya luntur": kataku.
"orang nangis bahagia koq": kata Rini sambil manyun..
Tiba tiba....
"Dar, aduuuuuh yang baru jadian": kata Deni dan Indri bareng.
Ternyata mereka nguping pembicaraan aku dan Rini.
"Deni, Indri makasih yah atas sarannya": kata Rini.
oh ternyata semua ini sudah direncanain Deni dan Indri ya gapapa lah toh niat mereka baik.
"Aduh aku kan ga bisa apa apa": kataku.
"udah ayo": kata Deni sambil menarik tanganku.
"ayang ikuut": kata Rini
"cie cie yang baru jadian udah ayang ayangan": kata Indri.
aku jadi malu kalo siang mungkin mukaku keliatan memerah.
"biarin emang situ aja yang bisa romantis":kata Rini sambil manyun.
Kami pun tertawa, kami berjalan menuju perkemahan sekolah SMP.
Apa yang akan kami hadapi disana pikirku.
Kami tiba di perkemahan sekolah SMP yang jaraknya beberapa ratus meter dari tenda kami. Kami bertemy seorang pembina yang sebelumnya bertemu Deni diwarung ketika pembina itu mencari pertolongan warga setempat untuk menyembuhkan yang kesurupan dan Deni menawarkan diri untuk membantu. Kami diajak pembina itu tersebut kesebuah tenda besar didalamnya ada 4 anak perempuan sedang kesurupan seorang guru yang sedang berdoa berusaha menyembuhkan yang kesurupan ada 4 pembina dan beberapa murid memegangin yang kesurupan.
"aku coba menyembuhkan dulu yah ": kata Deni.
"silahkan": kata pembina dan guru.
__ADS_1
kulihat Deni duduk bersila dan mulai membaca doa, ternyata Deni sudah belajar dari Pa Jamil mengobati kesurupan. Ternyata Deni memanggil Jin pegangannya. Aku hanya melihat samar samar Jin pegangan Deni seperti sosok pendekar. Jin itu menarik sosok yang merasuki murid murid itu sosok yang pertama ditarik seperti kakek kakek bungkuk, pindah ke murid kedua sosok yang merasuki seperti anak kecil dengan mudah ditarik dan dilempar jin pegangan Deni. begitu pun murid yang ketiga dengan mudah sosok kakek yang merasuki ditarik dilempar keluar. Ketika murid ke empat sosok yang merasuki menolak keluar. Walau dipegangi 2 orang anak perempuan itu meronta ronta matanya melotot dan kadang kadang berkata tak jelas. Jin pegangan Deni sangat kesulitan menarik sosok itu.
"woy bantuin napa.." kata Deni kepadaku
"kirain bisa sendiri": kataku.
Aku duduk dekat murid yang kerasukan itu. Aku memejamkan mata menajamkan bathin .. Dalam pandangan bathinku. Ternyata sosok perempuan seperti memakai baju kerajaan jaman dahulu. Kucoba berkomunikasi dengan sosok itu dalam hati.
"Maaf mengapa kamu merasuki anak ini":kataku.
"Ini daerah kekuasaanku kalian yang masuk tanpa ijin":kata sosok itu
"ini alam manusia bukan alam kamu kembalilah ke alammu":kataku.
"enak aja aku penguasa daerah ini seenaknya kamu nyuruh aku":kata sosok itu.
"kamu ngaku ngaku aku tau kamu bukan penguasa kamu hanya dayang": kataku
"bocah kamu ternyata termasuk orang yang ngerti": kata sosok itu.
"cepet keluar atau aku paksa":kataku
"baiklah hanya aku hanya menurut ke kamu, tapi hati hati jangan naik ke hutan setelah magrib berbahaya": kata sosok itu.
"bahaya kenapa": kataku
"itu daerah kekuasaan buto kami pun segan masuk kesana": kata sosok itu.
Dan sosok wanita berkebaya itu terbang melayang. Dan dikejauhan kulihat sosok wanita cantik berkebaya dan bermahkota tersenyum kemudian menghilang.
"Alhamdulillah semuanya sudah sadar terimakasih ade ade": kata guru itu.
"sama sama": kataku dan Deni berbarengan.
"Oh dek kita belum kenalan nama saya Dede":kata guru itu.
"oh iya ini Arif,Budi,Sinta dan Dewi": guru itu mengenalkan para pembina
"saya Deni, ini aka, Indri dan Rini": Deni mengenalkan kami.
"oh iya pa sekedar mengingatkan jangan naik ke hutan dimalam hari ya pak ": kataku.
"kenapa dek?": kata Pa Guru Dede
"tadi sosok yang merasuki memperingatkan jangan naik kehutan apabila sudah malam": kataku.
"celaka acara jurit malam sudah dimulai": kata pa guru Dede.
Aku tidak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi ketika anak anak itu naik ke hutan diatas area perkemahan.
__ADS_1
update selanjutnya teror dalam hutan.