gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
Kuhapus rasa ini


__ADS_3

Ku terbangun malas rasanya menghadapi hari ini. Kali kali bolos kuliah hari ini cuma satu mata kuliah. Mau kemana? dirumah suntuk. Beres mandi sarapan ku pamitan pada ibuku ku berangkat yah daripada ke kampus lebih baik ke kantor usaha distronya Indri, Deni,dan Amat. skip ....


Aku sudah disana ada beberapa anak buah Indri mengepak barang. Aku masuk ruang komputer dan menggambar beberapa desain. 


"mang dede, bos udah pada dateng belum.": kataku.


"tadi bos deni sama bos indri udah datang terus pergi lagi": kata mang Dede yang sedang ngepak barang.


Masih terbayang foto Irene bergandengan tangan dengan lelaki itu. Rasa marah kesal dan cemburu bercampur aduk dalam dada. Ku merenung apakah aku harus marah bila kubertemu dengan Irene. Ah kupikir ini yg terbaik dari takdir Tuhan harus kujalani dengan baik. Beberapa desain sudah ku bikin kulihat jam sudah pukul 4 sore tak terasa beberapa jam aku disini. Aku keluar ruangan duduk didepan kantor sambil merokok kretek. Mang Dede menghampiriku dan memberi segelas kopi hangat.


"bagaimana penjualan barang seminggu ini": kataku.


"lumayan den rame sekarang banyak pesanan dari luar daerah": kata Mang Dede.


"sekarang jadi lebih sibuk ya mang":kataku


"iya den siapa tau gaji kita naik": kata mang Dede.


Mobil Deni memasuki halaman kantor. Kulihat Deni,Indri,Viona turun dari mobil dan terakhir Irene turun dari mobil.


"bro dah lama disini": sapa Deni


"Dari pagi lagi males kuliah, ini koq bisa pada barengan": kataku.


"habis dari cafe.. hp kaka sih susah dihubungi di bbm ceklis wa juga di sms di telpon ga bisa": kata Viona.

__ADS_1


"lagi males pake hp": kataku.


"gue mau kedalam dulu": kata Deni.


"udah jangan marahan mulu": kata Indri.


Mereka masuk kantor kecuali Irene ia menghampiriku. Aku hanya diam saja.


"aka aku mau bicara sama kamu": kata Irene


"lah ini kan lagi bicara": kataku


"koq tadi ga kuliah":kata Irene


"aka marah sama aku?": kata Irene


Aku hanya menggelengkan kepala.


"Aka maafkan aku bohong sama kamu aku coba ingin jelaskan pas liat dp bbm kamu tapi hp kamu ga aktif di kampus ga ada aku bbm Indri dan diajak kemari siapa tau kamu kemari": kata Irene


"Irene aku kecewa kamu bohong sama aku kamu bilang kamu di kosan tapi kamu di mall sama cowo kalo aku ga liat kamu pasti ga akan cerita": kataku.


"maaf aka itu mantan aku dia ngajak ketemu ada perlu ternyata ngajak makan, udah segitu aja": kata Irene.


"Ren kamu koq bohong lagi aku tahu kamu ga sekedar makan aja": kataku

__ADS_1


"Iya aka mantan aku ngajak balikan lagi": kata Irene.


"Ren inget ga kata kata kamu waktu di villa mimpi kamu adalah bersama seseorang yang menerima kamu apa adanya.. aku pun sama seperti itu... mungkin kamu berharap seseorang yang bisa menerima kamu apa adanya walau kamu berbohong... tapi aku juga berharap seseorang yang jujur menerima aku apa adanya. setia padaku seperti aku setia padanya.": kataku


"aku belum mengiyakan menerima ajakan mantan aku itu": kata Irene


"pegangan tangan kamu menunjukkan perasaan kamu sebenarnya, mungkin lebih baik kamu pikirkan ulang antara kita": kata aku.


"tapi aka aku sayang kamu": kata Irene.


"pikirkan dulu kata katamu apakah kata katamu sama dengan yang kamu rasakan": kata Aku.


"berarti kamu ga sayang aku lagi": kata Irene.


"kamu ga perlu pertanyakan lagi kamu bisa tau sendiri perasaan aku sama kamu": kata aku.


Irene pun terdiam. 


"Aku ga marah kamu pilih kembali kemantan kamu aku mah apa atuh.": kataku.


Irene mulai sembab matanya.. dan perlahan menangis..


"Jangan kamu sakiti perasaan orang yang sayang sama kamu": aku mengatakan itu sambil melangkah ke dalam kantor.


Jujur aku ga tahan liat Iren menangis tapi apa boleh buat kubiarkan ia memilih yang terbaik untuknya walau aku akan kecewa..

__ADS_1


__ADS_2