
Pandanganku mulai gelap... Aku sudah sangat sulit bernafas karena lilitan ular ini kian erat.. Mungkin ini saatnya aku akan mati.. Ku sudah pasrah ku berdzikir mengingat Allah.
Semoga bila ajal menjemput ku ada dalam keadaan mengingat sang pencipta..
"Ini belum waktunya kamu mati' suara bisikan ditelingaku.
aaah panas panaaaaas : jerit ular besar yang melilitku.
Perlahan ular itu melepaskan lilitannya tubuhnya mengeluarkan asap.. aku bisa bernafas lagi penglihatanku mulai jelas kembali terdengar jelas desisan ular tersebut.
__ADS_1
belum lagi keadaanku normal. tiba tiba ... Jleb kuku nenek itu kembali menusuk tubuhku tembus dari dada kepunggung. Arghhhh sakit ini dari mulutku keluar darah segar. Aku beristigfar ku berdoa mohon kekuatan dan perlindungan..
"apaaaaaaa ini tidak aaaaaa.... panas kurang ajar..." teriak nenek itu.
Lepaskan lepaskan tanganku jerit nenek itu.
"kurang ajar mati kauuu": nenek itu menyerangku dengan tangan tersisanya,
dan dari samping ular besar itu menyerang lagi... kupukul sekuatnya ke arah nenek itu.. Bruuugg tinjuku mengenai nenek itu... dia terpental kebelakang dan tiba tiba hilang menjadi asap.. Jleb .... taring ular itu kembali menancap ditubuhku pundakku digigitnya kubacakan ayat kursi dan ular itu pun terbakar...Ular itu melepaskan gigitannya akan tetapi percuma api dari tubuhku membakarnya... ular itu menggelepar gelepar dan akhirnya habis terbakar...
__ADS_1
Aku jatuh terduduk tenagaku habis nyeri dibadan belum hilang semua..
Kulihat kedua makhluk itu makhluk merah pegangan abah panca dan yg hitam makhluk jahat masih saling pukul dan cakar keduanya pun telah terluka...Makhluk merah tiba tiba seperti berkomat kamit dan tangan kanannya tiba tiba bercahaya merah.. Makhluk hitam menerkam ke arah makhluk merah.. tapi dengan sigap makhluk merah melayangkan pukulan dengan tangan yang bercahaya merah.. Bruuuukkkk pukulan makhluk merah mengenai dada makhluk hitam. makhluk hitam itu terpental jauh kebelakang dan menjadi asap...
tiba tiba aku merasa seperti pindah tempat.. ku berada di kaki gunung yang belum pernah kulihat. Ada gubuk kecil ditengah hutan.. Didalam gubug itu ada seorang kakek kakek dan ...aaaahhhhh makhluk hitam dan nenek yang bertarung denganku menarik paksa tubuh kakek itu kakek kakek itu meronta tapi tak kuasa melawan kedua makhluk itu kulihat sukma kakek itu dibawa makhluk itu dan tubuh sikakek itu tergeletak digubuknya.. Aku merasa letih dengan semua ini tiba tiba pandanganku gelap dan aku tak sadarkan diri.
ketika ku sadar ku terbaring dikasur dikamarnya Deni. Hanya abah panca yang menemaniku. Aku bertanya bagaimana akhir kejadian semalam abah panca menjawab bahwa semuanya telah berakhir. Sedangkan kakek yang kulihat berada di gubug dikaki gunung adalah pengirim santet dan makhluk yang menyerang kami adalah suruhannya. kakek itu adalah teman seperguruan abah panca ketika belajar ilmu supra tapi kemudian temannya itu belajar ilmu hitam. kakek itu membuat perjanjian dengan jin jahat agar sakti, jin itu setuju dengan persyaratan yang berat. ketika kulihat kakek itu dibawa pergi makhluk suruhannya ternyata jin jahat menagih janji kakek itu.. jin jahat itu membawa roh kakek itu.
sedangkan orang yang menyuruh menyantet kepada kakek itu ternyata masih saudara pa Rudi yang dendam karena tidak diberi pinjaman mobil dan uang. Dendam bisa membutakan mata menutup pikiran bahkan melakukan perjanjian dengan setan. Setelah kejadian malam tadi saudara pa Rudi itu paginya muntah darah dan tak lama meninggal dengan mata melotot dan lidah menjulur. Abah panca tau kabar ini dari seseorang yang datang ke rumah Pa Rudi memberitahukan bahwa saudaranya meninggal dan saat ini keluarga pa Rudi sedang melayat kerumah saudaranya itu.
__ADS_1