gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
cemburu 1


__ADS_3

Siang itu beres kuliah aku dan teman teman memenuhi undangan Dadan yang baru membuka usaha Cafe. Ternyata lokasinya dekat kampus Viona. Setelah tiba di cafe tersebut aku dan teman teman disambut Dadan dan diantar ke meja yang dengan beberapa kursi dalam ruangan. Kami pun duduk lokasi meja ini bila dari luar tak begitu terlihat tapi dari posisi aku saat ini bisa melihat bebas keluar ke meja meja dihalaman.


Erni,Joko, Opik, Intan, Dadan, Aku lengkap deh geng sekelas kumpul disini. 


"gimana jadi ga kita Trip ke pantai": kata Joko


"Jadilah yang penting kalkulasi kan biayanya dulu": kata Intan


"Kalo bisa tripnya jangan terlalu lama kan aku baru buka usaha masa ditinggal tinggal": kata Dadan


"aka gimana dengan Deni dia katanya mau ikut": kata Erni


"ikut katanya ntar aku bbm dulu dia bisa kesini ga": kataku.


Aku mengambil hpku bbm Deni bisa ga dia datang kesini, ga lama Deni jawab bisa. Bbm masuk dari Tania, dia pengin ketemu aku waduh pasti minta duit lagi tapi biarlah mumpung hati aku hari ini lagi cerah sama dengan kaos yang dipake Joko warna Pink dengan tulisan di kaosnya Ganteng no 1.. 


"Deni bisa datang, terus adek aku mau kesini boleh ga?": kataku


"boleh boleh adek aka lucu": kata Intan 


"yah nambah orang stress ": kata Joko cemberut. 


"Emang adeknya aka kaya apa?",: kata Opik


"sebelas dua belas kaya kakanya suka bikin mangkel ati": kata Joko.


"halah gayamu Joko orang kalo aku ga kuliah suka nanyain aku, kangen ya, ih aku takut ternyata Joko maho, naksir aku": kataku.


"kaaampreeet gue normal buktinya pacaran ama erni": kata Joko.

__ADS_1


"ah gue ga merasa pacar Joko": kata Erni sambil tertawa.


"Ayang tega yah kau tidak mengakui pacarmu yang ganteng ini": kata Joko cemberut


"ganteng cuma tulisan kaosnya doang": kataku.


"bener Erni kita ngeceng cowo yg ganteng asli bukan kw kw an ,ntar dipantai pasti banyak ": kata Intan


"kaliaaan semua tegaaaaa, kata bang haji kalian TERLALU terpaksa gue keluarin minyak wangi gue yang dulu buat ngusir setan dihadapan gue": kata Joko sewot.


"minyak lu bukan ngusir tapi ngundang setan, kampreeet": kata opik.


"ih dibecandain gitu aja ngambek": kata Erni sambil ngelus pipi Joko.


Dan Joko pun cengar cengir.


"nah itu lu udah ngatain guee aka kampret": kata Joko.


"kan aku bilang kalo adek gue udah datang kan karena belum datang belum ada yg bilang Joko mirip kambing": kataku.


"susah nih ngomong ama orang stress": kata Joko.


Dari kejauhan kulihat Tania datang dengan temannya, cowo yang keliatannya sedikit cupu. Tania mendekati meja kami dan duduk disebelahku.


"Non, udah minum obat belum, koq milih pacar cupu gini": bisikku ke telinga Tania.


"Hehehe ga lah aku cuma manfaatin dia hehehehe": kata Tania ditelingaku.


"oh iya kaka kaka yg cantik cantik, sama ganteng asli dan kw 3 kenalkan ini teman aku namanya Yana nah Yana ini punya rumah di sekitaran Pantai jadi kita ga usah sewa penginapan.": kata Tania

__ADS_1


"adik lu pinter ka cari gratisan, cuma itu giliran bilang ganteng kw nya koq ngeliat ke gue": kata Joko.


"adikku paling pinter cari gratisan kan aku korban pertamanya": kataku.


Tak lama kemudian Deni datang kemudian kami membahas masalah piknik ke pantai. Tania dengan celetukannya yang khas bikin teman temanku tertawa kecuali Joko yang dibikin cemberut..


Dari kejauhan kulihat ada cw dan cw masuk cafe dan duduk bagian halaman cafe. Dan setelah kuperhatikan itu Viona. Dengan siapa dia. Ku bbm Viona sekedar menanyakan dimana dia ternyata ceklis. Ku terus memperhatikan Viona mereka mengobrol sambil berpegangan tangan. Teman temanku tak ada yang tahu karena asyik mengobrol.


Tania menatapku dan melihat ke arah mataku melihat. Ku yakin Tania melihat Viona dan Tania hanya terdiam. Tak lama kemudian cowo yang bersama Viona berdiri dan cipika cipiki dengan Viona lalu pergi. Panas kurasa dalam hati. Kusuruh Tania telpon Viona dan bilang Tania juga ada di cafe ini. Tania menelpon dan Viona mengangkat. Mereka berbicara sebentar kemudian Viona melangkah kedalam ruangan. Kulihat Viona seperti terkejut melihatku. Tania bergeser duduknya dariku dan Viona duduk disampingku. Kulihat tangannya dia tak memakai cincin tunangan. Hatiku bergemuruh bagai hujan badai dengan kilat menyambar. Viona menyapaku dan aku menjawab ala kadarnya. Viona kemudian ngobrol dengan teman temanku dan aku hanya terdiam kulihat Tania menatapku beberapa kali. Hpku berdering ibu menelpon dan kuangkat. Ibu memintaku pulang ada perlu penting. 


"sorry temen temen ibuku telpon ada perlu penting aku pergi dulu, Viona aku pulang dulu": kataku.


"ok ka sampe ketemu besok di kampus": kata anak anak.


"Tania sini": kataku.


Tania menghampiriku.


"Dek nih uang buat Jajan sama bayar makanan dan minuman": kataku sambil memberi beberapa lembar uang seratus ribuan.


"Kaka yang sabar ya": kata Tania.


"Kaka pulang dulu, salam yah buat Tante": kataku


"Iya ka ati ati dijalan": kata Tania.


Aku menuju keparkiran. Naik kemotorku dan menuju rumah.


Singkat cerita aku sampai dirumah. Ada ibu dan teh Ida. Setelah menyimpan tas ibu mengajak bicara. Ibu bermaksud menjual rumah, ibu akan pindah kekota lain menemani Teh Ida yg pindah mengikuti Mas Indra yang ditugaskan ke kota lain. Ibu bermaksud membeli rumah dikota itu karena ingin dekat teh Ida dan adik adik ibu yang tinggal dikota itu. Aku setuju kasian ibu bila disini Teh Ida pindah dan aku jarang pulang dan bila pulang selalu malam tak ada yang menemani ibu. Ibu bilang uang hasil penjualan rumah akan di bagi setengah buat ibu dan akan dibelikan rumah dan ditabung setengah lagi dibagi untuk aku dan teh Ida. Aku dapat lebih besar karena aku anak laki laki aku menolaknya tapi Ibu dan teh Ida memaksa dan menasehati agar aku pandai pandai mengelola uang untuk masa depan. Terpaksa aku kini harus mencari kostan oleh pembeli rumah diberi waktu sebulan dari tanggal pembayaran untuk melakukan pindahan. Walau rasa dalam hati ini sedang gundah gulana aku mesti mencari kostan.

__ADS_1


__ADS_2