gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
diatas langit


__ADS_3

Bayangan itu perlahan lahan menjadi jelas menjadi sosok wanita cantik bermahkota dan dia tersenyum. Dia memberiku bacaan yang harus dibaca bila ingin bertemu dengannya. Tapi entah kenapa hati ini bilang ke sosok itu kamu bukan Ibu yang menolongku. Aku mau bertemu Ibu. Dan sosok wanita itu tersenyum dan berkata bila kamu ingin bertemu Ibu aku harus pergi kesana karena ibu tak mungkin kesini hanya sosok wanita itu perwakilannya yang bisa hadir dihadapanku.


Tak lama sosok itu hilang dan berganti muncul sosok seorang kakek yang bercahaya dan senyumnya yang ramah.


"nak, eyang akan memberi nasehat kepadamu mohon diingat": kata kakek itu.


"sesungguhnya ketika kamu menolong orang lain sebenarnya kamu menolong diri sendiri. Ketika kamu berbuat jahat pada orang lain kamu sebenarnya berbuat jahat pada diri sendiri.

__ADS_1


Kamu harus handap asor, merendahkan diri karena diatas langit ada langit, teu aya elmu panutup, tidak ada ilmu pamungkas. Karena sejatinya manusia lemah buktinya kamu tak bisa keluar dari alam sana tanpa bantuan yang lain.


Ulah kasamaran rupa jeung kasamaran tenjo. Harus waspada bisa membedakan sosok yang datang pada kamu. 3 sosok wanita bermahkota sudah menemui kamu maka kamu harus tau siapa mereka mana yang baik dan mana yang jahat.


Kamu harus bisa mengendalikan sir dalam hati karena sesungguhnya musuh terberat adalah hawa nafsu atau sir yaitu hasrat rasa yang terbesit dalam hati. Ingat kisah nabi musa dan nabi khidir bahkan nabi musa tak mampu mengikuti nabi khidir. Tapi kemuliaan bukan karena kesaktian tapi karena keimanan. Ingat kisah pendahulu kita Raden Kiansantang yang sakti mandraguna satria pinilih tanpa tanding karena merasa sakti dan sudah tidak ada lawan dinegeri ini dia mencari sosok Ali yang katanya lebih sakti ketika ditengah perjalanan ia ketemu seorang tua. Raden kian santang meminta orang tua itu menunjukkan Ali. Dan orang tua itu akan memberitahu dimana Ali apabila Raden Kian Santang mampu mencabut tongkat yang ditancapkan ketanah..Maka dicoba oleh Raden Kian Santang mencabut tongkat itu seluruh kesaktian Raden Kian Santang tak mampu mencabut tongkat itu. Dan ternyata orang tua itu adalah Ali sendiri dan kemudian mengajarkan Agama pada Raden Kian Santang. Sesungguhnya manusia adalah lemah hanya pertolongan Allah yg bisa menyelamatkan manusia.


Kata kakek itu kemudian menghilang. Sebenarnya siapa sosok yang mengaku eyang itu sebenarnya ingin aku bertanya banyak hal yang ku tak mengerti. Aku ingin bertanga siapa engkau eyang dan kenapa berbicara seperti itu.

__ADS_1


Mungkin juga eyang ingin memberi tahu hikmah dibalik kejadia kejadian yg menimpa kepadaku. Aku hanya bisa merenung dan coba pahami.


Mungkin kah jiwa yang tersesat adalah mereka yang melakukan pesugihan melakukan perjanjian dengan jin untuk kekayaan atau mereka yang melakukan perjanjian terlarang dengan jin untuk mencelakakan manusia. Pernah seorang tua bercerita padaku ada seorang yang melakukan pesugihan kemudian dia diambil untuk membayar kekayaannya yang diberikan didunia dan kini jin itu memperkejakan manusia itu di alamnya hingga akhir umur manusia itu. Entahlah. Ada cerita seorang temanku dari suatu desa terpencil yang terkenal akan dukun santetnya dimana sang dukun untuk menyempurnakan ilmunya menyantet orang tuanya sendiri hingga tewas. Sedangkan akhirnya sang dukun pun tewas diracun warga karena banyak warga sangat dendam karena keluarga warga tersebut banyak yang meninggal akibat ulah dukun tersebut. 


Ku teringat akan sepenggal sejarah kelam tentang preman yang sangat sakti kebal bacok dan peluru sering merampas, merampok bahkan memperkosa hingga akhirnya Polisi menemukan kelemahannya terhembus kabar preman itu mati di sel disuntik mati dan para warga sekitar malah mengadakan syukuran karena daerah mereka menjadi aman. Mungkin itu contoh tiada ilmu penutup setiap ilmu ada kelemahannya karena kesempurnaan milik Allah.


Ku jadi ingat seorang ustad yang hidup sederhana banyak menolong warga sekitar walau tak mempunyai pekerjaan tetap tapi mampu mengelola pesantren tanpa memungut biaya sepeserpun dari santri. 

__ADS_1


Banyak pesan dari sosok eyang yang belum ku mengerti mungkin seiring waktu berjalan kumampu mencari arti semua ini


__ADS_2